Menjadi dewasa, mulai memikirkan hidup yang bukan untuk diri sendiri saja. Segala ambisi mulai dileburkan dengan realita. Orangtua yang semakin menua, adik yang akan mulai meninggalkan rumah untuk menggapai mimpinya. Di titik ini, ada sebuah kekhawatiran luar biasa dari orangtua. Apalagi melihat anak pertamanya sudah menginjak kepala dua. Tentang sepinya rumah ini, tentang masa tua. Entahlah, begitu banyak hal berkecamuk di masa sekarang. Bagaimanapun, orangtua tetap memikirkan anaknya. Setelah mengantarkan sampai kuliah pun memikirkan bagaimana kehidupan anaknya setelah ini. Apakah anaknya sudah bisa berdiri di atas kakinya sendiri untuk melanjutkan kehidupannya yang mungkin akan berpisah dengan mereka suatu hari nanti. Hal ini menjadi semacam kewajiban orangtua untuk memandirikan anak. Agar kelak ketika berpisah, mereka tidak khawatir, anaknya sudah dibekali perbekalan yang cukup untuk melanjutkan hidup. Kalau dipikir dan dirasakan. Yang membuat orangtua bahagia sederhana. Bu...
Rumah untuk bercerita, berkontemplasi, dan mencipta kenangan