Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Tentang Hidup di Jakarta

Dokumentasi pribadi Kata orang, hidup di Jakarta itu keras. Biaya hidupnya mahal. Kata orang, hidup di Jakarta itu tingkat stressnya tinggi, pergi pagi pulang malam, begitu siklusnya setiap hari. Ditambah lagi dengan drama di jalan-bermacet-macet ria. Mula dari Desak-desakan di KRL, desak-desakan di angkot, hingga ramai orang berlalu lalang menggunakan sepeda motor yang semakin membanjiri jalanan Jakarta. Tapi Kata sebagian yang lain, hidup di Jakarta itu enak, mudah mendapatkan pekerjaan, gajinya tinggi, apa apa ada dsb. Ya, mungkin karena mereka sudah menikmati jakarta. Walaupun begitu, banyak orang yang berhasil survive hidup di Jakarta. Yang setiap hari desak-desakan di KRL, di angkot, mengendarai sepeda motor, dan sebagainya. Dengan tujuan meraih asa. Banyak orang yang pantang menyerah hidup di Jakarta dengan segala kemewahannya, namun tetap berpegang teguh pada apa apa yang sudah ditanam sejak kecil oleh orangtuanya : prinsip hidup. Karena tak jarang, orang yang b...

Resensi Buku "Pergi"

Shadow economy masih menjadi hal yang asing bagi masyarakat awam. Apa itu shadow economy ? Itu adalah ekonomi yang berjalan di ruang hitam. Black market, underground economy. Ekonomi jenis ini sangat jarang dibahas di lingkungan publik, ya karena ekonomi jenis ini tidak terlihat namun nyata adanya. Banyak bisnis besar di negeri ini dikuasi oleh orang-orang shadow economy . Ya, segala jenis bisnis, tak peduli haram atau halal. Tak peduli merugikan orang lain atau tidak. Ada perubahan ranah bisnis dari shadow economy dahulu dengan sekarang. Jika kita berbicara tentang perjudian, prostitusi, perdagangan narkoba, itu adalah masa lalu shadow economy.   Sedangkan shadow economy masa kini berkiprah dalam hal pencucian uang, perdagangan senjata, transportasi, properti, minyak bumi, valas, pasar modal, retail, teknologi mutakhur, hingga penemuan di dunia medis. Semua hal tersebut dikendalikan oleh shadow economy . Mereka tidak dikenali masyakarat, tidak diliput di media massa. Kekuasan d...

Tentang Perawat di Negeri Ini

Dokumentasi Pribadi Menjadi perawat berarti berkomitmen untuk merawat orang lain, berkomitmen untuk dengan sepenuh hati menolong orang, berkomitmen untuk melakukan tindakan sesuai dengan ilmu pengetahuan, serta bersedia mengupgrade ilmu dan skill dengan tetap mengikuti pelatihan. Menjadi perawat berarti harus rela menghabiskan waktunya untuk orang lain. Ketika dibutuhkan orang lain harus siap sedia. Menjadi perawat, tidak mengenal tanggal merah. Baginya, semua tanggalan berwarna hitam sekalipun hari raya idul fitri. Perawat tetap berdinas seperti biasa, melayani pasien seperti biasa, tidak ada yang berbeda. Karena penyakit pasien pun tidak mengenal tanggal merah bukan ? Ah ya, itulah perawat. Pengorbanannya begitu besar demi untuk melihat orang yang dirawatnya bisa kembali segar. Tak ada kebahagiaan yang lebih berarti dari sembuhnya pasien yang dirawatnya. Sebuah kebanggan tersendiri yang mungkin orang lain tak dapat memahami. Kamu tahu perawat ? Sayangnya, masih banyak ora...

Masa Bimbingan Dua Bulan

Kelompok mabimku saat wawancara ke ketua BEM FMIPA  Menjadi mahasiswa baru selain beradaptasi dengan kegiatan akademik, juga harus bisa beradaptasi dengan kegiatan non akademik. Ternyata, kegiatan non akademik mahasiswa sangat banyak sekali. Mulai dari organisasi, kepanitiaan, UKM, lomba-lomba, volunter , dan sebagainya. Sesuatu yang baru saya temui di sini. Di SMA pernah mengikuti organisasi, namun rasanya pasti berbeda dengan di universitas. Kegiatan-kegiatan tersebut juga sangat bermanfaat untuk pengembangan diri kita terutama softskill . Sesuatu yang tidak dipelajari di bangku akademik dan dituntut harus dimiliki untuk keperluan kehidupan pasca kampus. Menjadi mahasiswa baru, tentu sangat asing dengan kehidupan non akademik kampus. Sehingga, dari fakultas ada sebuah program mabim (masa bimbingan) untuk mahasiswa baru untuk mengenalkan lebih dalam rutinitas kegiatan non akademik di fakultas. Selain itu, dengan adanya mabim menjadikan   antar mahasiswa baru saling ...

