Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2020

Journal #1

Komunikasi adalah hal penting. Cara kita berkomunikasi juga menentukan respon orang lain. Apakah orang lain merasa nyaman, apakah orang lain memamami apa yang kita jelaskan, dsb.  Hari ini aku belajar tentang komunikasi yang baik. Termasuk menegur dengan cara yang baik, yaitu dengan cara kita melakukan komunikasi yang baik. Harapannya, dengan begitu..orang lain akan tersadar.  Tapi sejujurnya, perlu membiasakan diri untuk komunikasi dan menegur dengan cara yang santun. Perlu latihan untuk menyusun kata katanya. Jadi belajar, ternyata menegur tidak perlu pake marah marah apalagi kata kata yang mengintimidasi. Tapi cukup dengan tunjukkan sikap terbaik kita.  Depok, 26 Oktober 2020

Cerita (super) pendek

Dari awal kamu mengatakan bahwa kita hanyalah teman. Kamu  berulang kali mengatakannya demikian. Sehingga aku selalu beranggapan bahwa kebaikan kebaikanmu hanyalah karena kamu memang demikian ke temanmu. Ga hanya ke aku, tapi mungkin juga ke temanmu yang lain. "Paling dia begitu ke semuanya". Sebuah afirmasi yang aku lakukan terus menerus ke diriku sendiri. Setidaknya itu yang menyelamatkanku dari drama yang tidak perlu. Aku tidak perlu pusing menerka nerka maksudmu, kebaikanmu. Karena dari awal kamu sudah mengatakan demikian. Meski seringkali aku bertanya tanya, tapi seringnya jawabannya aku kaitkan lagi ke perkataanmu yang awal.  Suatu hari kamu tiba tiba bertanya kepadaku tentang beberapa hal. Kamu bertanya kepadaku tentang kriteria kesiapan laki laki, tentang finansial planning, bagaimana menghadapi keadaan ekonomi yang sulit,tentang pendapatku merawat orangtua dan mertua, tentang bagaimana jika harus di rumah dan tidak bekerja, dsb.  Ketika kamu bertanya hal demikian...
Banyak sekali pertanyaan yang sampai hari ini belum menemukan jawabannya Atau bahkan memang tidak ada jawabannya. Banyak sekali sikap yang kadang mispersepsi. Banyak sekali asumsi yang berlebihan. Ayolah kurang kurangi itu semua. Kurangi overthinkingnya. Kamu berhak bahagia.
Bismillah untuk 1 tahun ke depan. Semangat ya ! Self.  Tapi sejujurnya Mimpiku tidak di sini  Tapi nanti aku dibilang ga bersyukur Tapi nanti aku dibilang mau nyari aman Cape emang kalau ndengerin kata orang Peduli apa mereka Kan yang ngejalanin semuanya itu aku Bukan kamu atau mereka atau siapapun

Random thought : Home is....

Setahun ke depan bakal kangen banget sama rumah dan segala isinya. Kangen nasihat nasihat bapak. Kangen cerita sama bapak dan antusiasme bapak dalam mendengarkan. Bakal kangen celotehan ibu. Meski aku sering dimarahi karena kamarku ga rapi atau aku sedang malas untuk membersihkan rumah. Bakal kangen adiku. Kangen merusuhi adiku.  Bakal kangen juga sama sepupuku yang masih 2 th. Yang walaupun masih 2 th yang ceriwisnya minta ampun. Bakal kangen dengan suara imutnya "Mba etin, lagi apa ?" Hihi 😆 Bakal kangen ya. Rumah adalah tempat pulang terbaik. Karena isi di dalam rumah itu hangat. Tidak seperti orang orang di luar rumah. Yang dari tatapan matanya saja sudah tidak ramah.  Tapi untuk maju, kita harus keluar dari rumah kan ? Masih banyak pengalaman hidup yang harus didapat. Masih panjang jalan untuk mencapai ultimate life goals. Tadi pagi, ada percakapan dengan orang perantau dari jakarta yang sudah tidak bekerja lagi. Beliau berkata begini, "Kalau mau cari uang, memang ...
Pelajaran hari ini adalah Walaupun perempuan, harus mandiri. Bisa ngapa ngapain sendiri. Ga boleh bergantung sama orang lain. Dan ga boleh ngrepotin orang lain. Terkadang juga harus bodoamat sama orang lain. Bukan berarti ga peduli. Tapi mengambil jeda, untuk mengembalikkan mental dan mood yang baik. Itulah kenapa perempuan kudu bisa ini itu. Termasuk kemana mana sendiri.
Pelajaran hari ini : Ternyata aku butuh beribu ribu jam lebih banyak dari orang lain untuk bisa expert bahasa inggris especially IELTS 😭 SEMANGAT SEMANGAT SEMANGAT !!!!!! gapapa 1% per hari. - menyemangati diri sendiri

