Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2020
"Kamu sudah punya keputusan, tapi kamu sedang mencari pendukung." "Mungkin kamu harus menarik busurmu ke belakang dulu, untuk melesat lebih jauh lagi." "Kamu harus bilang ke logikamu itu, stop untuk membanding bandingkan dengan orang lain" "nih ya. Orang lain itu hanya bisa mendengar ceritamu. Mereka ga merasakan kamu sebagai dirimu. Tapi mereka merasakan mereka seperti diri mereka." "Kamu sudah cukup berkorban untuk mengikuti logikamu itu. Sekarang coba dengarkan kata hati kecilmu. Dia juga butuh didengarkan." Baik. Saya banyak belajar. Terima kasih :)

Berjuang

Berjuang itu menjaga, berjuang itu terjaga, berjuang itu bekerja keras, berjuang itu menahan untuk tidak ingin tahu, berjuang itu mengendalikan diri, berjuang itu menunggu, berjuang itu mengejar, berjuang itu dengan belajar setiap hari, berjuang itu mengikhlaskan, dan berjuang itu....banyak sekali definisinya Memperjuangkan hal baik dengan cara yang baik, itu tidak mudah, menurutku. Bersyukurlah yang sedang me/di perjuangkan dengan cara cara tersebut :) Depok, 15 Desember 2020 Destin, yang sedang berjuang dan terus berjuang

Tentang Sabar dan Ikhlas

sumber : unsplash.com Sebulan ini  menghadapi berbagai jenis manusia. Ada yang kooperatif ada juga yang engga. Ada yang membuat hati bahagia, ada juga yang membuat hati kesal dan kecewa, dan masih banyak lagi dengan keunikan mereka. Salah satu hal yang didapat adalah kecakapan berkomunikasi dan menata emosi. Memang, terkadang melelahkan menghadapi berbagai jenis orang, setiap hari. Tetapi itu melatihku untuk bersabar, sabar, sabar, dan tetep legowo. "Kelak sabar dan ikhlas itu akan menjadi pelajaran yang berharga di kemudian hari"- kata seseorang. Bagiku, untuk bisa sabar ya harus menghadapi ujian agar kita terus mengasah kesabaran kita. Untuk bisa ikhlas juga harus menghadapi ujian agar terus mengasah keikhlasan kita dalam berbuat. Untuk bisa legowo ya juga harus menghadapi ujian agar terus mengasah kita untuk tetap legowo di setiap kondisi, agar tetap kuat hati dan mentalnya. Menurutku pelajaran-pelajaran seperti itu tidak bisa didapatkan secara instan. Jika ada orang yang ...

Journal #3

Jangan memutuskan sesuatu yang kamu tidak mampu menjalani konsekuensinya. Karena sekali keputusan itu diambil, tidak bisa di undo. Mulai sekarang ambillah keputusan yang kamu bisa menjalani konsekuensinya. Jangan karena kata orang, melelahkan sekali mendengarkan kata orang :"). - sebuah nasihat untuk diriku sendiri.

Mimpiku yang Lain

Sebulan ke belakang, aku melihat orang yang sudah tua tidak dirawat langsung sama anaknya. Tetapi dirawat sama caregivernya. Dalihnya anak anaknya 'sibuk bekerja'. Di perkotaan memang banyak yang seperti itu. Tidak hanya orang yang sudah tua, tetapi juga anak-anak dirawat juga sama caregiver bukan sama orangtuanya. Aku jadi berpikir, kalau bisa nanti anak-anak dan orangtuaku aku rawat sendiri, tidak mau ada campur tangan oranglain. Karena merawat mereka itu tidak datang dua kali seumur hidup. Saat kecil kita dirawat sama orangtua sampai kita dewasa. Ibu 24 jam full menjadi ibu rumah tangga mengurus aku dan adikku. Dan memang terasa banget bondingnya. Apalagi kalau ibu ga ada di rumah 1 hari saja, pasti suasana rumah berbeda. Sampai aku mulai kuliah di Depok pun rasanya kedekatan dengan orangtua tetap ada, meski jauh secara jarak. Diasuh full time oleh orangtua sejak kecil sampai besar adalah sesuatu yang mungkin sangat aku syukuri hingga hari ini, karena tanpa mereka mungkin ke...

#Journal 2

Ternyata ikhlas itu tidak mudah. Apalagi untuk hal-hal yang tidak menyenangkan, menurut kita.  Misalnya, ketika bekerja ikhlas untuk melayani orang lain dengan segala kebawelannya. Kita harus tetap ikhlas untuk tetap berbuat baik kepada orang tersebut, tetap menjelaskan dengan santun, dan ya pokoknya tetap memberikan yang terbaik seolah kita 'gapapa' dibaweli seperti itu. Misalnya lagi, mengikhlaskan sesuatu yang memang bukan atau belum menjadi hak kita. Memang sulit, tapi bukan berarti tidak mungkin.  Ternyata, pelajaran ikhlas itu memang harus dijalani, tidak bisa hanya sekedar teori.  Karena ikhlas tidak hanya sekedar ucapan "aku ikhlas", tapi juga melibatkan hati. Hati yang lapang untuk menerima, hati yang terus berprasangka baik, dan hati yang terus bersyukur dalam segala kondisi. Dan untuk bisa memiliki hati yang seperti itu pun, menurutku harus menjalani segala "ujiannya". Depoj, 29 November 2020
Ternyata tidak mudah, menghadapi banyak komplenan, dan di kondisi itu kamu harus tetap terlihat ramah dan tetap tersenyum :") Seolah semua baik baik saja, seolah kita mampu mendengarkan semua komplenan itu, dan menuruti semua komplenan itu. Ternyata, tidak mudah ya.
Jika orangtua ke Depok, aku selalu ingin ikut pulang. Pertanda, Lebih baik aku yang meninggalkan daripada aku yang ditinggalkan. Meski kita sama sama tahu, meninggalkan atau ditinggalkan sama sama tidak mudah.

