Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2018

Kecemasan Hari Pertama Praktik di RS

   Awal memang selalu berat. Ada rasa takut, tak percaya diri, cemas, dan pikiran-pikiran lain yang  belum tentu sama dengan realita. Tapi jika dipikir-pikir ulang, kami termasuk orang yang beruntung. Kapan lagi bisa praktik gratis di rumah sakit ya kan. kapan lagi bisa ketemu pasien secara langsung dan mempraktikan apa yang sudah dapat di kelas. Tidak semua orang memiliki kesempatan itu. Kalau dipikir-pikir menjadi lebih banyak bersyukurnya daripada mengeluhnya.    Kami terapis, kami helper. Itu kalimat yang selalu ditanamkan dalam mindset kami. Karena jika dimindset kami ada mindset negatif atau takut akan sangat berpengaruh kepada sikap kami. Jadi, sebisa mungkin kami berusaha untuk melawan diri kami sendiri untuk memusnahkan pikiran negatif itu.    Kami sebagai calon  tenaga kesehatan sudah ditanamkan dari awal untuk terus bisa mnjaga kehidupan seseorang. Ya, menjaga kehidupan dengan bukan asal hidup saja, namun memastikan apakah hidup orang...

Bersyukur adalah Kunci

Banyak hal yang didapat di tempat praktik baru saya. Selain mendapatkan ilmu akademik, juga mendapatkan ilmu hidup!. Salah satunya adalah menurut saya cara menjaga tubuh agar tetap waras adalah dengan "bersyukur". Benar-benar harus bersyukur. Bersyukur atas apapun yang diterima. Suka, duka, senang, sedih, semua adalah warn. Akan tetapi, setiap orang itu unik. Setiap orang memiliki persepsi masing-masing tentang bagaimana mereka memandang kehidupan. Misalnya ketika ada bencana yang menyerang sebuah daerah. Ada orang yang memersepsikan bencana tersebut sebagai musibah yang akan menguatkan iman mereka, namun ada  juga yang menganggap bencana tersebut membuat mereka semakin menderita. Ya, satu peristiwa bisa dipersepsikan bermacam-macam. Sehingga sikap orang menghadapi bencana tersebut akan berbeda sesuai dengan persepsi mereka masing-masing. Setiap orang pun memiliki standar diri yang berbeda. Kemampuanku, kemampuanmu, kemampuan mereka tak sama. Aku memiliki kemampuan lebih di...

Berganti Peran

Seminggu yang lalu, saya menjenguk teman saya yang habis operasi usus buntu. Di rumah teman saya, ada seorang perempuan membawa bayi yang sedang menjenguk teman saya juga. Teman saya berkata, "Wah reunian beneran ini. Pasti kamu udah lupa ya des mba ini siapa" . Saya terus memperhatikan wajahnya dan tubuhnya, namun saya tidak mengenali juga siapa perempuan yang membawa bayi ini. Saya terus menggeleng dan bertanya "Siapa sih?" . Lalu teman saya dengan tersenyum menjawab, "Ini mba X dulu seangkatanmu waktu SMP, dia kelas IX D" . Saya langsung memutar otak mengingat-ingat. Saya pun akhirnya ingat siapa mba-mba yang membawa bayi ini. Saya langsung meminta maaf kepada mba X itu bahwa saya benar-benar pangling melihat wajahnya sehingga saya hampir tidak mengenalinya. Mba X pun dengan santainya menjawab, "Iya tidak apa-apa. Oiya ini anak saya sudah berumur 7 bulan, saya sudah menikah 1 tahun yang lalu dan sekarang saya tinggal di Kalimantan bersama suami...

Kehidupan Asing Selepas SMA (2)

Ternyata tak semudah itu untuk menapaki dunia yang asing. Aku harus mengeluarkan semua tenagaku demi untuk bisa masuk ke sana. Masih teringat ketika kelas XI, saat pertama kali aku diperkenalkan dengan dunia asing itu. Mulai saat itu, aku merencanakan untuk menuju kesana. Aku sadar diri, otakku tak terlalu pintar untuk mengalahkan mereka semua dengan nilai. Hingga aku tak menggunakan cara itu. Ya, aku menggunakan cara dengan belajar lebih awal untuk test masuk dunia itu. Tibalah hari dimana ada pembukaan bimbel di dunia asing impianku, aku mendaftar. Tapi ternyata baru tahap awal, aku sudah gagal. Ada pembukaan bimbel lagi dari dunia asing yang lain, aku mendaftar juga. Tapi ternyata aku gagal juga. Oke tidak apa apa, pasti ada jalan lain. Pada akhirnya, aku belajar sendiri di rumah. Hari demi hari melaksanakan apa yang sudah direncanakan. DI tengah perjuangan itu, ada pengumuman penerimaan dunia asing nasional. Aku sudah pasrah dengan jalur yang hanya menggunakan nilai, karena aku...

Kehidupan Asing Selepas SMA (1)

Tiga tahun yang lalu, kita semua berhasil menciptakan sebuah memori. Diakhiri dengan senyum ceria menyambut dunia yang asing. Akan seperti apakah dunia itu ? Apakah menyeramkan atau kah menyenangkan ? Setau mereka dunia itu asing itu akan menjanjikan ! Karena menjanjikan, semua anak berlomba2 untuk bisa masuk dunia itu. Tapi kenyataan terkadang tak sesuai dg harapan. Ada mereka yang berhasil masuk dunia itu. Mereka didukung penuh oleh ortu, memiliki sarana untuk menuju kesana, dan dapat dipastikan mereka bisa bertahan hidup disana. Namun ada pula mereka yang sudah mendapat panggilan untuk masuk dunia itu, namun ortu tidak merestui, mereka tak memiliki sarana menuju kesana, ya mereka pun tak yakin bisa bertahan hidup di sana. Pada akhirnya, hanya yang benar2 memiliki keinginan yg kuat yg karena keterbatasan itu mereka ttp bisa menuju dunia asing itu. Tapi nampaknya mereka lupa akan 1 hal. Ada byk pendahulu mereka yg sudah berada di dunia asing itu. Para pendahulu mereka se...