Langsung ke konten utama

Fase Selanjutnya: Fase Tanpa Paksaan (1)

Selamat bersiap untuk mendekati mimpi-mimpi lainnya, meski tak akan mudah, setiap mimpi harus diperjuangkan. Sedangkan berjuang, tidak sebercanda itu kan ? 


Pagi ini kamu bangun pagi dengan semangat. Kamu bergegas mengambil air wudhu, melaksanakan shalat subuh, dan berdoa.  Setelah itu, kamu kembali membuka laptopmu untuk mereview makalah tugas akhir yang telah kamu tulis. Kamu harap-harap cemas, deg-degan, dan ya tidak karuan. Iya, kamu sedang ansietas karena kamu sidang akhir hari ini. 

Waktu berjalan cepat sekali, rasanya baru kemarin kamu menginjakkan kaki di gedung putih yang disebut rumpun ilmu kesehatan. Ternyata, sudah 5 tahun yang lalu ya. Sebenarnya antara senang dan takut mengemban gelar baru karena ada tanggung jawab baru di sana. Gelar yang didapat tidak serta merta kredibel seterusnya-menurutku. Perlu terus belajar agar tetap pantas menyandang gelar itu. Jadi, gelar yang didapat tidak hanya untuk memperpanjang nama saja. Tetapi bisa untuk memperpanjang umur dengan karya. Sehingga, gelar yang didapat benar-benar gelar ber'isi', bukan sekedar pajangan apalagi sekedar mendapat ijazah untuk menaikkan karir. Selamat ya, ekspetasi orang-orang terhadapmu akan meningkat. Kini, ujian responsimu bukan lagi ditanya dosen tentang patofisiologi penyakit, kenapa bisa komplikasi, kenapa dikasih obatnya itu, dan sebagainya. Tetapi, masyarakatlah yang akan meresponsimu, setiap saat. Bahkan dengan pertanyaan yang lebih ekstrim dari itu dan kamu harus bisa menjelaskannya dengan bahasa yang membumi. Responsi dosen tidak ada apa-apanya bukan ? 

Katanya kamu sudah lelah dengan drama perprofesian ini. Kamu lelah senam jantung setiap kali akan ujian. Kamu lelah dengan drama yang ya membuatmu cukup untuk ingin menyerah. Aku ralat, kamu bukan lelah, kamu hanya jenuh. Tapi, kamu hebat. Kamu mampu bertahan sejauh ini.  Setelah ini, kamu bukan mahasiswa lagi. Kamu bukan lagi anak umbelan yang berlindung di bawah atap almamater. Kamu akan menjadi alumni, kamu akan menjadi ns.

Setelah ini, kamu sudah mulai melepas satu persatu atribut kampusmu. Semua itu akan tertinggal di belakang. Semua akan tersimpan menjadi perjalanan hidup yang berkesan. Tetapi, di saat yang bersamaan, kamu menjadi berpikir, "Siapakah kamu ? Kamu mau kemana ?" Pertanyaan itu masih menggantung di langit-langit kamar. 

Selamat, kamu sudah berada di fase selanjutnya! 

Fase selanjutnya adalah fase pembuktian bahwa kamu layak mendapatkan gelar itu. Setelah ini mungkin kamu akan banyak menemui persimpangan jalan. Kalau boleh saran, pilihlah yang sesuai dengan tujuanmu dan nuranimu. Meski di luar sana orang-orang berkata lain. Kan kamu bukan semua orang dan semua orang bukan kamu. Sekarang, kamu harus lebih banyak mendengarkan dirimu sendiri.

Pada perjalanan selanjutnya, mungkin kamu lebih banyak berjalan sendiri. Kamu mungkin tidak akan lagi bersama teman-temanmu yang kamu sebut sebagai teman seperjuangan. Tujuan kalian berbeda, maka jalan yang ditempuh pun akan berbeda. Jadi, tidak perlu saling menghakimi jalan yang orang lain tempuh. Pada perjalanan selanjutnya, kamu mungkin akan dihadapkan pada keputusan-keputusan besar. Keputusan yang mungkin akan mengubah hidupmu secara permanen. Saat itu terjadi, kamu harus mampu membuat keputusan secara sadar dan benar-benar diputuskan secara logika. Keputusan-keputusan hidup selanjutnya, tidak bisa diputuskan berdasarkan ikut-ikutan orang, kata orang, ada niat tertentu. Pada fase selanjutnya, kamu harus mulai melakukan segala sesuatu dengan hati. Sesuatu yang dikerjakan dari hati, akan sampai ke hati kan ? Kamu tidak perlu melakukan sesuatu yang kamu terpaksa menjalaninya. Untuk apa ? Kan hidup kita bukan untuk memenuhi ekspektasi orang lain. Untuk sekarang, belajarlah untuk menyetir hidupmu sendiri. Mulai bertanggung jawab dari setiap keputusan yang kamu ambil karena bagian terpenting dari membuat keputusan adalah bertanggung jawab.

