Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2019
Assalamualaikum blog Lama sekali tangan ini tidak menulis di sini. Sebenarnya banyak sekali yang ingin ditumpahkan, banyak sekali ide tulisan, tetapi waktu sedang memintaku untuk fokus belajar. Kapan kapan kita menulis lagi ya blog:")

Menjadi Dewasa

Menjadi dewasa, mulai memikirkan hidup yang bukan untuk diri sendiri saja. Segala ambisi mulai dileburkan dengan realita. Orangtua yang semakin menua, adik yang akan mulai meninggalkan rumah untuk menggapai mimpinya. Di titik ini, ada sebuah kekhawatiran luar biasa dari orangtua. Apalagi melihat anak pertamanya sudah menginjak kepala dua. Tentang sepinya rumah ini, tentang masa tua. Entahlah, begitu banyak hal berkecamuk di masa sekarang. Bagaimanapun, orangtua tetap memikirkan anaknya. Setelah mengantarkan sampai kuliah pun memikirkan bagaimana kehidupan anaknya setelah ini. Apakah anaknya sudah bisa berdiri di atas kakinya sendiri untuk melanjutkan kehidupannya yang mungkin akan berpisah dengan mereka suatu hari nanti. Hal ini menjadi semacam kewajiban orangtua untuk memandirikan anak. Agar kelak ketika berpisah, mereka tidak khawatir, anaknya sudah dibekali perbekalan yang cukup untuk melanjutkan hidup. Kalau dipikir dan dirasakan. Yang membuat orangtua bahagia sederhana. Bu...

Review Novel Merdeka Sejak Hati

gambar dari goodreads,com Novel terbaru karya Ahmad Fuadi telah memberikan saya   pandangan   baru terhadap hidup yaitu kemerdekaan hakiki. Mungkin, dulu makna merdeka bagi saya adalah ketika negara sudah tidak dijajah oleh penjajah. Atau disaat saya tidak memiliki tugas apapun. Namun, setelah membaca novel ini makna itu telah berubah. Merdeka memang artinya kita bisa lepas dari penjajah. Namun, setelah kemerdekaan, Indonesia pun masih berjuang untuk mempertahankan kemerdekaanya. Tantangannya bukan lagi penjajah dari luar tetapi justru dari rakyat Indonesia sendiri yang berniat memberontak. Sedangkan merdeka bagi saya adalah ketika saya dapat menjalankan hidup ini tanpa ada pengaruh dari orang lain, ketika saya dapat menjalani hidup sesuai dengan nilai islam yang telah saya pelajari, ketika saya dapat memerdekakan pikiran saya dengan terus sekolah, ketika saya tidak terikat dengan siapapun atau apapun hal-hal yang berkaitan dengan dunia seperti ketergantungan kepada ...

