Mulai hari ini aku mulai untuk 'pamit'. Meskipun aku tidak pernah berkata kepadanya. Untuk apa ? Kan memang tidak pernah datang. Lagipula, kamu akan bereaksi tidak mau tahu atau hanya cuek. Entahlah, negativ thinkingku mulai berkeliaran. Aku pamit dengan perlahan pergi. Pergi dari dalam pikiranmu yang cukup rumit. Pergi dari segala media sosialmu. Aku tidak mau lagi kepo kepoan. Meski sebenarnya penasaran. Ah sudah, untuk apa. Satu langkah, dua langkah. Langkahku selanjutnya tertahan oleh sebuah asumsi bahwa pergi adalah bentuk menyerah. Langkahku yang awalnya sudah mantap, ingin sekali kembali ke titik awal. Aku tidak mau pulang. Aku ingin disini saja. Biarkan waktu yang menjawab. Yakin ? Aku tidak bisa, mengapa semuanya menjadi terlihat berat seperti ini. Bertahan berat, pergi juga berat. Tapi aku juga tidak bisa egois. Baiklah, aku mulai menengok peta hidupku. Aku baca ulang. Aku tata ulang. Aku resapi ulang apa yang telah aku tulis. Aku ternyata sudah jauh dari jalanku. ...
Rumah untuk bercerita, berkontemplasi, dan mencipta kenangan