Random Thought : Menasihati Diri

Akhir-akhir ini sibuk dengan diri sendiri. Sudah lama sih sebenarnya haha  Tapi akhir-akhir ini yang paling berasa kalau semakin memikirkan diri sendiri, ternyata makin sadar kalau belum tau banyak hal dan makin sadar kalau masih banyak hal yang perlu difiksasi oleh diri sendiri. Menyelesaikan diri tak segampang itu ternyata. Menjawab pertanyaan, "Sebenarnya, visi hidupmu apa ?" Itu pun sulit dijawab jika tidak benar-benar dipikirkan dan direnungi. Apalagi masalah ego. Aku punya rencana, tapi aku lupa kalau jika pada kenyataannya tak sesuai rencana, berarti itu yang terbaik, berarti itulah jawabannya. Ya, sesimple itu harusnya. Mungkin orang lain akan berkomentar, "Bersyukur dong", "Ya ampun apa susahnya sih buat bersyukur", atau "Yaudah jalani aja", atau komentar-komentar negatif lainnya. Tapi sayangnya mereka ga paham ga ngerti apa yang dirasakan. Mereka hanyalah melihat luarnya saja.  Menasihati diri sendiri juga lebih sulit dibanding menasiha...

Journal #1

Komunikasi adalah hal penting. Cara kita berkomunikasi juga menentukan respon orang lain. Apakah orang lain merasa nyaman, apakah orang lain memamami apa yang kita jelaskan, dsb.  Hari ini aku belajar tentang komunikasi yang baik. Termasuk menegur dengan cara yang baik, yaitu dengan cara kita melakukan komunikasi yang baik. Harapannya, dengan begitu..orang lain akan tersadar.  Tapi sejujurnya, perlu membiasakan diri untuk komunikasi dan menegur dengan cara yang santun. Perlu latihan untuk menyusun kata katanya. Jadi belajar, ternyata menegur tidak perlu pake marah marah apalagi kata kata yang mengintimidasi. Tapi cukup dengan tunjukkan sikap terbaik kita.  Depok, 26 Oktober 2020

Cerita (super) pendek

Dari awal kamu mengatakan bahwa kita hanyalah teman. Kamu  berulang kali mengatakannya demikian. Sehingga aku selalu beranggapan bahwa kebaikan kebaikanmu hanyalah karena kamu memang demikian ke temanmu. Ga hanya ke aku, tapi mungkin juga ke temanmu yang lain. "Paling dia begitu ke semuanya". Sebuah afirmasi yang aku lakukan terus menerus ke diriku sendiri. Setidaknya itu yang menyelamatkanku dari drama yang tidak perlu. Aku tidak perlu pusing menerka nerka maksudmu, kebaikanmu. Karena dari awal kamu sudah mengatakan demikian. Meski seringkali aku bertanya tanya, tapi seringnya jawabannya aku kaitkan lagi ke perkataanmu yang awal.  Suatu hari kamu tiba tiba bertanya kepadaku tentang beberapa hal. Kamu bertanya kepadaku tentang kriteria kesiapan laki laki, tentang finansial planning, bagaimana menghadapi keadaan ekonomi yang sulit,tentang pendapatku merawat orangtua dan mertua, tentang bagaimana jika harus di rumah dan tidak bekerja, dsb.  Ketika kamu bertanya hal demikian...
Banyak sekali pertanyaan yang sampai hari ini belum menemukan jawabannya Atau bahkan memang tidak ada jawabannya. Banyak sekali sikap yang kadang mispersepsi. Banyak sekali asumsi yang berlebihan. Ayolah kurang kurangi itu semua. Kurangi overthinkingnya. Kamu berhak bahagia.
Bismillah untuk 1 tahun ke depan. Semangat ya ! Self.  Tapi sejujurnya Mimpiku tidak di sini  Tapi nanti aku dibilang ga bersyukur Tapi nanti aku dibilang mau nyari aman Cape emang kalau ndengerin kata orang Peduli apa mereka Kan yang ngejalanin semuanya itu aku Bukan kamu atau mereka atau siapapun

Random thought : Home is....

Setahun ke depan bakal kangen banget sama rumah dan segala isinya. Kangen nasihat nasihat bapak. Kangen cerita sama bapak dan antusiasme bapak dalam mendengarkan. Bakal kangen celotehan ibu. Meski aku sering dimarahi karena kamarku ga rapi atau aku sedang malas untuk membersihkan rumah. Bakal kangen adiku. Kangen merusuhi adiku.  Bakal kangen juga sama sepupuku yang masih 2 th. Yang walaupun masih 2 th yang ceriwisnya minta ampun. Bakal kangen dengan suara imutnya "Mba etin, lagi apa ?" Hihi 😆 Bakal kangen ya. Rumah adalah tempat pulang terbaik. Karena isi di dalam rumah itu hangat. Tidak seperti orang orang di luar rumah. Yang dari tatapan matanya saja sudah tidak ramah.  Tapi untuk maju, kita harus keluar dari rumah kan ? Masih banyak pengalaman hidup yang harus didapat. Masih panjang jalan untuk mencapai ultimate life goals. Tadi pagi, ada percakapan dengan orang perantau dari jakarta yang sudah tidak bekerja lagi. Beliau berkata begini, "Kalau mau cari uang, memang ...
Pelajaran hari ini adalah Walaupun perempuan, harus mandiri. Bisa ngapa ngapain sendiri. Ga boleh bergantung sama orang lain. Dan ga boleh ngrepotin orang lain. Terkadang juga harus bodoamat sama orang lain. Bukan berarti ga peduli. Tapi mengambil jeda, untuk mengembalikkan mental dan mood yang baik. Itulah kenapa perempuan kudu bisa ini itu. Termasuk kemana mana sendiri.
Pelajaran hari ini : Ternyata aku butuh beribu ribu jam lebih banyak dari orang lain untuk bisa expert bahasa inggris especially IELTS 😭 SEMANGAT SEMANGAT SEMANGAT !!!!!! gapapa 1% per hari. - menyemangati diri sendiri

