Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2018

Usaha yang Bernyawa

Kemarin sore, saya sedang bertukar pikiran dengan bapak mengenai rencana saya ke depan. Bisa disebut juga dengan cita-cita. Saya mengatakan bahwa kelak saya ingin membaut sebuah klinik keperawatan mandiri, entah kenapa dalam hati saya ingin sekali mewujudkan hal itu. Walaupun belum terlalu memikirkan secara detail kliniknya khusus apa, mau dimana, programnya apa saja, modalnya darimana, dll tapi saya sudah meniati. Lalu bapak mengiyakan sambil  memberikan nasihat "Gapapa kalo mau buka klinik, tapi kudu tetep diingat jangan hanya buat cari materi saja,  tapi juga untuk beribadah..itu yang utama". Tiba-tiba saya ingat perkataan Hamka di bukunya yang berjudul Lembaga Hidup bahwa anda boleh menjadi apa saja asalkan hal yang positif, tetapi jangan lupa untuk memberi nyawa pada usaha anda dengan meniatkan dalam rangka beribadah kepada Sang Maha Kuasa. Kebumen, 27 Juni 2018

Menanyakan Niat

Ketika melihat ke lingkungan kampus, orang orang sedang sibuk dg urusan akademiknya, karirnya, start up nya, organisasinya, lombanya, projectnya, dll. Begitu dinamis. Lalu, ketika melihat ke lingkungan tempat tinggal asal..kegiatan orang-orang tetap sama. Yang jadi petani sibuk dg sawahnya, yang jadi pedagang sibuk dengan dagangannya, yang jadi pegawai sibuk dengan pekerjaan kantornya. Mungkin, Tempat terjauh yang mereka kunjungi pun baru sejauh Jakarta. Tapiii di sini mereka berhasil mengambil peran. Mereka melakukan pekerjaannya dengan ikhlas. Yang petani berhasil berkarya dengan menghasilkan padi-padi yang berkualitas, yang pedagang berhasil berkarya dg menjajakan dagangannya untuk org yg membutuhkan, yg pegawai bisa menjalankan tugasnya dg baik, dsb. Jadi berefleksi, kita ikut kegiatan-kegiatan kampus karena ingin mengambil peran atau karena ingin menambah tulisan di atas kertas ? Sedangkan mereka, mereka mengambil peran hanya dengan niatan untuk bisa memenuhi kebutuhan keluarganya...

Menghargai Proses

Setiap kita memiliki tujuan. Tujuanku, tujuanmu, tujuan mereka bisa jadi sama. Namun, setiap dari kita berbeda cara dalam menujunya. Ada yang menuju kesana dengan perjuangan panjang. Ada juga yang dengan cara kilat. Untuk yang menuju ke tujuan dengan perjuangan panjang, walaupun hasilnya belum sesuai namun mereka sebenarnya mendapatkan banyak hal. Mereka adalah orang-orang yang menghargai proses. Dan untuk orang-orang yang secara kilat menuju tujuannya mereka adalah orang-orang yang berorientasi pada hasil, kurang memperhatikan proses, menghalalkan segala cara untuk menujunya,  yang penting sampe. Padahal, kita tahu bahwa hasil yang baik bermula dari proses yang baik pula. Walaupun secara hasil sama, tapi secara kualitas akan berbeda. Dengan berproses, akan banyak pelajaran yang didapat. Entah pelajaran tentang kesabaran, keikhlasan, susahnya melawan diri sendiri, keberpasrahan, dll. Sebuah pelajaran berharga yang nanti menjadi bekal untuk tujuanmu berikutnya.