Sebuah Jurnal Negeri di Atas Awan

“Manusia terlahir merdeka, lingkungan membuat kita terpenjara”- Fiersa Besari Manusia terkadang seenaknya saja. Meminta waktu lebih lambat dari biasanya ketika sedang mengalami hal yang membahagiakan dan meminta waktu berjalan secepat kilat ketika sedang mengalami ketidaknyamanan. Saya pun demikian. Namun kali ini saya bisa lebih berdamai dengan keadaan. Sebuah kenangan terkadang membuat kita terpenjara. Terpenjara dalam angan-angan kita sendiri. Berandai-andai, andaikan hari membahagiakan itu terjadi setiap hari, andaikan di hari yang membahagiakan itu waktu berjalan lebih lambat atau bahkan berharap waktu kan berhenti. Tapi saya sadar, tidak ada yang abadi di dunia ini. Semua akan datang dan pergi silih berganti. Maka, saya simpan saja kenangan yang bahagia dan tidak bahagia tersebut sebagai pembelajaran. Meski sudah pernah ke Dieng 2 tahun yang lalu, entah mengapa tahun ini saya ingin mengunjunginya lagi. Alasan utamanya adalah karena ingin merefresh otak dari perskripsian...
Kalau mau berhasil ya harus menghadapi itu semua (profesi dan lalala yeyeye nya). Kalau gamau menghadapi itu semua ya cukup sampai sini . Semangat !!!!!!
Seiring berjalannya waktu, bertambahnya umur, dan bertambahnya pemahaman hidup, pemahaman saya terhadap cinta mencintai seseorang telah berubah.  Dulu, saya memaknai cinta sebagai perasaan yang harus diungkapkan dan harus memiliki. Namun sekarang tidak sesederhana itu. Perasaan ini terlalu murah jika mudah diungkapkan tanpa adanya tindakan yang serius. Terlalu indah jika harus untuk main-main. Terlalu berharga jika hanya untuk memiliki sesuatu yang tidak bertujuan.  Saya paham, walaupun perasaan itu rumit, namun perlu dijaga karena perasaan itu sangat berharga. Yang perasaan itu perlu memiliki tujuan jika hendak diungkapkan. Saya belajar, bahwa menjaga tidak semudah itu. Tetapi saya juga belajar tentang kesabaran, tidak tergesa-gesa. Saya belajar, bahwa menunggu itu tidak semembosankan itu. Banyak hal yang bisa dilakukan. Belajar, berkarya, termasuk bersiap. Mencintai juga belajar mengikhlaskan. Sebagai manusia, saya tidak mengetahui kemana dan dengan siapa l...

Mengejar Mei

“Skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai”-Anies Baswedan Setelah menjalani skripsi yang penuh dengan tantangan, ternyata skripsi tidak semenyeramkan yang ada dalam bayangan atau yang kakak tingkat katakan hehe. Jadi selow aja bagi kalian yang akan menjalani fase skripsi ini, nda usah mikir yang aneh-aneh dulu. Jalani aja. Petualangan skripsi saya dimulai di penghujung semester 7 saat saya masih menjalani praktik klinik stase anak. Sekitar bulan Desember awal kami se-angkatan ada orientasi tentang perskripsian oleh koordinator prodi S1. Skripsi di fakultas saya pada kurikulum saya (karena mulai tahun 2017 kurikulum berganti) dimulai full di semester 8 sehingga kami hanya mempunyai waktu kurang lebih 6 bulan untuk mengerjakan. Oke, saya mulai dengan proses pemilihan departemen peminatan skripsi. Departemen Peminatan Fakultas saya memiliki 6 departemen peminatan yaitu departemen dasar keperawatan dan keperawatan dasar (DKKD), keperawatan medikal bedah (KMB), keperawatan an...
SELAMAT ! Pokoknya selamat Selamat berjuang (kembali) Selamat menempuh jalan yang baru Selamat merasakan kehidupan yang sesungguhnya Jarak ! Terima kasih telah menjaga kami Bahkan pada sesuatu yang belum pasti Meski sesungguhnya ada harapan di dalam hati

Sedang tidak Bersemangat

Untukmu yang sedang tidak bersemangat, Ingat ingat Bahwa waktu kita terbatas, Kemampuan kita terbatas, dan kesempatan kita terbatas Ingat ingat Bahwa semakin menunda Semakin kita tidak melakukan apa apa Bukankan itu semakin jauh dari tujuan kita ? Aku tahu Kita pun sebagai manusia berhak merasa lelah Kita berhak merasa ingin berhenti Itu wajar Tapi Jika dipikirkan lebih dalam lagi Semua itu adalah tantangan ! Kita harus bisa menaklukan Yuk, ingat lagi tujuan kita Ingat lagi nilai-nilai hidup kita dan ingat lagi deadlinennya hehehe Depok, 7 Mei 2019