Suatu saat nanti

Suatu hari nanti, anak anakmu akan bertanya tentang kehidupan ini dan bagaimana menjalaninya. Jawabannya itu ada pada apa apa yang kita jalani saat ini dan sikap kita dalam menjalaninya. Maka, jalanilah hidup ini dengan sebenar benarnya. Ambil banyak pengalaman dan segala jenis emosi agar kita tahu bagaimana menghadapinya. Agar kita bisa menjadi teman bertumbuh yang baik untuk mereka. Agar kita bisa memberikan mereka jalan dan petunjuk arah. Agar  anak anak nanti lebih baik dari kita dalam menjalani kehidupan mereka. Rengkuhlah segala jenis emosi yang hadir dalam hidup kita saat ini. Suatu saat,  ini menjadi sangat berarti.
Beberapa kebaikan memang hanya perlu dianggap "Oh dia memang begitu ke semuanya" Sebuah afirmasi yang aku lakukan untuk diriku sendiri yang aku lakukan terus menerus jika ada seseorang yang memang " terlihat baik". 
Biarkan matahari datang pada pagi hari dan pergi di kala senja Lalu aku, hanya bisa memandangi dan menikmatinya dari kejauhan Tanpa bisa apa-apa Kecuali berdoa Karena dia akan menembus jarak yang jauh Kamu tau ga sejauh apa jarak itu ? Sejauh bumi dan langit

Urusi Hidupmu Dulu lah

Hidupmu terlalu berharga kalau hanya untuk mempedulikan hal yang belum jelas. Urusi dulu lah hidupmu sendiri. Definisikan secara operasional keinginan-keinginanmu itu. Kemudian refleksikan apakah usahamu sudah menuju ke tujuanmu atau belum. Sebuah proses mengenal diri sendiri memang butuh waktu. Daripada sekarang mengurusi hidup orang lain, kan lebih baik energinya untuk mengurusi diri sendiri :) yang ternyata ketika ditengok, masih berantakan. Gapapa gapapa, rapihkan satu per satu. Jangan tergesa-gesa, nanti kamu tidak menikmati prosesnya. Selama proses banyak sekali pelajaran yang dapat dipetik. Salah satunya adalah mengendalikan diri. Mengendalikan diri untuk bersikap biasa saja. "Jadi, tujuan hidupmu apa ?" "Cita-citamu apa sih ?" "Kamu ingin berkontribusi di bidang apa ?" "Misal, Kalo mau jadi pengusaha, maunya pengusaha apa ? gimana cara mencapainya ?" dsb  Udah bisa jawab pertanyaan itu belum ? Kalo belum, Masih banyak ternyata hal-hal yan...

Namanya Juga Ekspektasi

Ada seorang perempuan yang berhari-hari menimbang-nimbang keputusan apa yang akan diambil. Keputusan yang sangat menentukan timeline hidup ke depannya. Perempuan itu dipenuhi ragu, takut, khawatir dan berbagai pikiran lain yang dapat dikatakan "terlalu overthinking". Mungkin bagi orang lain, memutuskan akan berkarya dimana tidak menjadi masalah yang berarti. Akan tetapi, bagi perempuan itu, sebuah tempat dimana harus berkarya kalau bisa sesuai dengan keingin dari hatinya. Karena ia percaya bahwa segala sesuatu yang dikerjakan dari hati akan sampai ke hati. Bahasa simpelnya adalah ikhlas. Perempuan itu tidak muluk-muluk keinginannya. Bisa berkarya di tempat yang ia yakin ia dapat bertumbuh, ia dapat menjalaninya dengan ikhlas dan tenang, itu sudah menjadi kebahagiaan sendiri untuknya.  Perempuan itu ragu akan kemampuannya sendiri, ragu akan kepercayaan dirinya sendiri apakah mampu atau tidak menjalani konsekuensinya. Rasa-rasanya, rasa takut dan khawatir masih lebih besar diba...
 Rasanya ingin menghilang dari peredaran, menghilang dari semua riuh yang ada pada sekitar, tidak mau tahu dengan kabar kabar yang aku sendiri belum siap untuk menerimanya. Rasanya ingin sekali menghilang, untuk sementara waktu saja. Membiarkan diriku hanyut dalam keheningan. Berteman dengan sepi. Dan menjadi diri sendiri.
 Meski sudah tidak kuliah, belajar kudu tetap menjadi rutinitas. Belajar apapun, sama siapapun, dan dimanapun. Meski sekarang teman-teman kita satu persatu pergi meninggalkan, tapi seiring dengan perjalanan yang kita lakukan, juga menemukan teman-teman baru lagi.  Edisi kangen kuliah tapi ga kangen tugasnya :( udah itu aja sih

Isi atau cover ?

