Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2020
"Banyak orang tak mengerti tujuan hidupnya, hidup pun berlalu tanpa arti. Banyak orang yang hidup, tapi tak hidup. Mereka salah tentukan tujuan hidup. Ada yang mengejar uang, rumah, mewah, emas, perempuan, seks, kekuasaan. Apa mereka bahagia ? Semu. Semua itu semu. Banyak orang tak tahu mana yang penting dalam dunia. Sungguh itu hidup yang hampa. Bukankah kehidupan banyak oran memang seperti melewati alur yang sama dan selalu sama ? Dilahirkan, dibesarkan, kerja keras, wariskan keturunan, terus kerja dan kerja memperkaya diri sampai akhirnya tua, sakit, mati. Hidup jadi rutinitas. Ketika maut menjelang, bahkan dereta digit di buku tabungan pun tak bisa menolong. Impian impian yang tidak teraih, kepuasan yang belum tercapai, semua menjadi sesal di ranjang ajal. Hidup yang sia sia. Hal yang selama ini dianggap penting ternyata tidak ada artinya, sementara tubuh pun sudah kehilangan daya.  Tak ada kesempatan mengulang. Sang waktu takkan menaruh iba. Kebahagiaan itu tak pas...
Cukup sekian kerecehan minggu ini. Mari melanjutkan hidup ! Setelah sidang mau nulis panjang lagi sih fix. Sudah terlalu banyak overthinkingku :(
Barangkali hal yang sulit untuk dilakukan setelah terlanjur basah adalah mengeringkan badan. Tapi setelah aku pikir pikir lagi, hal tersulitnya justru melupakan memorinya. Aku tidak tahu bagaimana jika, pertanyaan pertanyaan yang selama ini aku nantikan jawabannya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan  atau  bahkan tidak pernah ada  jawabannya Aku tidak tahu, harus berbahagia atau justru merasa sedih. Satu hal yang aku persipkan dari kemungkinan kemungkinan itu adalah: hati yang lapang. Merasa sok kuat,  padahal dalam hati rapuh.
Harusnya ngerjain Tapi pikiran lari lari kemana mana :( Bisa ga buat kalem dikit gitu Fokus kek ngerjain Udah tau deadline tinggal menghitung hari ! Perempuan emang rumit moodnya Perempuan, apa kamu doang sih des
Meskipun kamu dikelilingi oleh orang orang yang menurutmu keren dengan setumpuk prestasi mereka dan kamu entah merasa tetap kecil dengan capaian capaianmu sendjri (yanb mungkin itu jadi cita cita orang lain juga).  pastikan bahwa orang terdekatmu (keluarga, sahabat) selalu bisa melihatmu dengan luar biasa. Pastikan orang orang terdekatmu adalah orang orang yang bisa melihat keistimewaanmu. Bahkan kalau kamu lagi sedih dan gak berguna
Terkadang, terlalu sering mendengarkan orang lain sampai lupa kapan kita menjadi diri kita sendiri. Bergerak karena keinginan kita, bukan orang lain. Memilih jalan hidup berdasar nurani, bukan karena kata orang, atau iming iming mendapat materi banyak, keterjaminan karir, tapi hatimu tidak di sana. Kapan terakhir kali kamu melakukan sesuatu dengan hati ? Ketika kamu puas melakukannya karena membuat orang lain merasa berarti. Kapan terakhir kali kamu bisa melepas tawamu karena kamu bahagia, bukan pura pura bahagia. Ingat lagi, kapan kamu menjalani hidup ini dengan ikhlas..dengan penuh semangat dan tanggung jawab. Bukan hidup di atas tuntutan tuntutan dan penuh kekhawatiran akan masa depan. Jadi, sudah sampai mana mengejar dunia ini ? Tidak ada habisnya bukan ?
Jangan jangan Memang kamu yang terlalu merasa Padahal biasa saja. Memang dia sedang berlaku baik, sebagaimana dia memperlakukan orang lain. Kamu yang terlalu merasa Kamu yang membuat berbagai asumsi. Kamu berimajinasi bersama ekspektasi ekspektasimu. Kamu tenggelamkan dirimu ke dalam asumsi dan ekspektasimu sendiri.  Benar, memang tak ada yang salah untuk terus menumbuhkan angan. Tetapi jangan memilih kebahagiaan semu yang pada akhirnya mengecewakanmu.

