Tetap saja. Ada luka luka disudut hati. Yang entah kapan bisa disembuhkan. Selain dengan ikhlas. Menduga duga prasangka memang tidak nyaman. Tetapi ternyata kejelasan juga malah menambah luka yang entah apa obatnya. "Selamat ya, sudah menemukan perempuan yang se visi denganmu. Perempuan yang bisa mendukung mimpi mimpimu." Kamu mengucapkan itu dengan tulus disertai senyum Tetap saja. Kamu tidak bisa membohongi dirimu sendiri. Kamu ingin pergi, sejauh mungkin. Tapi di saat yang sama langkahmu terhenti hanya karena kamu tidak sanggup meninggalkan hal yang sudah jelas jelas harus kamu tinggalkan. Tetap saja. Rasa sakit ini seperti tidak ada obat. Dan, kamu hanya diam di tempat. Membiarkan lukamu yang semakin menganga. Sakit sekali ya, rasanya. Tapi sudah diputuskan, detik ini juga, mari move up!