Dulu waktu masih jaman Sekolah, aku memaknai syukur dengan ucapan “Alhamdulilah”.
Namun, seiring berjalannya waktu, makna syukur ternyata lebih dalam dari itu. Ya, bukan hanya ucapan “Alhamdulilah”, tetapi bagaimana kamu bisa menggunakan apa apa yang kamu syukuri untuk menjadi lebih bermanfaat.
Misalnya, ketika kita diberi “sehat” kita berupaya untuk menggunakan nikmat sehat itu untuk menolong orang lain, untuk memudahkan urusan orang lain, dan untuk lebih giat dalam beribadah.
Misalnya lagi, kita diberi waktu luang, kita gunakan waktu itu untuk hal hal yang bermanfaat seperti mengulang materi yang telah dipelajari untuk persiapan UAS.
Misalnya lagi, ketika kamu keterima di sebuah PTN impianmu, kamu bersyukur dengan cara membantu adik adik kelasmu berjuang agar bisa mencapai impian mereka juga.
itu hanya contoh sederhananya, masih banyak contoh yang lain.
Tetapi, apakah kita hanya bersyukur untuk hal hal yang menyenangkan saja ?
Tentu tidak, syukur pun berlaku untuk hal hal yang kurang menyenangkan (menurut kita), misalnya mendapatkan nilai jelek sewaktu ujian yang menyebabkan kita harus remed.
Terkadang, kita memaknainya dengan pemaknaan negatif. Mungkin jika masih begitu kita kurang memahami bahwa segala sesuatu yang terjadi ada maksud tersendiri. Mungkin Allah ingin agar kita belajar lagi, mungkin Allah ingin agar kita ilmunya tidak disitu situ aja, dll.
Misalnya lagi, kita mengikuti suatu kompetisi A, B, C, D,E, dst tetapi hasilnya belum sesuai dengan apa yang diinginkan. Mungkin Allah ingin agar kamu berusaha lebih lagi, mungkin karena memang kemampuanmu belum “cukup layak” mendapatkan kemenangan itu, dst dst.
Dibalik hal yang kurang menyenangkan tadi (menurut kita) mungkin Allah sedang menyelipkan pelajaran (hikmah), misalnya pelajaran bersabar, pelajaran melapangkan hati, pelajaran untuk tetap berhudznuzon dll. Something happen with a reason. Tidak ada sesuatu yang sia sia kan di dunia ini ?
ya, Syukur, satu kata yang berjuta makna.
Namun, seiring berjalannya waktu, makna syukur ternyata lebih dalam dari itu. Ya, bukan hanya ucapan “Alhamdulilah”, tetapi bagaimana kamu bisa menggunakan apa apa yang kamu syukuri untuk menjadi lebih bermanfaat.
Misalnya, ketika kita diberi “sehat” kita berupaya untuk menggunakan nikmat sehat itu untuk menolong orang lain, untuk memudahkan urusan orang lain, dan untuk lebih giat dalam beribadah.
Misalnya lagi, kita diberi waktu luang, kita gunakan waktu itu untuk hal hal yang bermanfaat seperti mengulang materi yang telah dipelajari untuk persiapan UAS.
Misalnya lagi, ketika kamu keterima di sebuah PTN impianmu, kamu bersyukur dengan cara membantu adik adik kelasmu berjuang agar bisa mencapai impian mereka juga.
itu hanya contoh sederhananya, masih banyak contoh yang lain.
Tetapi, apakah kita hanya bersyukur untuk hal hal yang menyenangkan saja ?
Tentu tidak, syukur pun berlaku untuk hal hal yang kurang menyenangkan (menurut kita), misalnya mendapatkan nilai jelek sewaktu ujian yang menyebabkan kita harus remed.
Terkadang, kita memaknainya dengan pemaknaan negatif. Mungkin jika masih begitu kita kurang memahami bahwa segala sesuatu yang terjadi ada maksud tersendiri. Mungkin Allah ingin agar kita belajar lagi, mungkin Allah ingin agar kita ilmunya tidak disitu situ aja, dll.
Misalnya lagi, kita mengikuti suatu kompetisi A, B, C, D,E, dst tetapi hasilnya belum sesuai dengan apa yang diinginkan. Mungkin Allah ingin agar kamu berusaha lebih lagi, mungkin karena memang kemampuanmu belum “cukup layak” mendapatkan kemenangan itu, dst dst.
Dibalik hal yang kurang menyenangkan tadi (menurut kita) mungkin Allah sedang menyelipkan pelajaran (hikmah), misalnya pelajaran bersabar, pelajaran melapangkan hati, pelajaran untuk tetap berhudznuzon dll. Something happen with a reason. Tidak ada sesuatu yang sia sia kan di dunia ini ?
ya, Syukur, satu kata yang berjuta makna.
Komentar
Posting Komentar