Academic Life : Tentang Student Centered Learning

  Perjuangan telah dimulai, jangan sampai menyiakan-nyiakan kesempatan ini. Menjadi mahasiswa baru nursing school yang katanya terbaik se-Indonesia tentu memiliki rasa kebanggaan tersendiri. Bukan apa-apa, tetapi karena saya bisa belajar dari sumber terbaiknya. Namun, menimba ilmu di sini memiliki konsekuensi yang setara dengan gelar fakultas ini sebagai nursing school terbaik. Awal menimba ilmu di sini, saya sedikit kaget dengan sistem belajarnya karena sungguh jauh berbeda dengan masa SMA. Sistem pembelajaran di sini menggunakan sistem Student Centered Learning, yaitu pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa. Itu artinya, mahasiswa yang aktif mencari ilmu, dosen hanya menjadi fasilitator agar mahasiswa tetap on the tract . Ada dua metode yang digunakan dalam pembelajaran, yaitu Centered Learning (CL), dan Problem Based Learning (PBL). Pada metode CL, mahasiswa akan mencari sumber sesuai dengan topik yang telah diberikan. Mahasiswa dalam satu kelas akan dibagi lagi menja...

Masa Adaptasi Sang Perantau Baru

Mahasiswa Baru Fakultas Ilmu Keperawatan UI 2015 Perpindahan adalah sesuatu yang memberatkan. Meninggalkan rumah dan seisinya, meninggalkan lingkungan dan segala sesuatu yang ada di dalamnya. Ah ya, perpindahan memang terkadang mengundang kesedihan. Agustus 2015 saya resmi menjadi perantau asal desa yang nun jauh di sana. Perantau yang baru pertama kali ke kota. Perantau ilmu yang berharap kelak mimpinya menjadi nyata. Masa awal perpindahan adalah masa adaptasi. Mulai dari adaptasi di kos, lingkungan baru, teman baru, dan sistem perkuliahan yang pasti berbeda dengan zaman SMA dulu. Saya berangkat ke Depok dengan teman-teman PERHIMAK UI dan ibu saya. Awalnya saya hanya mengenal beberapa dari mereka. Ya, mereka adalah keluarga pertamaku di tanah perantauan. Tempat pulang di kala rindu menikam perasaan. Bahkan para perempuan PERHIMAK UI angkatan saya, banyak yang satu kos. Hal ini memudahkan saya untuk menghilangkan rasa homesick saya. Setelah daftar ulang, semua euforia mahasis...

Pergi Untuk Kembali

Foto di Karanganyar. Dokumentasi Pribadi Sore itu, 5 Agustus 2015 adalah sore terakhir sebelum saya berangkat ke tanah perjuangan. Ada rasa sedih yang menyeruak dada, juga ada rasa haru yang menggetarkan jiwa. Saya yang selama ini belum pernah berpisah dengan keluarga, harus memutuskan untuk berpisah dengan mereka. Inilah konsekuensi lain dari impian yang tercapai, perjuangan yang tiada henti. Namun, semilir angin merasuk jiwa tatkala saya ingat petuah dari bukunya Ahmad Fuadi tentang orang yang keutamaan orang yang merantau untuk menuntut ilmu. Bahwa orang yang merantau akan mendapatkan hal yang lebih besar, kelurga akan digantikan dengan keluarga juga yang ada di tanah rantau. Saya yakin, inilah awal bagi saya untuk menjadi manusia yang lebih baik.Saya pergi, pergi untuk kembali. Aku pergi,untuk kembali. Aku pergi,untuk menemukan jalan pulang. Tak perlu khawatir,aku akan baik baik saja. Aku pergi,untuk menuntut ilmuNya yang begitu luas. Aku pergi,untuk berpr...

