Langsung ke konten utama
Dibalik seseorang yang mungkin terlihat bukan siapa siapa, tidak memiliki apa apa.
Siapa sangka dibalik semua itu ada perjuangannya yang tidak terlihat.
Perjuangan untuk membuat dirinya bermanfaat untuk orang lain misalnya.
Meski tidak sama dengan seperti semua orang. Yang dimana definisi keren adlaah yang begini begitu.
Seseorang itu memiliki definisi kerennya sendiri. Bermanfaat buat tetangga misalnya.
Atau bermanfaat untuk teman jika ada teman yang bertanya misalnya.
Seseorang itu mungkin tidak pernah terlihat. Tetapi semoga seseorang itu bisa bermakna. Untuk siapa siapa yang pernah ditemuinya. Dengan caranya yang dia bisa lakukan.
Sepertinya melelahkan ya
Jika terus mengikuti kata orang
Apalagi definisi orang lain tentang suatu hal
Seseorang itu sedang berusaha menjadi dirinya sendiri.
Dengan cara yang dunia mungkin tidak pernah ketahui.
Betapa sulitnya mencapai satu mimpi di lembaran kertas yang pernah ia tulis.
Namun apakah ada yang mau tahu tentang kegagalannya ?
Namun apakah ada yang mau bertanya bagaimana susah payahnya ?
Kebanyakan orang
Ingin tahu berhasilnya saja
Tanpa mau tahu prosesnya

Egois

Apakah ada yang bisa melihatnya dari sudut pandang yang berbeda ?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramadhan Day 22 : Ke Kota

Tidak ada yang bisa duduk tenang. Hujan deras menghimpun cemas di pintu stasiun. Kereta seharusnya datang 5 menit yang lalu. Terkadang, satu menit menunggu terasa lebih merugikan daripada seumur hidup berlalu sia-sia. Seorang pemuda menyalami seorang bapak yang kupikir adalah orangtuanya. Sang bapak melambaikan tangan. Bersedih. Senyum getirnya memunculkan keriput. Si pemuda membalas dengan lambaian yang sama. Tetapi sumringah. Senyum bahagianya memunculkan rona merah. Seolah ia sedang berpura-pura lupa bahwa pria berkeriput itu telah menua. Begitu pun mimpi-mimpi yang menunggunya di kota. Demikian pikirnya, barangkali. Berjarak satu sama lain bukanlah pilihan sulit bagi sebagian orang. Jauh dan dekat hanya soal hitungan kilometer. Berbagai moda melipat jarak bagai kertas. Tetapi seringkali, jarak tidak bekerja seperti itu. Ia mengganti peta dalam pikiranmu dengan ilusi. Jauh dekat bukan lagi dihitung melalui kilometer. Meski ia disampingmu, tapi seringkali ia terasa jauh. Sejauh ...

Ramadhan Day 25 : Tantangan Itu Biasa, Menyelesaikannya itu Istimewa

FIK UI 2015 wisuda. dokumentasi pribadi Pernah tidak dalam hidupmu kamu membuat keputusan yang menurutmu paling menantang ? Aku pernah yaitu saat memutuskan aku mengikuti profesi ners. Bagiku itu adalah keputusan besar yang membentuk diriku di hari ini. Setahun yang lalu, di saat yang sama aku sedang sibuk merevisi proposal skripsiku dan merayu dosen pembimbing agar aku bisa sidang akhir Mei. Singkat cerita aku bisa sidang di akhir Mei. Aku merasa aku menang. Aku berhasil melewati salah 1 fase terberatku, yaitu skripsi. Namun setelah itu muncul pertanyaan baru lagi, what's next ? Bagi mahasiswa keperawatan, wisuda sarjana bukanlah akhir dari masa perkuliahan. Justru ini awal kehidupan yang sesungguhnya. Setelah menimbang berbagai pertimbangan, aku akhirnya memutuskan untuk mengikuti profesi, karena jalan mimpiku yang selanjutnya memang harus dilalui melalui profesi. Iya, aku harus mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR) agar aku dapat bekerja sebagai praktisi. Untuk mend...

Ramadhan Day 19 : tidak berjudul

Aku tidak menjamin bisa seperti mereka. Karena I life with myself.  Tetapi setidaknya aku sedang berproses untuk bertumbuh setiap harinya. Meski hanya 1 mm. Aku juga tidak yakin, pertumbuhanku setiap hari bisa membuatku layak. Tetapi aku yakin, apa yang aku lakukan hari ini tidak ada yang sia-sia. Apa yang aku lakukan hari ini semoga bisa mengubah masa depanku, walaupun hanya sedikit. Sesuatu yang sangat aku khawatirkan. Rumah, 12 Mei 2020 19 Ramadhan 1441 H