"Bagiku cukup dengan orang yang bisa acceptance apapun kondisiku. Hal lain bisa dirubah, tetapi acceptance tidak semua orang bisa acceptance ke aku .Parenting juga tentang acceptance, amor fati, mencintai takdir bagaimanapun kondisi anak nanti." "Hubungan dua orang itu adalah saling. Di antara saling itu, yang paling utama adalah saling acceptance, bukan saling menuntut. Hubungan dua orang itu bukan hubungan transaksional, yang dimana ketika aku melakukan A, maka dia harus melakukan A juga. Atau ketika aku memiliki mimpi A, dia harus memiliki mimpi A juga. Hubungan ini bukan kompetisi untuk saling egois." "Bagiku komunikasi asertif adalah kunci penting. Kamu boleh sebel, bete, marah, dsb. Tapi sampaikan emosimu secara asertif. Coba belajar untuk mengurai emosi agar orang lain tidak bingung dan menerka-nerka. Kamu tahu ga, selain karena permasalahan ekonomi, masalah komunikasi yang tidak sehat juga menjadi penyebab kebanyakan orang divorce. Kalau keduanya meleda...
Beberapa jam yang lalu, aku masih bisa memelukmu erat. Merasa selalu bisa disampingmu, selalu, selamanya. Dan aku ingin. Tidak ingin aku lepaskan pelukan itu. Beberapa jam yang lalu, aku juga yang menangis di depanmu, tidak ingin kehilangan. Walaupun aku tahu, cepat atau lambat aku akan kehilangan. Ah, lebih tepatnya kita akan saling kehilangan. Dan kamu, masih menghiburku semua akan baik baik saja. Kemudian, kamu tahu kabarku bahwa akan ada laki laki lain yang lebih siap darimu. Katamu, kamu ikhlas. Katamu juga, kamu dengan senang hati mengikhlaskan. Meski aku tahu, akan pahit. Tidak hanya di kamu, rasa pahit itu juga aku rasakan. Semalaman, aku tidak bisa tidur. Aku hanya memikirkan kemungkinan-kemungkinan. Jika, memang kita tidak berjodoh, bolehkah anak anak kita saja yang berjodoh ?