 Di masa belum merdeka finansial lebih baik investasi ilmu, buku, dan pengalaman ga sih dibanding investasi beli skincare yang ternyata harganya lebih mahal :( Seringkali melihat beberapa teman yang membuat story tentang skincare dan aku tau itu harganya mahal, apalagi di kehidupan kampus dulu. Beuhhh. Apalah aku yang masih ikhlas mengeluarkan uang untuk beli buku wkwk Kan yang penting isi kepala bukan looknya, meski pada beberapa orang memang penting. Satu satu lah. Isi kepala dan karakter dulu benerin, baru covernya. Toh nanti pun ketika bertambah usia yang ga bakal bisa ilang itu ilmu dan karakter, bukan cover. Jadi mikir, ternyata orang orang yang lebih dihargai oleh dunia : seperti Nabi Muhammad yang menyebarkan agama islam, para penerima nobel, ilmuwan ilmuwan keren, penulis buku, dan sebagainya ya karena karyanya bukan covernya. Tapi memang antara cover dan isi tidak bisa dipisahkan. Tapi ya diprioritaskan saja, mana yang lebih urgent untuk diimprove. Kalo aku sih tetep, isi...
 "Gimana tamunya mau dateng, orang rumahnya aja masih berantakan. Beresin dulu sono. Mikirin diri sendiri dulu, baru mikirin orang lain. Pake logika jangan pake perasaan doang apalagi kira kira. Pake ilmu" -  nasihat seorang kawan
 Sedang berpikir aja sih, siapa yang kira kira bisa nyambung ngobrol sama aku dalam konteks apapun. Karena bahasaku konotatif dan bermajas-majas yang sulit dimengerti:" Apalagi isi pikiranku, sungguh random. Maklum, introvert. Kalo mikir suka kedalemen gitu.
  "Setiap manusia sudah diberikan jalan hidup masing-masing oleh Allah dimana kita bisa bermanfaat. Tugas kita adalah mengetuk semua pintu yang ada. Tetap berusaha dan berdoa. Jika banyak jalan yang terbuka, tetap minta petunjuk juga ke Allah agar ditunjukkan yang terbaik. Bisa jadi jalan hidupmu berbeda dengan temanmu karena ya memang jalan hidupmu di sana. Kamu lebih bisa bermanfaat di sana." - Ns. Nahla Jovial Nisa, S.Kep

Tentang : Pamit

Mulai hari ini aku mulai untuk 'pamit'. Meskipun aku tidak pernah berkata kepadanya. Untuk apa ? Kan memang tidak pernah datang. Lagipula, kamu akan bereaksi tidak mau tahu atau hanya cuek. Entahlah, negativ thinkingku mulai berkeliaran.  Aku pamit dengan perlahan pergi. Pergi dari dalam pikiranmu yang cukup rumit. Pergi dari segala media sosialmu. Aku tidak mau lagi kepo kepoan. Meski sebenarnya penasaran. Ah sudah, untuk apa.  Satu langkah, dua langkah. Langkahku selanjutnya tertahan oleh sebuah asumsi bahwa pergi adalah bentuk menyerah. Langkahku yang awalnya sudah mantap, ingin sekali kembali ke titik awal. Aku tidak mau pulang. Aku ingin disini saja. Biarkan waktu yang menjawab. Yakin ? Aku tidak bisa, mengapa semuanya menjadi terlihat berat seperti ini. Bertahan berat, pergi juga berat. Tapi aku juga tidak bisa egois. Baiklah, aku mulai menengok peta hidupku. Aku baca ulang. Aku tata ulang. Aku resapi ulang apa yang telah aku tulis. Aku ternyata sudah jauh dari jalanku. ...

Tentang : Labirin pikiranmu

Aku tidak bisa meramal apa yang ada di dalam pikiranmu. Aku bukan cenayang yang bisa dengan gesit mengetahui semuanya. Kamu dengan tingkahmu yang konyol yang selalu melukiskan tawa di wajahku. Walaupun sesekali memang menyebalkan. Yang aku tahu, kamu sedang memperjuangkan mimpimu, memperjuangkan dia yang juga menjadi tambatan hatimu, meski aku tidak tahu siapa. Aku hanya bisa menebak-nebak saja karena semuanya masih abu-abu. Meski aku terlihat bahagia jika kamu bercerita tentang perempuan lain, tapi tetap saja aku merasa...... ah sudahlah. Aku memperingatkan diriku sendiri untuk segera membuka peta dan menemukan jalan keluar. Sayang, peta pikiranmu ternyata tidak terdeteksi di dalam ponselku. Sekarang, hanya kompas di hatiku saja yang bisa menunjukkan arah pulang. Aku ingin segera keluar dari labirin ini, meski hati kecil berkata tidak. Semuanya menjadi serba rumit, atau memang aku yang mempersulit. "Ayo langkahkan kakimu keluar perlahan. Tempat ini bukan milikmu sekarang"- s...

Tentang : Menjadi Cair

Sebut saja ini cerita hidup. Bagaimanapun dan entah bagaimana akhir dari cerita ini akan menjadi cerita hidup bagi yang menulis maupun yang membaca. Kisah ini fiktif, meski terlihat nyata. Pembaca boleh menginterpretasikannya sendir i.  Cerita ini menggunakan sudut pandang aku, aku sebagai orang pertama cerita ini dan kamu sebagai teman perangkai cerita ini. Aku kira kamu si introvert yang penuh dengan ambisi. Ternyata, kamu si cair yang bisa mencairkan segala suasana. Dan ajaibnya, kamu bisa mencairkanku yang sudah lama begitu beku. Oh bukan, aku memang begini, introvert yang sibuk dengan pikirannya sendiri. Alih-alih memiliki banyak teman, aku bahkan lebih senang berinteraksi dengan buku-buku tulisanku. Iya, aku kaku. Meski aku mati-matian agar terlihat lues.  Katamu, aku kaku, aku tidak punya banyak teman apalahi teman laki laki, dan aku yang punya banyak mimpi. Mungkin kamu benar, tapi mungkin juga engga. Kamu tidak tahu betapa bekunya aku saat di depan banyak orang. Aku i...

