Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2020

Tentang : Pamit

Mulai hari ini aku mulai untuk 'pamit'. Meskipun aku tidak pernah berkata kepadanya. Untuk apa ? Kan memang tidak pernah datang. Lagipula, kamu akan bereaksi tidak mau tahu atau hanya cuek. Entahlah, negativ thinkingku mulai berkeliaran.  Aku pamit dengan perlahan pergi. Pergi dari dalam pikiranmu yang cukup rumit. Pergi dari segala media sosialmu. Aku tidak mau lagi kepo kepoan. Meski sebenarnya penasaran. Ah sudah, untuk apa.  Satu langkah, dua langkah. Langkahku selanjutnya tertahan oleh sebuah asumsi bahwa pergi adalah bentuk menyerah. Langkahku yang awalnya sudah mantap, ingin sekali kembali ke titik awal. Aku tidak mau pulang. Aku ingin disini saja. Biarkan waktu yang menjawab. Yakin ? Aku tidak bisa, mengapa semuanya menjadi terlihat berat seperti ini. Bertahan berat, pergi juga berat. Tapi aku juga tidak bisa egois. Baiklah, aku mulai menengok peta hidupku. Aku baca ulang. Aku tata ulang. Aku resapi ulang apa yang telah aku tulis. Aku ternyata sudah jauh dari jalanku. ...

Tentang : Labirin pikiranmu

Aku tidak bisa meramal apa yang ada di dalam pikiranmu. Aku bukan cenayang yang bisa dengan gesit mengetahui semuanya. Kamu dengan tingkahmu yang konyol yang selalu melukiskan tawa di wajahku. Walaupun sesekali memang menyebalkan. Yang aku tahu, kamu sedang memperjuangkan mimpimu, memperjuangkan dia yang juga menjadi tambatan hatimu, meski aku tidak tahu siapa. Aku hanya bisa menebak-nebak saja karena semuanya masih abu-abu. Meski aku terlihat bahagia jika kamu bercerita tentang perempuan lain, tapi tetap saja aku merasa...... ah sudahlah. Aku memperingatkan diriku sendiri untuk segera membuka peta dan menemukan jalan keluar. Sayang, peta pikiranmu ternyata tidak terdeteksi di dalam ponselku. Sekarang, hanya kompas di hatiku saja yang bisa menunjukkan arah pulang. Aku ingin segera keluar dari labirin ini, meski hati kecil berkata tidak. Semuanya menjadi serba rumit, atau memang aku yang mempersulit. "Ayo langkahkan kakimu keluar perlahan. Tempat ini bukan milikmu sekarang"- s...

Tentang : Menjadi Cair

Sebut saja ini cerita hidup. Bagaimanapun dan entah bagaimana akhir dari cerita ini akan menjadi cerita hidup bagi yang menulis maupun yang membaca. Kisah ini fiktif, meski terlihat nyata. Pembaca boleh menginterpretasikannya sendir i.  Cerita ini menggunakan sudut pandang aku, aku sebagai orang pertama cerita ini dan kamu sebagai teman perangkai cerita ini. Aku kira kamu si introvert yang penuh dengan ambisi. Ternyata, kamu si cair yang bisa mencairkan segala suasana. Dan ajaibnya, kamu bisa mencairkanku yang sudah lama begitu beku. Oh bukan, aku memang begini, introvert yang sibuk dengan pikirannya sendiri. Alih-alih memiliki banyak teman, aku bahkan lebih senang berinteraksi dengan buku-buku tulisanku. Iya, aku kaku. Meski aku mati-matian agar terlihat lues.  Katamu, aku kaku, aku tidak punya banyak teman apalahi teman laki laki, dan aku yang punya banyak mimpi. Mungkin kamu benar, tapi mungkin juga engga. Kamu tidak tahu betapa bekunya aku saat di depan banyak orang. Aku i...

