Akhir-akhir ini sibuk dengan diri sendiri. Sudah lama sih sebenarnya haha
Tapi akhir-akhir ini yang paling berasa kalau semakin memikirkan diri sendiri, ternyata makin sadar kalau belum tau banyak hal dan makin sadar kalau masih banyak hal yang perlu difiksasi oleh diri sendiri.
Menyelesaikan diri tak segampang itu ternyata. Menjawab pertanyaan, "Sebenarnya, visi hidupmu apa ?" Itu pun sulit dijawab jika tidak benar-benar dipikirkan dan direnungi. Apalagi masalah ego. Aku punya rencana, tapi aku lupa kalau jika pada kenyataannya tak sesuai rencana, berarti itu yang terbaik, berarti itulah jawabannya. Ya, sesimple itu harusnya. Mungkin orang lain akan berkomentar, "Bersyukur dong", "Ya ampun apa susahnya sih buat bersyukur", atau "Yaudah jalani aja", atau komentar-komentar negatif lainnya. Tapi sayangnya mereka ga paham ga ngerti apa yang dirasakan. Mereka hanyalah melihat luarnya saja.
Menasihati diri sendiri juga lebih sulit dibanding menasihati orang lain ya. Karena, jika kita menasihati orang lain belum tentu kita dapat meraskaan yang orang lain rasakan. Apalagi, jika jiwa empati kita sangat minim, yang ada malah ngejudge. Seperti menasihati untuk bersyukur atas apapun yang terjadi. Bagi kita mungkin simple dan mudah dilakukan. Tapi belum tentu dengan orang lain. Kadang, orang lain harus merasakan berbagai peristiwa dulu untuk sampai pada tahap bersyukur. Pun, misal jika kita menasihati untuk berbakti kepada orang tua. Ternyata, tidak bisa berlaku dengan mudah pada semua orang. Kisah temanku sendiri, dengan keluarga yang hampir broken home, ternyata membuatnya menjadi sangat kecewa dengan orangtuanya. Berbakti kepada orangtua tidak semudah itu baginya. Rumah, tempat yang harusnya menjadi tempat paling nyaman. Bagi temanku itu menjadi tempat yang ingin sekali dia tinggal pergi. Dari hal itu aku belajar, bahwa apa apa yang terjadi dalam hidup kita. Nasihat-nasihat yang berlaku di hidup kita, belum tentu fit untuk hidup orang lain.
Setiap orang sedang berjuang di medan juangnya masing-masing. Kamu hanyalah penonton dalam hidup orang lain. Nasihatilah dengan cara yang baik. Jangan pernah menjudge. Gunakan empati. Posisikan diri sebagai orang lain dengan, "Jika orang itu saya..maka saya ingin diperlakukan seperti bla bla bla...". Dengan begitu, kita bisa menjadi lebih bijak dalam bersikap dan berkomunikasi dengan orang lain.
Depok, 6 November 2020
Komentar
Posting Komentar