Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2020

Ada Dua Orang

Ada dua orang yang saling diam, Menahan rindu, mengumpulkan keberanian untuk menegaskan Ada dua orang yang saling mengirimkan sinyal, Namun tak pernah saling menjelaskan Karena terlalu takut untuk kehilangan Kenapa dua orang yang saling jatuh cinta Menjadi lebih pecundang Karena, Cinta juga perlu pertanggung jawaban Ada dua orang Yang saling berdoa untuk ditemukan Yang juga sedang membangun menara keikhlasan Atas apapun jawaban dari Tuhan Ingat rumusnya : hati itu tidak memilih, tidak juga dipilih, tetapi dipilihkan #poem#fiksi Baiti Jannati, 31 Maret 2020

Lintasan

Dalam hidup, kita bertemu dengan berbagai jenis orang. Dari mereka ada yang kemudian pergi, ada juga yang tinggal sampai saat ini. Terkadang manusia memandang sesuatu dari sisi egois. Mereka menyangka bahwa orang-orang datang dan pergi dalam hidunpnya. Tetapi sebenernya dirinya juga sebenarnya datang dan pergi dari hidup orang-orang. Semakin dewasa semakin paham. Ternyata orang-orang yang kita temui hanya bertemu saat kita sedang satu frekuensi. Setelah selesai, kita kembali berjalan menuju jalan masing-masing dan kembali menemukan frekuensi yang sama lagi. Karena manusia memang punya lintasan hidupnya sendiri-sendiri. Lintasan yang rumit, kadang bertemu di persimpangan, lalu berpisah menuju lintasan lain. Kaya dua bintang yang Cuma sebentar ketemu. Pertemuan singkat, namun bermakna, yang dapat digunakan sebagai pengalaman dan bekal perjalanan menyusuri lintasan lain. Sambil menunggu takdir mempertemukan lintasannya kembali dengan bintang yang lain. Maupun bintang yang sama- sebuah...

Repetisi

Ia berepetisi tiap detiknya. Tak peduli logika menghantam. Tak peduli upayaku melupakan. Tak peduli rentang waktu yang tak pasti. Apalagi jarak yang kilometernya pun aku tak tahu. Ia bernama rindu. Aku khawatir dia akan terus berepetisi. Sebab temu bukanlah obat mujarab rindu. Apalagi tanpa temu. Mungkin benar, doa diam diam adalah penetralisir.

Anak Perempuan Bapak

Kata bapak, anak adalah investasi terbaik orangtua. Sehingga orangtua selalu mengusahakan memberikan hal hal yang terbaik untuk anaknya. Termasuk perbekalan anak di kehidupan nanti. Anak perempuan bapak sekarang sudah dewasa, sudah saatnya anak perempuan bapak memahami pergaulan laki-laki dan perempuan. Masa-masa liburan di rumah adalah hal   yang sangat saya nanti karena banyak nasihat-nasihat bapak sebagai bekal diri. “Tadi bapak lihat anak-anak punk cewe ngamen di jalanan. Bagi bapak, itu seperti berdagang namun di tokonya sudah ditulis obral murah. Sehingga pengangguran pun bisa beli. Kamu paham maksud bapak?” “Begini, menjadi seorang perempuan itu, harus punya rasa malu, harus punya harga diri. Sesederhana bagaimana kamu bersikap kepada laki-laki. Boleh saja berkomunikasi, tetapi ada batas-batasnya. Jangan sampai kamu “larut”. Ketegasan dari sikapmu itulah yang menyebabkan mereka bisa menghargaimu nak. Di zaman sekarang, laki-laki yang punya iman itu langkaaa sekali. L...
Kadang tak tau lebih baik dari tau. Lebih baik daripada tau sesuatu, tapi tak jujur. Atau tau setengah-setengah tapi ujungnya kita salah menduga. Atau tau yang jujur, tapi terlalu pahit. Kejujuran selalu menang. Dalam teman imaji
Sorenya sore di Depok Hidup ini lucu, bahkan sebuah bis bisa mengajarkan cara berjuang. Berjuang itu mengejar. Berjuang itu menunggu. Berjuang itu menemani. Berjuang itu mendoakan. Berjuang bisa macam macam. Terlalu macam macam sampai kita bingung harus melakukan yang mana. Berjuang yang paling susah itu mengikhlaskan. Kupikir cinta yang paling baik adalah cinta yang sederhana. Cinta tanpa syarat. Cinta tanpa isyarat. Kupikir lagi, tidak. Cinta yang baik adalah cinta yang secukupnya. Bukan untuk tetap mendekap orang yang kau cintai dalam pelukan tanpa tersakiti.  Cinta yang cukup adalah untukmu sendiri. Supaya jika cintamu pergi, kau tidak terlalu patah hati. Supaya jika ternyata cintamu sejati, kamu dan dia akan bersama menikmati. Hujan adalah perjuangan antara bumi dan langit. Orang yang pantas kau cintai, tidak akan membiarkanmu berjuang sendirian bukan ? Berjuang itu macam macam bentuknya. Menyerah bukan bentuk berjuang. Dalam teman imaji