Tentang

Diksi-diksi yang akan kamu temui nanti, bisa jadi nyata bisa jadi hanya imajiner, silakan terka terka sendiri. Jangan lupa ambil pelajarannya agar apa yang akan aku sampaikan bermanfaat untukmu juga. Semoga, dengan diksi-diksi yang akan aku rangkai nanti, bisa menjadi penyembuh, bisa jadi pelepas resah, dan bisa menjadi igauan yang ingin aku sampaikan. Diksi-diksiku mungkin akan mudah dipahami, tetapi bisa juga tidak karena makna denotatif dan konotatif yang sering aku gunakan secara bersamaan. Biarkan yang membaca yang menginterpretasikan sendiri apa maksudnya.  Semua diksi-diksi ini akan berjudul tentang, dengan satu dua kata lagi di belakangnya
Dalam kehidupan ini, ada kalanya aku ingin menghentikan waktu barang sedetik saja. Menikmati semuanya tanpa memikirkan apa apa. Menjadi apa adanya meski banyak kurang kurangnya. Yang gapapa kamu ga suka anak kecil, bukan ngga suka. Tapi belum. Yang gapapa kamu masih belajar..kan semuanya memang perlu dipelajari. Tapi semua itu, hanyalah ilusi diri sendiri. Memang ya, masih banyak hal yang harus dibuat hitam atau putih. Beberapa hal dalam hidup butuh ketegasan dan pendirian. Gabisa diterpa angin ke kanan ikut ke kanan. Tapi darimana aku harus memulai ?
 Hai, apa kabar ? Tanya seseorang dalam hati.  Menjawab pertanyaan apa kabar memang bukan perkara mudah. Kenyataannya, ada bagian tidak baik baik saja pada semua orang, sehingga yang tidak baik dianggap wajar. Dan disebut baik. Tapi ada yang lebih susah daripada menjawabnya, yaitu menanyakannya. Terkadang dua manusia terlalu sering bersama sehingga lupa untuk saling bertanya dan bertukar kabar. Terkadang dua manusia terlalu sering tidak bersama, sehingga bertanya dan bertukar kabar kehilangan makna. Atau, terkadang dua manusia gengsi saja - temanimaji #lifes

Baiknya

Baiknya, Kamu duduk dulu Sendiri Merenungi Apa yang kamu cari Apa yang harus kamu ikhlaskan Apa yang harus kamu perjuangkan Apa yang harus kamu tidak perlu perjuangkan Baiknya Kamu pergi ke tempat sunyi Dimana kamu Hanya bisa mendengar isi hati Tanpa ada suara bising dari orang lain Baiknya Memang begini Kamu perjuangkan saja Mimpi mimpimu Tapi kamu harus ingat Kamu harus bisa mengikhlaskan dulu Apa yang harus kamu lepaskan Kamu tahu kan Untuk melangkah lebih jauh Kamu harus tanpa beban Logikanya begini Untuk apa memperjuangkan sesuatu yang bahkan sesuatu itu tidak layak diperjuangkan Untuk apa memaksakan sesuatu yang tak mau dipaksa Meskipun kamu merasa sudah menemukan Meskipun kamu merasa sudah cukup Tapi kan  Itu anggapanmu Dalam hal ini Menemukan dan cukup Harus datang dari 2 sisi Sudahlah Kamu perjuangkan saja mimpi mimpimu Kasia mereka Sudah berdebu di sudut kamar Kamu pasti bisa Melalui ini semua Meskipun kamu bilang ini berat Everything shall pass kawan.
 Tidak semua kesempatan harus diambil. Beberapa kesempatan yang menurut kita bagus, justru bisa jadi ia hanya jadi pendistraksi dari tujuan kita yang sebenarnya.  Maka itulah pentingnya punya peta hidup, biar ga tersesat di tujuan.  #lifes
Ada temen buat jalan-jalan, ada temen buat nugas, ada temen buat travelling, ada temen konyol2an, ada temen satu bimbingan, ada temen yang serius buat diajak diskusi dan belajar bareng untuk masa depan. Andai semua jenis teman itu berkumpul di satu orang. Pasti akan seru. Karena pada  akhirnya nanti, kita hanya akan membutuhkan 1 teman, tidak lebih. #lifes
Sidang akhir bukanlah akhir dari segalanya. Sidang akhir hanya akhir dari kehidupan akademik. Pertanda, awal dari kehidupan yang sesungguhnya dimana harus banyak pembuktian dari apa yang sudah dipelajari. Kenapa jadi serem sih :( Dear aku, Semangat ya untuk besok ! Apapun yang terjadi. Robbisrohli sodri wayassirli amri wahlul uqdatam mil-lisani yafqahu qauli Soon to be..... Ns.
"Banyak orang tak mengerti tujuan hidupnya, hidup pun berlalu tanpa arti. Banyak orang yang hidup, tapi tak hidup. Mereka salah tentukan tujuan hidup. Ada yang mengejar uang, rumah, mewah, emas, perempuan, seks, kekuasaan. Apa mereka bahagia ? Semu. Semua itu semu. Banyak orang tak tahu mana yang penting dalam dunia. Sungguh itu hidup yang hampa. Bukankah kehidupan banyak oran memang seperti melewati alur yang sama dan selalu sama ? Dilahirkan, dibesarkan, kerja keras, wariskan keturunan, terus kerja dan kerja memperkaya diri sampai akhirnya tua, sakit, mati. Hidup jadi rutinitas. Ketika maut menjelang, bahkan dereta digit di buku tabungan pun tak bisa menolong. Impian impian yang tidak teraih, kepuasan yang belum tercapai, semua menjadi sesal di ranjang ajal. Hidup yang sia sia. Hal yang selama ini dianggap penting ternyata tidak ada artinya, sementara tubuh pun sudah kehilangan daya.  Tak ada kesempatan mengulang. Sang waktu takkan menaruh iba. Kebahagiaan itu tak pas...
Cukup sekian kerecehan minggu ini. Mari melanjutkan hidup ! Setelah sidang mau nulis panjang lagi sih fix. Sudah terlalu banyak overthinkingku :(
Barangkali hal yang sulit untuk dilakukan setelah terlanjur basah adalah mengeringkan badan. Tapi setelah aku pikir pikir lagi, hal tersulitnya justru melupakan memorinya. Aku tidak tahu bagaimana jika, pertanyaan pertanyaan yang selama ini aku nantikan jawabannya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan  atau  bahkan tidak pernah ada  jawabannya Aku tidak tahu, harus berbahagia atau justru merasa sedih. Satu hal yang aku persipkan dari kemungkinan kemungkinan itu adalah: hati yang lapang. Merasa sok kuat,  padahal dalam hati rapuh.
Harusnya ngerjain Tapi pikiran lari lari kemana mana :( Bisa ga buat kalem dikit gitu Fokus kek ngerjain Udah tau deadline tinggal menghitung hari ! Perempuan emang rumit moodnya Perempuan, apa kamu doang sih des
Meskipun kamu dikelilingi oleh orang orang yang menurutmu keren dengan setumpuk prestasi mereka dan kamu entah merasa tetap kecil dengan capaian capaianmu sendjri (yanb mungkin itu jadi cita cita orang lain juga).  pastikan bahwa orang terdekatmu (keluarga, sahabat) selalu bisa melihatmu dengan luar biasa. Pastikan orang orang terdekatmu adalah orang orang yang bisa melihat keistimewaanmu. Bahkan kalau kamu lagi sedih dan gak berguna
Terkadang, terlalu sering mendengarkan orang lain sampai lupa kapan kita menjadi diri kita sendiri. Bergerak karena keinginan kita, bukan orang lain. Memilih jalan hidup berdasar nurani, bukan karena kata orang, atau iming iming mendapat materi banyak, keterjaminan karir, tapi hatimu tidak di sana. Kapan terakhir kali kamu melakukan sesuatu dengan hati ? Ketika kamu puas melakukannya karena membuat orang lain merasa berarti. Kapan terakhir kali kamu bisa melepas tawamu karena kamu bahagia, bukan pura pura bahagia. Ingat lagi, kapan kamu menjalani hidup ini dengan ikhlas..dengan penuh semangat dan tanggung jawab. Bukan hidup di atas tuntutan tuntutan dan penuh kekhawatiran akan masa depan. Jadi, sudah sampai mana mengejar dunia ini ? Tidak ada habisnya bukan ?
Jangan jangan Memang kamu yang terlalu merasa Padahal biasa saja. Memang dia sedang berlaku baik, sebagaimana dia memperlakukan orang lain. Kamu yang terlalu merasa Kamu yang membuat berbagai asumsi. Kamu berimajinasi bersama ekspektasi ekspektasimu. Kamu tenggelamkan dirimu ke dalam asumsi dan ekspektasimu sendiri.  Benar, memang tak ada yang salah untuk terus menumbuhkan angan. Tetapi jangan memilih kebahagiaan semu yang pada akhirnya mengecewakanmu.