Manusia Berkualitas

Kata Bapak, anak-anak bapak harus menjadi orang yang berkualitas Tahukah kamu apa yang disebut orang berkualitas ? Yaitu orang yang memahami ‘ilmu dunia dan ‘ilmu akhirat. Kata bapak, ilmu dunia itu digunakan untuk kita bertahan hidup di dunia, seperti untuk mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan kita. Sedangkan ilmu akhirat adalah ilmu kita tentang akhirat, tentang kehidupan setelah di dunia. Tetapi kata bapak, kita harus bisa juga menggunakan ilmu dunia untuk kepentingan akhirat. Seperti bekerja dengan berniat menolong orang lain misalnya. Ilmu dunia dan ilmu akhirat haruslah dipahami secara bersamaan. Kata bapak, anak-anak bapak harus bisa sekolah yang tinggi untuk bisa menjadi orang yang berkualitas. Bukan untuk mencari gelar, melainkan untuk mencari ilmuNya yang luas tersebar. Mungkin ibu dan bapak tidak bisa sekolah tinggi seperti anak-anak bapak, sehingga bapak ingin anak-anak bapak lebih baik dari mereka. Kata bapak, hanya ini yang bisa bapak bekalkan kepa...

Jawaban dari Usaha dan Doa

Di depan rektorat UI Agustus 2015. Dokumentasi pribadi Saya sebenarnya tidak terlalu mengharapkan SNMPTN karena nilai raport saya yang memang pas-pasan, ditambah lagi saya memilih UI yang high class . Rasa-rasanya kemungkinan untuk diterima melalui SNMPTN sangat sedikit. Saya kemudian mengikhtiarkan jalan lain. Saya mencoba mendaftar bimbel B3 PERHIMAK UI sebagai tempat belajar saya ketika sudah UN nanti sampai tes SBMPTN. Namun saya gagal di ujian tulisnya. Kemudian ada lagi bimbel dari PERHIMAK Bandung yang bernama “ Super Camp” namun saya juga gagal. Sedangkan teman-teman saya yang lain banyak yang diterima di sana. Saya merasa sedih karena tidak bisa diterima di bimbel-bimbel tersebut, namun saya juga semakin bersemangat karena masih ada kesempatan untuk memperjuangkan. Setelah UN selesai, saya dan dua teman saya yang lain les di salah satu alumni UI yang sudah bekerja. Saya les setiap hari selama 2 jam. Mata pelajaran yang diajarkan hanya kimia, fisika, dan matematika. Se...

Mimpi di Masa Putih Abu-Abu

UI Opendays 2014. Dokumen pribadi If you don't dream big, theres no use of dreaming. If you dont have faith, theres nothing worth believing. Let your dreams be bigger than your fears, your actions louder than your words, and your faith stronger than your feelings- Kimberly Bryant Hunter Apa kamu percaya bahwa mimpimu akan menjadi nyata jika kamu terus mengusahakannya ? Apa kamu percaya bahwa keajaiban akan datang kepada mereka yang selalu berusaha ? Saya adalah orang selalu percaya akan hal tersebut. Bahwa sekuat apapun kita, ada yang lebih berkuasa atas diri kita, ada yang lebih paham untuk mengarahkan hidup kita, yaitu Dia. Dia Yang Maha Kuasa Atas Segalanya. Depok, 7 Agustus 2015 Sebuah nikmat yang tidak pernah bisa diungkapkan dengan kata-kata saat saya bisa menjadi bagian dari the yellow jacket, sesuatu yang tak pernah terlintas di benak anak bawang ini saat masuk SMA. Seorang anak bawang dengan segala keterbatasan yang ingin sekali mewujudkan mimpinya saat ...

