Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2016

Throw Back--> Wawancara ke seorang dosen KMB

          Pada hari Jumat, 9 Oktober 2015 kelompok mabim 6 & 20 mewawancarai salah satu dosen FIK UI yang bernama Bapak Muhamad Adam. Beliau lahir di Makassar pada tanggal 30 Maret 1984. Beliau menempuh pendidikan S1 keperawatan di Unhas dan S2 di UI. Di Unhas, Ilmu Keperawatan bukanlah sebuah fakultas melainkan program studi di bawah fakultas kedokteran. Motivasi beliau memilih keilmuwan keperawatan khususnya medikal bedah karena kecocokan dan kesukaan beliau di bidang tersebut. Lalu motivasi beliau untuk menjadi dosen karena panggilan. Beliau mengatakan bahwa memang di awal-awal kuliah beliau merasa canggung karena di keperawatan kebanyakan perempuan.   Akan tetapi, beliau selalu teringat dengan motivasi beliau untuk kuliah, yaitu untuk membanggakan orang tua.             Berdasarkan pengalaman beliau, kami mendapatkan gambaran tentang profesi keperawatan. Keperawatan di...

Semakin Tau, Semakin Cinta

Dulu mungkin hanya sekedar suka, tapi kini aku menyebutnya sebagai cinta. Karena rasa cinta akan tumbuh jika terus dipupuk dan ditekuni. Karena rasa cinta yang akan menjadi sumber semangat untuk menjalankan sesuatu yang dicintainya. Dan cinta tidak dapat disebut cinta jika tanpa sebuah perjuangan dan pembuktian Inilah yang aku rasakan ketika aku semakin mendalami dunia keperawatan. Yang dulunya waktu masih SMA masih biasa-biasa saja suka nya dan mungkin malah tidak tertarik sama sekali, tapi lama-kelamaan menjadi cinta kepada dunia keperawatan. Setelah aku menyelami lebih dalam benar-benar unpredictable , dunia ini sangat luas kawan. "Caring is the essence of nursing"-Florence Nightingale Hal pertama yang aku pelajari tentang perawat dalam mata kuliah Konsep Dasar Keperawatan adalah caring . Iya, caring adalah sebagai pondasi bagi seorang perawat untuk bertindak. Caring adalah sebuah sikap peduli terhadap klien. Lalu mengenai kebutuhan dasar manusia. Menurut ...

Terima kasih Kota Khatulistiwa

         Ini adalah perjalanan sekaligus pengalaman kami pertama kali lomba KTI ketika menjadi mahasiswa. Dimulai dari bulan Mei 2016 saat ada informasi lomba mengenai TMSC (Tanjungpura Medical Scientific Competition) kami langsung bersemangat untuk mencari ide. Waktu itu ada beberapa kendala, karena tema dan subtemanya condong ke ranah ilmu kedokteran dan farmasi. tapi hal itu tidak membuat kami mundur. Pada akhirnya, setelah diskusi kami menemukan sebuah ide yang kata kunciya "diare, balita, bahan alam". Setelah menyusun ide, kami langsung menyusun apa apa yang perlu dicari dan menyusun deadline. Kami juga kaget karena sitasinya harus memakai vancouver, dimana sitasi tersebut tidak biasa kami gunakan karena kami terbiasa menggunakan APA style. Oke..kami harus berlajar mengenai penulisan sitasi. Kebetulan, saat pengerjaan itu kami sedang liburan 3 bulan dan kami bertiga anak daerah semua, sehingga untuk mendapatkan tanda tangan dosen pembimbi...