Kontras

Apa yang kulihat kini semakin kontras dengan yang seharusnya Yang terlihat baik ternyata tidak baik atau bahkan pura pura baik Yang terlihat tidak baik ternyata baik Yang terlihat paling memiliki adab, ternyata yang paling sering update di sosial media. Melaporkan seluruh kegiatan hariannya. Buat apa ? Yang terlihat biasa saja, ternyata memiliki adab luar biasa Yang terlihat paling kacau masa lalunya, ternyata orang yang paling menyesal dan serius memperbaiki dirinya Yang terlihat sering meneteskan air mata, ternyata yang paling mudah tersentuh hatinya Yang terlihat paling tegar, ternyata yang paling sabar Siapa sangka Dibalik seseorang terdapat bermacam rahasia Ternyata Menilai seseorang tidak bisa sekedar hitam dan putih Tidak bisa jika P maka Q Tidak bisa digeneralisasikan Tidak bisa atas asumsi sendiri Kamu harus mengkonfirmasi Kamu harus mau menyelami kehidupannya Bukan untuk mau tahu Tapi untuk peduli Bukan pura pura peduli
Dear otak, Ayo dong berpikir keras buat ngerjain KIAN. Ayo dong jangan jalan jalan mulu pikirannya. Ayo dong jangan mikirin hal lain yang tidak penting. Dear otak, Yang kuat ya 2 minggu ke depan akan kuajak kamu berlari kencang Mari kita menangkan!
Dibalik seseorang yang mungkin terlihat bukan siapa siapa, tidak memiliki apa apa. Siapa sangka dibalik semua itu ada perjuangannya yang tidak terlihat. Perjuangan untuk membuat dirinya bermanfaat untuk orang lain misalnya. Meski tidak sama dengan seperti semua orang. Yang dimana definisi keren adlaah yang begini begitu. Seseorang itu memiliki definisi kerennya sendiri. Bermanfaat buat tetangga misalnya. Atau bermanfaat untuk teman jika ada teman yang bertanya misalnya. Seseorang itu mungkin tidak pernah terlihat. Tetapi semoga seseorang itu bisa bermakna. Untuk siapa siapa yang pernah ditemuinya. Dengan caranya yang dia bisa lakukan. Sepertinya melelahkan ya Jika terus mengikuti kata orang Apalagi definisi orang lain tentang suatu hal Seseorang itu sedang berusaha menjadi dirinya sendiri. Dengan cara yang dunia mungkin tidak pernah ketahui. Betapa sulitnya mencapai satu mimpi di lembaran kertas yang pernah ia tulis. Namun apakah ada yang mau tahu tentang kegagalannya ? N...
Memiliki teman teman yang suka mengajak main juga privilege. Mungkin mereka tidak tahu perjuanganku mengerjakan TA. Tapi mereka bisa menigingatkanku bahwa dunia ini tidak hanya seputar TA mu saja. Jangan egois.
Ternyata yang bisa 24 jam sama kamu ya dirimu sendiri Ternyata yang bisa memahami kamu ya kamu sendiri Cukup sujud tengah malam sambil merapal doa tiada putus

