Perjalanan hidup manusia terkadang tidak terprediksi. Kita menginginkan jalan A, ternyata belum tentu diizinkan dengan cara kita dijatuhkan. Lalu membuat kita berpikir, mencari jalan lain, yang ternyata jalan itu adalah jalan yang paling ideal untuk mencapai tujuan. Walaupun awalnya kita mengeluh, merasa dunia tidak adil, merasa jatuh, tetapi ternyata kebaikanNya ternyata lebih indah. Ya, Dia begitu baik sampai sampai kita tidak pernah bisa menghitung nikmat yang kita peroleh setiap hari. Maka, bersyukurlah kita menjadi manusia yang pandai bersyukur meski kita sedang di titik terendah. Beberapa hari yang lalu, saya berdiskusi dengan seorang teman membahas tentang "jalan hidup" seseorang. Dari pengalaman pribadi teman saya, teman saya pernah ditolak beberapa kali judul skripsinya bahkan ada salah satu judul yang sudah selesai dari bab 1-4. Saat itu, teman saya kondisinya sangat terpuruk, jatuh, dan tidak tahu harus bagaimana. Tetapi saat itu pula, hebatnya dia adalah dia la...