Kontras

Apa yang kulihat kini semakin kontras dengan yang seharusnya Yang terlihat baik ternyata tidak baik atau bahkan pura pura baik Yang terlihat tidak baik ternyata baik Yang terlihat paling memiliki adab, ternyata yang paling sering update di sosial media. Melaporkan seluruh kegiatan hariannya. Buat apa ? Yang terlihat biasa saja, ternyata memiliki adab luar biasa Yang terlihat paling kacau masa lalunya, ternyata orang yang paling menyesal dan serius memperbaiki dirinya Yang terlihat sering meneteskan air mata, ternyata yang paling mudah tersentuh hatinya Yang terlihat paling tegar, ternyata yang paling sabar Siapa sangka Dibalik seseorang terdapat bermacam rahasia Ternyata Menilai seseorang tidak bisa sekedar hitam dan putih Tidak bisa jika P maka Q Tidak bisa digeneralisasikan Tidak bisa atas asumsi sendiri Kamu harus mengkonfirmasi Kamu harus mau menyelami kehidupannya Bukan untuk mau tahu Tapi untuk peduli Bukan pura pura peduli
Dear otak, Ayo dong berpikir keras buat ngerjain KIAN. Ayo dong jangan jalan jalan mulu pikirannya. Ayo dong jangan mikirin hal lain yang tidak penting. Dear otak, Yang kuat ya 2 minggu ke depan akan kuajak kamu berlari kencang Mari kita menangkan!
Dibalik seseorang yang mungkin terlihat bukan siapa siapa, tidak memiliki apa apa. Siapa sangka dibalik semua itu ada perjuangannya yang tidak terlihat. Perjuangan untuk membuat dirinya bermanfaat untuk orang lain misalnya. Meski tidak sama dengan seperti semua orang. Yang dimana definisi keren adlaah yang begini begitu. Seseorang itu memiliki definisi kerennya sendiri. Bermanfaat buat tetangga misalnya. Atau bermanfaat untuk teman jika ada teman yang bertanya misalnya. Seseorang itu mungkin tidak pernah terlihat. Tetapi semoga seseorang itu bisa bermakna. Untuk siapa siapa yang pernah ditemuinya. Dengan caranya yang dia bisa lakukan. Sepertinya melelahkan ya Jika terus mengikuti kata orang Apalagi definisi orang lain tentang suatu hal Seseorang itu sedang berusaha menjadi dirinya sendiri. Dengan cara yang dunia mungkin tidak pernah ketahui. Betapa sulitnya mencapai satu mimpi di lembaran kertas yang pernah ia tulis. Namun apakah ada yang mau tahu tentang kegagalannya ? N...
Memiliki teman teman yang suka mengajak main juga privilege. Mungkin mereka tidak tahu perjuanganku mengerjakan TA. Tapi mereka bisa menigingatkanku bahwa dunia ini tidak hanya seputar TA mu saja. Jangan egois.
Ternyata yang bisa 24 jam sama kamu ya dirimu sendiri Ternyata yang bisa memahami kamu ya kamu sendiri Cukup sujud tengah malam sambil merapal doa tiada putus

Visionary Life 1: Quarter Life Crysis

Beberapa insight yang aku dapatkan dari buku visionary life, karya Jodhias. sumber : unsplash.com Umur 20an adalah masa dimana orang-orang menyebutnya sebagai  quarter life crysis yaitu dimana kita akan merasa galau tentang masa depan, lulus atau tidak, masuk sekolah favorit atau tidak, lanjut kerja atau nikah, dsb.  Jika quarter life crysis menyerang manusia, ia bisa membuat orang tersebut bertanya-tanya tentang semua hal privasi yang tak bisa dijawab dengan jawaban begitu saja secara sederhana. Seperti misalnya, "Apa sih yang kamu kejar?", "Apa tujuan hidupmu ?", "Apa passionmu ?", tunggu-tunggu, kita nanti sama-sama mati kan ya, "Lalu ini semua buat apa?"  Bagi yang sudah bisa menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, Selamat! Kalian keren ! Tapi yang belum, gapapa, kalian ga sendiri ! Tapi segera temukan - ngomong ke sendiri juga Aku juga baru kepikiran hal-hal ini aat mau masuk semester 7. Saat itu sedang libura...
Sering ga sih kita udah belajar tapi lebih banyak lupanya. Mungkin ada salah sama proses belajarmu. Coba cek lagi adab belajarnya udah bener belum..sekalipun itu online, atau belajar, adab tetap diutamakan. Harus tetap menghormati guru, bersikap yang sopan, berdoa sebelum belajar dsb. Karena ada yang lebih penting dari otak yang pintar, yaitu karakter yang baik. - @career_clas.id

Kadang, mending ga peduli

Kadang tak tahu lebih baik daripada tahu. Kadang ngga peduli lebih baik daripada pura pura peduli. Kadang di saat kita masih berjuang, dan tiba tiba ada yang mengumumkan kelulusannya itu rasanyaaaaa...💔 Karena bukan itu yang aku butuhkan. Tapi support. Sometimes itu membuat semangat tapi lebih sering membuat insecure. Merasa kok belum selesai selesai, kok aku lama sih, dsb dsb. Oh aku baru tau, yang namanya menjaga perasaan itu memang penting ya.. Karena siapa tau apa yang kita miliki/raih, seseorang masih berjuang untuk itu. Jadi jangan sampai apa yang kita perlihatkan malah membuat seseorang jadi down. Menjadi seseorang menjadi insecure. Menjadi seseorang merasa tidak mampu. Jadi ya, sewajarnya saja. Jika ingin membagikan kebahagiaan, bagilah dengan cara yang elegan. Namun 1 hal yang juga lebih penting. Bahwa kamu bisa menentukan sikap terhadap apa apa yang berasal dari luari dirimu. Kendalikan dirimu. Jangan sampai terbawa arus. Nanti hanyut.. Dan tak kembali.