Pada akhirnya, akhir ini adalah sebuah awal. Awal untukmu untuk menjalani hidup yang baru. Kamu mulai mendefinisikan ulang makna hidup yang telah kamu pelajari. Kamu mulai menyusun ulang rencana-rencanamu. Kamu juga mulai kebingungan dengan jalan -jalan yang terbentang lebar di depanmu. 

Pada akhirnya, hal terpenting dari perjalanan hidup 5 tahun ini bukanlah pada sidangnya. Tetapi pada kehidupan setelah itu. Mau kamu bawa kemana ? Tidak ada kalau masih belum bisa menjawab pertanyaan itu, masih ada ragu, dan takut. Duduk dulu sebentar. Kamu tidak perlu mengejar mereka yang ada di depan, karena saat ini rivalmu adalah dirimu sendiri.

Selamat bertarung dengan diri sendiri. DImana yang perlu dikalahkan adalah ego.

Kesimpulannya ?

Gunakanlah hati dan juga logika dalam membuat keputusan pada fase selanjutnya, karena keputusan-keputusan yang akan diambil kebanyakan adalah keputusan permanen. Tentu kita tidak ingin menyesal dengan keputusan yang telah kita ambil sendiri. Mulai jalanilah hidup yang ingin kamu jalani, bukan hidup yang orang lain ekspektasikan. Kamu tidak mau kan hidup dengan terpaksa ? Hidup tapi mati, karena terasa kosong. Padahal, dalam hidup ini banyak peran yang harus kita isi. Ada sebuah pemaknaan yang harus kita temukan.

Kata Hamka, "Hidup hanya sekedar hidup. Kalau begitu, babi hutan juga hidup. Lalu, apa bedanya ?"

Jadi, siapkah untuk fase selanjutnya ?

Rumah, 9 Agustus 2020


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seramnya Ilmu Biomedik Dasar (IBD)

Di kampus saya, ada lima fakultas yang termasuk ke dalam rumpun ilmu kesehatan, yaitu FK, FKG, FF, FIK, dan FKM. Tentu bukan tanpa tujuan, UI membangun sebuah gedung yang bernama gedung rumpun ilmu kesehatan tempatnya 5 fakultas tersebut. Salah satunya adalah untuk melancarkan terselenggaranya mata kuliah campuran dari 5 fakultas tersebut. Mata kuliah campuran pertama yang saya dapatkan adalah Ilmu Biomedik Dasar (IBD) 4 sks. Saya sekelas dengan teman-teman 5 fakultas tersebut. Satu kelas isinya 20an orang.
Kata kating, mata kuliah ini menyeramkan. Kenapa ? Karena mata kuliah ini katanya susah, sks nya gede, tugasnya banyak, dan tentunya sekelas dengan mahasiswa fakultas lain yang menimbulkan rasa nervous. Dan ternyata benar hehehe. Tetapi tidak semenyeramkan tu koq 😊 begini penjelasannya.
Definis Ilmu Biomedik Dasar (IBD) Ilmu Biomedik Dasar adalah sebuah mata kuliah wajib bagi semua mahasiswa rumpun ilmu kesehatan, karena mata kuliah ini mempelajari dasar-dasar dari manusia,mempelaja…

Dealing with family about your career

Barusan banget ikut menyimak ig live dari @careerclass_id tentang Dealing with family about your career yang diisi oleh masgun. Aku belajar banyak banget dari perjalanan hidup beliau yang membuat beliau seperti hari ini. Kadang atau bahkan sering, kita melihat seseorang sebagai produk jadi tanpa kita tahu apa latar belakang yang menjadikan seseorang menjadi saat ini. Ternyata, dibalik keberhasilan/kesuksesan/kematangan seseorang saat ini, ada pengalaman hidup yang turut serta  membentuknya. Dari cerita masgun, saat beliau semester 7/8 gitu, beliau mengalami masa-masa ‘galau’. Beliau menggalaukan diri sendiri yang sebenarnya sukanya apa, maunya kemana, dsb. Sehingga, beliau mengambil keputusan saat itu untuk menunda lulusnya. Keputusan ini tentu dikomunikasikan dengan orangtua lebih dulu dan orangtua menyetujuinya. Satu tahun perpanjangan itu beliau gunakan untuk mengeksplor dirinya lebih jauh lagi karena selagi masih bergelar mahasiswa banyak banget opportunitynya. Beliau internship,…