Visionary Life 1: Quarter Life Crysis

Beberapa insight yang aku dapatkan dari buku visionary life, karya Jodhias. sumber : unsplash.com Umur 20an adalah masa dimana orang-orang menyebutnya sebagai  quarter life crysis yaitu dimana kita akan merasa galau tentang masa depan, lulus atau tidak, masuk sekolah favorit atau tidak, lanjut kerja atau nikah, dsb.  Jika quarter life crysis menyerang manusia, ia bisa membuat orang tersebut bertanya-tanya tentang semua hal privasi yang tak bisa dijawab dengan jawaban begitu saja secara sederhana. Seperti misalnya, "Apa sih yang kamu kejar?", "Apa tujuan hidupmu ?", "Apa passionmu ?", tunggu-tunggu, kita nanti sama-sama mati kan ya, "Lalu ini semua buat apa?"  Bagi yang sudah bisa menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, Selamat! Kalian keren ! Tapi yang belum, gapapa, kalian ga sendiri ! Tapi segera temukan - ngomong ke sendiri juga Aku juga baru kepikiran hal-hal ini aat mau masuk semester 7. Saat itu sedang libura...
Sering ga sih kita udah belajar tapi lebih banyak lupanya. Mungkin ada salah sama proses belajarmu. Coba cek lagi adab belajarnya udah bener belum..sekalipun itu online, atau belajar, adab tetap diutamakan. Harus tetap menghormati guru, bersikap yang sopan, berdoa sebelum belajar dsb. Karena ada yang lebih penting dari otak yang pintar, yaitu karakter yang baik. - @career_clas.id

Kadang, mending ga peduli

Kadang tak tahu lebih baik daripada tahu. Kadang ngga peduli lebih baik daripada pura pura peduli. Kadang di saat kita masih berjuang, dan tiba tiba ada yang mengumumkan kelulusannya itu rasanyaaaaa...💔 Karena bukan itu yang aku butuhkan. Tapi support. Sometimes itu membuat semangat tapi lebih sering membuat insecure. Merasa kok belum selesai selesai, kok aku lama sih, dsb dsb. Oh aku baru tau, yang namanya menjaga perasaan itu memang penting ya.. Karena siapa tau apa yang kita miliki/raih, seseorang masih berjuang untuk itu. Jadi jangan sampai apa yang kita perlihatkan malah membuat seseorang jadi down. Menjadi seseorang menjadi insecure. Menjadi seseorang merasa tidak mampu. Jadi ya, sewajarnya saja. Jika ingin membagikan kebahagiaan, bagilah dengan cara yang elegan. Namun 1 hal yang juga lebih penting. Bahwa kamu bisa menentukan sikap terhadap apa apa yang berasal dari luari dirimu. Kendalikan dirimu. Jangan sampai terbawa arus. Nanti hanyut.. Dan tak kembali.

(Djok)Jakarta

Membuka beberapa folder lama, tetiba jadi flashback. Pernah sejatuh cinta ini pada kota ini. Kota yang katamu, kota romantis. Kota yang katamu, kota yang selalu kamu rindukan setelah rumah. Tentang orang-orangnya yang ramah, suasana kotanya yang ramai tetapi tidak terlalu membuat stres, tentang makanannya yang murah-murah, tempat-tempat wisata yang recommended, dan lain-lainnya. Saat baru awal-awal pindah ke Depok, aku justru ingin ke Yogyakarta. Tapi engga hehe karena aku sudah sejatuh cinta itu juga pada UI. Yogyakarta adalah semangat, yang pernah membara. Cita-cita yang sempat ingin diwujudkan dalam nyata. Setiap liburan, aku hampir selalu menyempatkan ke kota ini. Walaupun hanya sekedar untuk menikmati udaranya saja. Tetapi sejujurnya, ketika aku di Jakarta atau di Depok, masih saja selalu membanding-bandingkan dengan Jogja. Jogja itu kota, tetapi budayanya masih kental sekali. Jakarta itu kota, tapi...... Depok juga kota, tapi...... 'Terima kasih Yogyakarta, pernah ...

Orang-orang Baik

Jika diingat-ingat, banyak mimpiku yang terwujud karena campur tangan banyak orang. Jika dipikir-pikir lagi, dibalik dunia yang katanya mengerikan ini, ternyata masih banyak orang-orang baik Aku tidak tahu bagaimana nasibku jika tanpa bantuan mereka Terkdang, hal-hal ini lupa untuk aku syukuri Bahwa kehadiran orang-orang baik di sekitar kita adakah rezeki yang belum tentu didapatkan oleh orang lain Teringat saat masa skripsi dulu, 110 responden orang baik telah ikut berkontribusi dalam proses kelulusanku Belum lagi peran ibu-ibu kader, dokter, perawat, pegawai TU puskesmas yang sering aku repotkan, pegawai kesbangpol, adek-adek yang lagi magang di dinkes yang pernah aku komplainkan terkait copyan surat, dan juga teman-temanku yang juga aku repotkan untuk membantuku mengambil data dan mengajariku SPSS. Juga teman-teman di SSC, alumni ikasago yang turut serta membantu salah 1 mimpiku yang sempat aku tuliskan saat akan lulus SMA, yaitu membantu adik-adik kelas untuk mewujudkan mimp...
Jika aku punya lebih dari 2 mata dan 2 tangan, mungkin aku bisa berbuat lebih banyak Tetapi aku hanya memiliki 1, dan aku merasa kewalahan untuk mengerjakan ini itu Di titik ini aku sadar, energi itu sangat berharga. Amat sayang jika habis untuk hal yang sia-sia Me : udah H-1 bulan woy!. Semangat yuk semangat yuk semangat! Another me : Dahlah, tidur dulu aja :( malam waktunya untuk tidur kan ?