Suatu saat nanti

Suatu hari nanti, anak anakmu akan bertanya tentang kehidupan ini dan bagaimana menjalaninya. Jawabannya itu ada pada apa apa yang kita jalani saat ini dan sikap kita dalam menjalaninya. Maka, jalanilah hidup ini dengan sebenar benarnya. Ambil banyak pengalaman dan segala jenis emosi agar kita tahu bagaimana menghadapinya. Agar kita bisa menjadi teman bertumbuh yang baik untuk mereka. Agar kita bisa memberikan mereka jalan dan petunjuk arah. Agar  anak anak nanti lebih baik dari kita dalam menjalani kehidupan mereka. Rengkuhlah segala jenis emosi yang hadir dalam hidup kita saat ini. Suatu saat,  ini menjadi sangat berarti.
Beberapa kebaikan memang hanya perlu dianggap "Oh dia memang begitu ke semuanya" Sebuah afirmasi yang aku lakukan untuk diriku sendiri yang aku lakukan terus menerus jika ada seseorang yang memang " terlihat baik". 
Biarkan matahari datang pada pagi hari dan pergi di kala senja Lalu aku, hanya bisa memandangi dan menikmatinya dari kejauhan Tanpa bisa apa-apa Kecuali berdoa Karena dia akan menembus jarak yang jauh Kamu tau ga sejauh apa jarak itu ? Sejauh bumi dan langit

Urusi Hidupmu Dulu lah

Hidupmu terlalu berharga kalau hanya untuk mempedulikan hal yang belum jelas. Urusi dulu lah hidupmu sendiri. Definisikan secara operasional keinginan-keinginanmu itu. Kemudian refleksikan apakah usahamu sudah menuju ke tujuanmu atau belum. Sebuah proses mengenal diri sendiri memang butuh waktu. Daripada sekarang mengurusi hidup orang lain, kan lebih baik energinya untuk mengurusi diri sendiri :) yang ternyata ketika ditengok, masih berantakan. Gapapa gapapa, rapihkan satu per satu. Jangan tergesa-gesa, nanti kamu tidak menikmati prosesnya. Selama proses banyak sekali pelajaran yang dapat dipetik. Salah satunya adalah mengendalikan diri. Mengendalikan diri untuk bersikap biasa saja. "Jadi, tujuan hidupmu apa ?" "Cita-citamu apa sih ?" "Kamu ingin berkontribusi di bidang apa ?" "Misal, Kalo mau jadi pengusaha, maunya pengusaha apa ? gimana cara mencapainya ?" dsb  Udah bisa jawab pertanyaan itu belum ? Kalo belum, Masih banyak ternyata hal-hal yan...

Namanya Juga Ekspektasi

Ada seorang perempuan yang berhari-hari menimbang-nimbang keputusan apa yang akan diambil. Keputusan yang sangat menentukan timeline hidup ke depannya. Perempuan itu dipenuhi ragu, takut, khawatir dan berbagai pikiran lain yang dapat dikatakan "terlalu overthinking". Mungkin bagi orang lain, memutuskan akan berkarya dimana tidak menjadi masalah yang berarti. Akan tetapi, bagi perempuan itu, sebuah tempat dimana harus berkarya kalau bisa sesuai dengan keingin dari hatinya. Karena ia percaya bahwa segala sesuatu yang dikerjakan dari hati akan sampai ke hati. Bahasa simpelnya adalah ikhlas. Perempuan itu tidak muluk-muluk keinginannya. Bisa berkarya di tempat yang ia yakin ia dapat bertumbuh, ia dapat menjalaninya dengan ikhlas dan tenang, itu sudah menjadi kebahagiaan sendiri untuknya.  Perempuan itu ragu akan kemampuannya sendiri, ragu akan kepercayaan dirinya sendiri apakah mampu atau tidak menjalani konsekuensinya. Rasa-rasanya, rasa takut dan khawatir masih lebih besar diba...