Ternyata tak semudah itu untuk menapaki dunia yang asing. Aku harus mengeluarkan semua tenagaku demi untuk bisa masuk ke sana. Masih teringat ketika kelas XI, saat pertama kali aku diperkenalkan dengan dunia asing itu. Mulai saat itu, aku merencanakan untuk menuju kesana. Aku sadar diri, otakku tak terlalu pintar untuk mengalahkan mereka semua dengan nilai. Hingga aku tak menggunakan cara itu. Ya, aku menggunakan cara dengan belajar lebih awal untuk test masuk dunia itu. Tibalah hari dimana ada pembukaan bimbel di dunia asing impianku, aku mendaftar. Tapi ternyata baru tahap awal, aku sudah gagal. Ada pembukaan bimbel lagi dari dunia asing yang lain, aku mendaftar juga. Tapi ternyata aku gagal juga. Oke tidak apa apa, pasti ada jalan lain. Pada akhirnya, aku belajar sendiri di rumah. Hari demi hari melaksanakan apa yang sudah direncanakan. DI tengah perjuangan itu, ada pengumuman penerimaan dunia asing nasional. Aku sudah pasrah dengan jalur yang hanya menggunakan nilai, karena aku...
Rumah untuk bercerita, berkontemplasi, dan mencipta kenangan