Dealing with family about your career

sumber : unsplash.com Barusan banget ikut menyimak ig live dari @careerclass_id tentang  Dealing with family about your career  yang diisi oleh masgun. Aku belajar banyak banget dari perjalanan hidup beliau yang membuat beliau seperti hari ini. Kadang atau bahkan sering, kita melihat seseorang sebagai produk jadi tanpa kita tahu apa latar belakang yang menjadikan seseorang menjadi saat ini. Ternyata, dibalik keberhasilan/kesuksesan/kematangan seseorang saat ini, ada pengalaman hidup yang turut serta  membentuknya. Dari cerita masgun, saat beliau semester 7/8 gitu, beliau mengalami masa-masa ‘galau’. Beliau menggalaukan diri sendiri yang sebenarnya sukanya apa, maunya kemana, dsb. Sehingga, beliau mengambil keputusan saat itu untuk menunda lulusnya. Keputusan ini tentu dikomunikasikan dengan orangtua lebih dulu dan orangtua menyetujuinya. Satu tahun perpanjangan itu beliau gunakan untuk mengeksplor dirinya lebih jauh lagi karena selagi masih bergelar mahasiswa ...

Melawan Keterbatasan

pengurus SSC. dokumentasi pribadi Kalau kata Andrea Hirata, "Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu itu" Kalau kata A. Fuadi, "Man jadda wa jada. Siapa yang bersungguh-sungguh, maka dia akan berhasil" Kalau kataku, "Bermimpilah, karena ketika satu impianmu tercapai, kamu akan melemparkan mimpimu lebih jauh lagi. Dengan begitu, kamu akan terus bertumbuh" Malam ini sharing dengan adik adik SSC (Sago Scholarship Care) dari SMAku cukup membuat semangatku naik lagi.  Aku cukup tersentil dengan kalimat mas an, "jika nanti kalian sudah sukses, bisa kuliah di universitas yang diimpikan apakah itu saja yang ingin kalian capai ?kan engga. Cobalah belajar bersyukur dengan tidak hanya mengucapkan Alhamdulilah, tapi juga dengan membantu adik-adik kalian buat bisa masuk  kuliah juga. Dengan kalian membantu adik-adik kalian, suatu saat nanti akan menjadi pohon kebaikan. Jika sekarang kalian menemui berbagai rintangan buat masuk perguruan...
Kamu belum selesai dengan urusan dirimu sendiri. Tentang mata kuliah, tugas akhir, mimpi yang sedang diperjuangkan, dan ya berbagai urusan yang lain. Untuk saat ini, fokus saja ke dirimu dulu. Benahi. Selesaikan semua urusannya. Jika kamu belum bisa menjawab pertanyaan kemana hidupmu akan dibawa, aku rasa kamu memang harus menemukannya lebih dulu. Iya kamu harus tujuanmu agar kamu tahu jalan mana yang harus dilalui dan dengan siapa nanti kamu akan melakukan perjalanan. Santai saja, nikmati seluruh proses yang akan kamu hadapi. Tidak usah terburu buru toh kamu tidak sedang berkompetisi. Lakukan yang terbaik untuk saat ini, insha Allah masa depan juga akan mengikuti. Tetap semangat ya ! Enjoy the process! 

Menemukan IKIGAI

Pernah bingung ga sebenarnya apa yang kamu mau dari hidup ini ? Pernah bingung sama diri sendiri juga ga sebenarnya passionnya dimana ? Semalam aku diskusi dengan beberapa teman dan kakak tingkat FIK UI. Tema diskusi kali ini adalah tentang kehidupan pasca kampus yang belum banyak aku ketahui. Banyak dari kita termasuk aku sendiri aku passionnya dimana dan di bidang apa aku ingin berkontribusi sampai aku tua nanti. Pertanyaan itu masih belum menemukan jawabannya hingga hari ini. Sebenarnya sudah ada gambaran sih, namun aku perlu memastikannya lagi. Nah semalam salah satu kating sharing tentang konsep IKIGAI. Pasti sudah pada tau kan ya apa itu IKIGAI. IKIGAI adalah nilai hidup yang lahir dari kebiasaan orang Jepang. Itulah yang membuat  mereka lebih semangat untuk menjalani hari-hari mereka. Nah ini konsepnya. Dari gambar tersebut dapat dilihat ya ada beberapa irisan lingkaran.  1. Passion Passion merupakan irisan dari what you love dan what you are good a...
Beberapa hari yang lalu memang hari-hari meresahkan. Bagaimana tidak, berbagai issue berseliweran di antara kami yang dimana issue tersebut belum jelas kebenarannya. Semua panik, semua khawatir, tentang nasib kami.  Termasuk aku, yang merasa tersisihkan haha dan ya merasa tertinggal oleh teman-temanku. Tetapi hari ini semua sudah clear. Sebuah solusi sudah diberitahukan kepada kami. Alhamdulilah, issue issue itu hanya anggapan kami dan sudah diluruskan. Semangat ya buat 2 bulan ke depan ! Mohon maaf blog, aku akan banyak absen nulis di sini karena aku mau serius nulis academic writing ! :D jangan marah ya :) Bismillah, visi di kelas P akan segera diselesaikan ! Yuk semangat ! *menyemangati diri sendiri

Ketidakpastian

Berada di sebuah keadaan yang tidak pasti seperti ini, ketidakpastian itu sendiri adalah jawabannya. Rasanya ingin sekali bertanya bagaimana nasib kami ke depannya, tetapi urung untuk menanyakannya. Rasanya ingin memastikan semua pihak tuntuk memberikan kepastian kepada kami Jawabannya pasti tidak jauh dari 'belum dapat dipastikan' Aku tahu, semua pihak sedang menyiapkan yang terbaik. Semua pihak sedang berusaha untuk memberikan kepastian, namun apa daya, kondisi lah yang membuat semuanya serba tidak pasti. Bahkan lebih parahnya pilihannya seperti hanya ada 2 : maju ke medan perang yang membahayakan itu atau tidak sama sekali. Pilihan yang sulit. Disisi lain ingin segera mengakhiri, tetapi di sisi lain diri ini belum sepenuhnya siap menanggung konsekuensinya. Aapakah tidak ada pilihan lain selain itu ? Ada, tetapi belum pasti. Jadi begini ya rasanya digantung Tidak enak, tidak nyaman, tidak tenang. Semoga lekas pulih. sabar sedikit lagi