Dijatuhkan untuk Dibangkitkan

 Perjalanan hidup manusia terkadang tidak terprediksi. Kita menginginkan jalan A, ternyata belum tentu diizinkan dengan cara kita dijatuhkan. Lalu membuat kita berpikir, mencari jalan lain, yang ternyata jalan itu adalah jalan yang paling ideal untuk mencapai tujuan. Walaupun awalnya kita mengeluh, merasa dunia tidak adil, merasa jatuh, tetapi ternyata kebaikanNya ternyata lebih indah. Ya, Dia begitu baik sampai sampai kita tidak pernah bisa menghitung nikmat yang kita peroleh setiap hari. Maka, bersyukurlah kita menjadi manusia yang pandai bersyukur meski kita sedang di titik terendah. Beberapa hari yang lalu, saya berdiskusi dengan seorang teman membahas tentang "jalan hidup" seseorang. Dari pengalaman pribadi teman saya, teman saya pernah ditolak beberapa kali judul skripsinya bahkan ada salah satu judul yang sudah selesai dari bab 1-4. Saat itu, teman saya kondisinya sangat terpuruk, jatuh, dan tidak tahu harus bagaimana. Tetapi saat itu pula, hebatnya dia adalah dia la...

Flexbility Psychology

Jika menurut anak kesehatan manusia terbentuk dari sel-sel, menurut anak psikologi manusia terbentuk dari kata-kata. Mengapa demikian ? Menurut anak psikologi, Manusia melakukan sesuatu berdasarkan dari nilai-nilai yang diyakininya. Niali-nilai tersebut tersusun dari kata-kata :)  Beberapa hari yang lalu saya belajar tentang  flexibility psychology  dari kakak-kakak magister pskologi.  Flexibility psychology  itu intinya bahwa kita selalu memiliki pilihan sebelum melakukan sesuatu. Tanpa disadari setiap hari, hidup kita selalu diliputi oleh pilihan-pilihan.  kita diajarkan untuk lebih fleksibel terhadap hidup. Ya, seperti yang kita rasakan sekarang bahwa hidup ini berat guys. Ada tanggungan kuliah, mulai memikirkan apa yang akan dilakukan ke depannya, jauh dari orangtua, dsb. Janganlah kita membuat diri kita semakin menderita dengan menuntut dengan kata “harus” seolah-olah tidak ada pilihan lain. Namun bukan berarti dengan tidak adanya kata harus...

Random Thought

Jika aku memiliki mesin waktu, aku ingin segera ingin menuju ke 5 tahun ke depan. Aku ingin mengetahui jawaban dari pertanyaan-pertanyaanku yang tersimpan Pertanyaan-pertanyaan yang tak dapat aku katakan Mungkin terlalu klise, Mungkin menurutmu biasa saja Mungkin ya tidak ada artinya Entahlah Aku yang terlalu berharap Atau kamu yang pandai menyembunyikan juang ? Aku tidak tahu Semua masih menjadi rahasia Kamu terlalu sunyi Kamu terlalu pandai menyembunyikan isi hati Tapi, Itu yang membuatmu berbeda Karena, Kamu begitu pandai menghormati seseorang terutama perempuan Tidak pernah mengumbar nama Apalagi mengumbar rasa Kamu begitu terjaga Itu yang meyakinkanku Bahwa kamu orang baik Apakah dugaanku benar ? Depok, 2 Mei 2019

Setengah Perjalanan Bersama Skripsweet

Tak terasa sudah 4 bulan mengerjakan skripsi. Rasanya sudah nano-nano hehe. Skripsi ini mengajarkan banyak hal, selain hal secara akademis. Yang paling terasa adalah menjadikan saya seseorang yang lebih berani menghadapi tantangan, menjadikan saya seseorang yang tidak cemen.  Sejauh ini, tantangan dalam skripsi benar-benar dirasakan saat pengambilan data. Masalah perizinan sudah selesai, namun untuk koordinasi dengan pihak-pihak terkait membutuhkan waktu. Istilahnya harus pintar melobi. Saya sudah 3 kali mengmabil data, 2 kali di posbindu dan 1 kali di puskesmas. Alhamdulilah sudah mendapatkan 12 responden, masih kurang 18 responden lagi. Ketika pengambilan data pun tidak semua calon responden mau untuk menjadi responden. Saya tentu tidak boleh memaksa mereka karena mereka harus menjadi responden dengan sukarela. Selama 3 kali pengmabilan data ini saya bertemu dengan bermacam-macam orang. Ada yang dengan sangat welcome menjadi responden saya, yang benar-benar mau membantu ...