Tentang

Diksi-diksi yang akan kamu temui nanti, bisa jadi nyata bisa jadi hanya imajiner, silakan terka terka sendiri. Jangan lupa ambil pelajarannya agar apa yang akan aku sampaikan bermanfaat untukmu juga. Semoga, dengan diksi-diksi yang akan aku rangkai nanti, bisa menjadi penyembuh, bisa jadi pelepas resah, dan bisa menjadi igauan yang ingin aku sampaikan. Diksi-diksiku mungkin akan mudah dipahami, tetapi bisa juga tidak karena makna denotatif dan konotatif yang sering aku gunakan secara bersamaan. Biarkan yang membaca yang menginterpretasikan sendiri apa maksudnya.  Semua diksi-diksi ini akan berjudul tentang, dengan satu dua kata lagi di belakangnya
Dalam kehidupan ini, ada kalanya aku ingin menghentikan waktu barang sedetik saja. Menikmati semuanya tanpa memikirkan apa apa. Menjadi apa adanya meski banyak kurang kurangnya. Yang gapapa kamu ga suka anak kecil, bukan ngga suka. Tapi belum. Yang gapapa kamu masih belajar..kan semuanya memang perlu dipelajari. Tapi semua itu, hanyalah ilusi diri sendiri. Memang ya, masih banyak hal yang harus dibuat hitam atau putih. Beberapa hal dalam hidup butuh ketegasan dan pendirian. Gabisa diterpa angin ke kanan ikut ke kanan. Tapi darimana aku harus memulai ?
 Hai, apa kabar ? Tanya seseorang dalam hati.  Menjawab pertanyaan apa kabar memang bukan perkara mudah. Kenyataannya, ada bagian tidak baik baik saja pada semua orang, sehingga yang tidak baik dianggap wajar. Dan disebut baik. Tapi ada yang lebih susah daripada menjawabnya, yaitu menanyakannya. Terkadang dua manusia terlalu sering bersama sehingga lupa untuk saling bertanya dan bertukar kabar. Terkadang dua manusia terlalu sering tidak bersama, sehingga bertanya dan bertukar kabar kehilangan makna. Atau, terkadang dua manusia gengsi saja - temanimaji #lifes

Baiknya

Baiknya, Kamu duduk dulu Sendiri Merenungi Apa yang kamu cari Apa yang harus kamu ikhlaskan Apa yang harus kamu perjuangkan Apa yang harus kamu tidak perlu perjuangkan Baiknya Kamu pergi ke tempat sunyi Dimana kamu Hanya bisa mendengar isi hati Tanpa ada suara bising dari orang lain Baiknya Memang begini Kamu perjuangkan saja Mimpi mimpimu Tapi kamu harus ingat Kamu harus bisa mengikhlaskan dulu Apa yang harus kamu lepaskan Kamu tahu kan Untuk melangkah lebih jauh Kamu harus tanpa beban Logikanya begini Untuk apa memperjuangkan sesuatu yang bahkan sesuatu itu tidak layak diperjuangkan Untuk apa memaksakan sesuatu yang tak mau dipaksa Meskipun kamu merasa sudah menemukan Meskipun kamu merasa sudah cukup Tapi kan  Itu anggapanmu Dalam hal ini Menemukan dan cukup Harus datang dari 2 sisi Sudahlah Kamu perjuangkan saja mimpi mimpimu Kasia mereka Sudah berdebu di sudut kamar Kamu pasti bisa Melalui ini semua Meskipun kamu bilang ini berat Everything shall pass kawan.
 Tidak semua kesempatan harus diambil. Beberapa kesempatan yang menurut kita bagus, justru bisa jadi ia hanya jadi pendistraksi dari tujuan kita yang sebenarnya.  Maka itulah pentingnya punya peta hidup, biar ga tersesat di tujuan.  #lifes
Ada temen buat jalan-jalan, ada temen buat nugas, ada temen buat travelling, ada temen konyol2an, ada temen satu bimbingan, ada temen yang serius buat diajak diskusi dan belajar bareng untuk masa depan. Andai semua jenis teman itu berkumpul di satu orang. Pasti akan seru. Karena pada  akhirnya nanti, kita hanya akan membutuhkan 1 teman, tidak lebih. #lifes
Sidang akhir bukanlah akhir dari segalanya. Sidang akhir hanya akhir dari kehidupan akademik. Pertanda, awal dari kehidupan yang sesungguhnya dimana harus banyak pembuktian dari apa yang sudah dipelajari. Kenapa jadi serem sih :( Dear aku, Semangat ya untuk besok ! Apapun yang terjadi. Robbisrohli sodri wayassirli amri wahlul uqdatam mil-lisani yafqahu qauli Soon to be..... Ns.