Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Bekal Hidup

Manusia Berkualitas

Kata Bapak, anak-anak bapak harus menjadi orang yang berkualitas Tahukah kamu apa yang disebut orang berkualitas ? Yaitu orang yang memahami ‘ilmu dunia dan ‘ilmu akhirat. Kata bapak, ilmu dunia itu digunakan untuk kita bertahan hidup di dunia, seperti untuk mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan kita. Sedangkan ilmu akhirat adalah ilmu kita tentang akhirat, tentang kehidupan setelah di dunia. Tetapi kata bapak, kita harus bisa juga menggunakan ilmu dunia untuk kepentingan akhirat. Seperti bekerja dengan berniat menolong orang lain misalnya. Ilmu dunia dan ilmu akhirat haruslah dipahami secara bersamaan. Kata bapak, anak-anak bapak harus bisa sekolah yang tinggi untuk bisa menjadi orang yang berkualitas. Bukan untuk mencari gelar, melainkan untuk mencari ilmuNya yang luas tersebar. Mungkin ibu dan bapak tidak bisa sekolah tinggi seperti anak-anak bapak, sehingga bapak ingin anak-anak bapak lebih baik dari mereka. Kata bapak, hanya ini yang bisa bapak bekalkan kepa...

Memaknai Pemberian

Masjid Istiqlal Jakarta. Dokumentasi pribadi Hari ini merupakan Hari Raya Idul Adha bagi umat muslim sedunia. Hari Raya Idul Adha ini mengingatkan saya tentang kisah Nabi Ibrahim yang diperintah oleh Allah untuk menyembelih putranya, yaitu Nabi Ismail. Hal ini merupakan ujian yang berat bagi Nabi Ibrahim karena harus menyembelih anaknya sendiri. Namun, karena ketaatan Nabi Ibrahim kepada Allah, Nabi Ibrahim bersedia menjalankan perintah itu. Nabi Ismail juga demikian, beliau dengan ikhlas bersedia disembelih oleh ayahnya sendiri atas perintah Allah. Dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail kita dapat mengambil pelajaran bahwa segala yang diberikan oleh Allah adalah titipan. Semua bukan milik kita yang sewaktu-waktu dapat diambil kembali olehNya. Maka seberharga apapun yang kita miliki seperti anak, sahabat, orangtua, harta, dan lain sebagainya kita harus bersiap jika suatu saat semua itu diambil kembali olehNya. Kita harus selalu ingat bahwa taat kepada perintahNya adalah yan...

Cinta Mereka Tidak Berbatas

Jika dipikir-pikir dan rasakan, kasih sayang orangtua kepada anak tiada batasnya. Tanpa kita minta, tanpa kita suruh, mereka memberikannya dengan tulus ikhlas. Bersyukur, memiliki orangtua yang demikian. Orangtua lengkap dengan kasih sayang dan banyak memberikan pembekalan hidup. Bukan, bukan bekal harta tapi ilmu. Ibu, Seseorang yang setiap pagi bangun subuh untuk menyiapkan sarapan keluarga. oiya bahkan ketika saya masih SMA, ibu saya setiap pagi menyiapkan bekal sarapan untuk saya makan siang di sekolah. Memberikan bekal air minum yang setiap hari harus dibawa. Sesederhana itu, tapi rasanya mengena sekali ketika jauh dari rumah. Bagi saya, ibu itu seseorang yang hebat. Ibu saya ibu rumah tangga, tidak bekerja. Dulu waktu saya masih SD, ibu saya membuka warung di rumah untuk membantu ekonomi keluarga. Jadi ibu saya selalu menemani anak-anaknya tumbuh dan berkembang. Melakukan perannya sebagai ibu dengan baik. Saya belajar banyak dari ibu saya. Tentang cara menjadi ib...

Wayang !

wayangan di SMA N  1 Gombong 2014. Dokumentasi pribadi Bapak ngendika, yen manungsa kue persis kaya wayang sing lagi dilakokna nang dalang. Dalang wis gawe ceritane masing masing tokoh arep kepriwe. Wayang kur manut meng alure dalang. Manungsa ya padabae kaya ngono, kaya wayang sing dilakokna nang dalang. Bedane, manungsa due akal lan pikiran. Kue sing mbedaake manungsa karo makhluk liyane. Mula anane manungsa lair kue kudu ana artine (manfaate) mergane due akal lan pikiran. Aja malah anane manungsa kur dadi res res (sampah) nang masyarakat. Sebab perkara rezeki, nasib, umur, jodoh wis ditentokna nang Gusti Allah, Manungsa ra perlu iri karo duene wong liya. Kudu eling nek kabeh kabeh wis ditentokna. Tugase manungsa ya ikhtiar nang dalan sing bener. Nek hasile urung pada karo sing dikarepna, ya aja elek pikir sit, kudu sabar lan tetep ikhtiar. Mungkin Gusti Allah lagi nyoba, lagi ngenei babagan anyar tentang ilmu urip. Pun, nek berhasil kue pun cobaan.  Apa manungsa tete...

Makna Syukur

Dulu waktu masih jaman Sekolah, aku memaknai syukur dengan ucapan “Alhamdulilah”. Namun, seiring berjalannya waktu, makna syukur ternyata lebih dalam dari itu. Ya, bukan hanya ucapan “Alhamdulilah”, tetapi bagaimana kamu bisa menggunakan apa apa yang kamu syukuri untuk menjadi lebih bermanfaat. Misalnya, ketika kita diberi “sehat” kita berupaya untuk menggunakan nikmat sehat itu untuk menolong orang lain, untuk memudahkan urusan orang lain, dan untuk lebih giat dalam beribadah. Misalnya lagi, kita diberi waktu luang, kita gunakan waktu itu untuk hal hal yang bermanfaat seperti mengulang materi yang telah dipelajari untuk persiapan UAS. Misalnya lagi, ketika kamu keterima di sebuah PTN impianmu, kamu bersyukur dengan cara membantu adik adik kelasmu berjuang agar bisa mencapai impian mereka juga. itu hanya contoh sederhananya, masih banyak contoh yang lain. Tetapi, apakah kita hanya bersyukur untuk hal hal yang menyenangkan saja ? Tentu tidak, syukur pun berlaku untuk ...

Makna Harta

Suatu sore, sang ayah bercerita kepada putrinya mengenai harta dan bagaimana kita mengelolanya. “Nak, harta yang kita miliki sekarang adalah titipan, dan harta yang nilainya tinggi adalah harta yang paling bermanfaat untuk orang lain”. Lalu sang ayah melanjutkan ceritanya sembari meminum teh yang ada di dalam gelas. “Nak, jika kamu besok sudah jadi perawat, jadilah perawat yang ringan tangannya untuk menolong orang lain, niatkan semuanya untuk beribadah kepada Allah, jangan pernah hitung menghitung gajimu berapa, rezeki udah ada yang mengatur, ikutilah kata hati nuranimu nak karena itulah tempat tersuci manusia. Nak, kamu tahu kenapa orang yang pelit sering dikatakan rezekinya sempit ? Karena sebelum memberi mereka sudah bersuudzon terlebih dahulu kepada Allah dengan berpikiran bahwa memberi akan mengurangi harta mereka. Jika berpikiran seperti itu sama saja berpikiran bahwa Allah tidak akan memberi rezeki lagi kepada mereka. Kamu tidak boleh seperti itu ya. Jad...