Memaknai Pemberian

Masjid Istiqlal Jakarta. Dokumentasi pribadi Hari ini merupakan Hari Raya Idul Adha bagi umat muslim sedunia. Hari Raya Idul Adha ini mengingatkan saya tentang kisah Nabi Ibrahim yang diperintah oleh Allah untuk menyembelih putranya, yaitu Nabi Ismail. Hal ini merupakan ujian yang berat bagi Nabi Ibrahim karena harus menyembelih anaknya sendiri. Namun, karena ketaatan Nabi Ibrahim kepada Allah, Nabi Ibrahim bersedia menjalankan perintah itu. Nabi Ismail juga demikian, beliau dengan ikhlas bersedia disembelih oleh ayahnya sendiri atas perintah Allah. Dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail kita dapat mengambil pelajaran bahwa segala yang diberikan oleh Allah adalah titipan. Semua bukan milik kita yang sewaktu-waktu dapat diambil kembali olehNya. Maka seberharga apapun yang kita miliki seperti anak, sahabat, orangtua, harta, dan lain sebagainya kita harus bersiap jika suatu saat semua itu diambil kembali olehNya. Kita harus selalu ingat bahwa taat kepada perintahNya adalah yan...

Kepada Lelaki Kedua Setelah Bapak

Kepadamu, lelaki kedua setelah bapak, Aku tau, masa-masa ini adalah masa-masa kritis bagi hidup kita. Kegundahan tentang masa depan: kehidupan setelah lulus dan teman hidup. Aku tahu, segundah apapun kamu, kamu tetaplah kamu. Pendiam yang selalu pandai menyimpan semuanya sendirian. Hingga sebesar apapun hal yang kamu simpan, Tak pernah sedikitpun terungkapkan. Kepadamu, lelaki sabar kedua setelah bapak, Aku tau, kamu adalah orang sabar. Sabar dalam menghadapi semuanya, mulai dari kehidupan kuliah yang penuh perjuangan Hingga tentang perasaan. Sabar, mungkin itu senjata pamungkasmu Sabar, mungkin itu adalah salah satu perjuanganmu dan dengan sabar, mungkin itu juga adalah penolongm Kepadamu, lelaki berprinsip kedua setelah bapak, Aku tau, dimanapun kamu Kamu tetap memegang prinsip itu Prinsip untuk tetap berjalan di jalan yang berliku Namun menuju kemenangan itu Segemerlap apapun kehidupan di sekitarmu Kamu, tetaplah kamu Sang pejuang ulung yang setia pada pri...

Leadership

Menjadi pemimpin ternyata gampang-gampang susah. Tidak semua orang cocok dg tipe kepemimpinan yang kita jalankan. Kalo saya tipe orang yg suka dengan tipe kepemimpinan demokratik yaitu kepemimpinan yg berorientasi pada hubungan antar anggota,  mengutamakan hubungan antar anggota tetap baik. Tugas terjalankan namun hubungan tetap baik. Mungkin karena saya berkepribadian INFP juga yang seringkali mengutamakan perasaan orang lain. Belajar memimpin, juga belajar bertanggung jawab. Bukan hanya kepada diri sendiri tapi juga kepada orang lain, bahkan yg lebih agung lagi kepada Allah swt. Tanggung jawab ttg proker yg sudah direncanakan, dg eksekusi yg sudah dijalankan. Apakah sudah sesuai rencana ? Tanggung jawab ttg keuangan yg sudah diterima dari fakultas maupun BEM, dg pembelanjaan yg telah dilakukan. Apakah sudah sesuai rencana ? Dan lain sebagainya. Sekeras apapun proses yg telah dijalankan, tapi jka hasilnya blm sesuai apa yg mereka inginkan, ga usah baper kalo banyak cibira...

Ekonomi dan Cinta Zaman Now

sumber : www.google.com Selama liburan ini saya memang full di rumah karena memang saya sengaja ketika libur harus di rumah. Jadilah setiap siang saya menonton TV yang berfaedah di salah satu stasiun TV. Di setiap tayangan film itu, mengangkat kasus-kasus kejahatan yang telah ditangkap oleh polisi. Hal itu mungkin bertujuan untuk menghimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam bertindak agar tindak kejahatan semakin berkurang. Kebanyakan dari tayangan film itu, menayangkan tentang kasus pembunuhan yang bermacam-macam sebabnya, walaupun ada juga kasus peniupuan. Namun saya menyimpulkan sebagian besar kasus tersebut disebabkan karena cinta terlarang dan ekonomi, Hayo coba pikirkan, apa korelasinya ? :) Sesuai dengan apa yang saya lihat ditayangan TV, banyak orang yang menjalin cinta terlarang namun bukan karena alasan benar-benar cinta. Yang dimaksud cinta terlarang di sini semua hubungan cinta kecuali suami istri yang sah ya. Misalnya hubungan antara 2 muda mud, hubungan...