Menurunkan Ego

Saat semalam pulang dari dinas di RS, Depok sedang hujan deras. Saya dan teman saya memutuskan untuk menerjang hujan karena ingin segera sampai kosan. Namun, saat di stasiun saya melihat ada ibu-ibu sedang menawarkan dagangnnya yaitu payung dan jas hujan kepada orang orang yang sedang di stasiun. Ibu itu terlihat bersemangat sekali, mungkin didukung oleh suasana hujan deras yang mungkin orang banyak yang membutuhkan paying ataupun jas hujan. Namun saya lihat tidak banyak orang yang membelinya. Kebanyakan orang lebih memilih untuk menuggu hujan reda- yang entah kapan. Bapak bapak ojek juga terlihat sibuk mengantarkan para pelangannya menuju runah dengan menerjang hujan. Kejadian ini juga serupa dengan saat pagi-pagi mau berangkat praktik, hujan deras tiba tiba mengguyur Depok. Saya khawatir takut tidak ada ojek yang mau mengantarkan saya. Namun setelah saya coba akhirnya ada bapak bapak ojek yang mau mengantarkan saya di tengah derasnya hujan. Selama perjalanan saya mendoakan bapak...

Celotehan tentang wacana

"Des lo mau S2 ?" Tanya seorang teman. "Iya ka dia udah persiapan. Udah nranslet ijazah juga" timpal teman saya yang lain. "Hehe doakan saja ya teman2" dalam hati saya ragu dan sedikit minder karena merasa belum punya bekal yang cukup. "Langsung berangkat nanti des?" Seorang teman bertanya lagi " enggak kak. Ini aja belum daftar beasiswa. Aku mau nyari pengalaman dulu kok" jawabku Sebenarnya, persiapan itu tidak hanya tentang administrasi. Bagi saya persiapan yang utama adalah niat. Ngomong-ngomong niat, erat sekali hubungannya dengan tujuan hidup. Jadi sebenarnya sebelum memutuskan mau S2 atau apapun itu harus memiliki rencans hidup dulu. Hidupku setelah profesi ini mau kemana ? Sebenarnya cita citaku itu apa ? Sebenarnya tujuan hidupku itu apa ? Sebenarnya aku itu passion di bidang apa ? Jadi gimana caranya aku mengejar ketertinggalan dalam membuat cerita sebagai bekalku sebelum lanjut kuliah  Pertanyaan pertanyaan itu ...
Kamu tau ga, perempuan itu ahlinya mengingat janji. Maka jangan pernah kamu menjanji janjikan sesuatu yang kiranya kamu tidak mampu memenuhinya. Perempuan itu ahlinya merasakan. Maka jangan pernah kamu menyentuh hatinya jika kiranya kamu tidak mampu untuk menjaga hatinya. Perempuan itu rumit, maka jangan kamu perumit hidupnya dengan kehadiranmu yang menjadi pertanyaan besar baginya. Apakah kamu memang akan menetap atau hanya singgah. Kamu tau ga, dibalik jawabannya yang gapapa atau I am fine, perempuan itu sedang menutupi lukanya. Perempuan itu tidak mau terlihat lemah dihadapan orang lain. Perempuan itu ingin terlihat baik baik saja. Meski sebenarnya tidak sedang baik baik saja. Sudah ya, sudah saatnya perempuan itu tegas dengan dirinya sendiri. Kembali menjadi perempuan yang fokus kepada mimpi-mimpi. Terima kasih Depok, 8 Maret 2020