Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020
 Rasanya ingin menghilang dari peredaran, menghilang dari semua riuh yang ada pada sekitar, tidak mau tahu dengan kabar kabar yang aku sendiri belum siap untuk menerimanya. Rasanya ingin sekali menghilang, untuk sementara waktu saja. Membiarkan diriku hanyut dalam keheningan. Berteman dengan sepi. Dan menjadi diri sendiri.
 Meski sudah tidak kuliah, belajar kudu tetap menjadi rutinitas. Belajar apapun, sama siapapun, dan dimanapun. Meski sekarang teman-teman kita satu persatu pergi meninggalkan, tapi seiring dengan perjalanan yang kita lakukan, juga menemukan teman-teman baru lagi.  Edisi kangen kuliah tapi ga kangen tugasnya :( udah itu aja sih

Isi atau cover ?

 Di masa belum merdeka finansial lebih baik investasi ilmu, buku, dan pengalaman ga sih dibanding investasi beli skincare yang ternyata harganya lebih mahal :( Seringkali melihat beberapa teman yang membuat story tentang skincare dan aku tau itu harganya mahal, apalagi di kehidupan kampus dulu. Beuhhh. Apalah aku yang masih ikhlas mengeluarkan uang untuk beli buku wkwk Kan yang penting isi kepala bukan looknya, meski pada beberapa orang memang penting. Satu satu lah. Isi kepala dan karakter dulu benerin, baru covernya. Toh nanti pun ketika bertambah usia yang ga bakal bisa ilang itu ilmu dan karakter, bukan cover. Jadi mikir, ternyata orang orang yang lebih dihargai oleh dunia : seperti Nabi Muhammad yang menyebarkan agama islam, para penerima nobel, ilmuwan ilmuwan keren, penulis buku, dan sebagainya ya karena karyanya bukan covernya. Tapi memang antara cover dan isi tidak bisa dipisahkan. Tapi ya diprioritaskan saja, mana yang lebih urgent untuk diimprove. Kalo aku sih tetep, isi...
 "Gimana tamunya mau dateng, orang rumahnya aja masih berantakan. Beresin dulu sono. Mikirin diri sendiri dulu, baru mikirin orang lain. Pake logika jangan pake perasaan doang apalagi kira kira. Pake ilmu" -  nasihat seorang kawan
 Sedang berpikir aja sih, siapa yang kira kira bisa nyambung ngobrol sama aku dalam konteks apapun. Karena bahasaku konotatif dan bermajas-majas yang sulit dimengerti:" Apalagi isi pikiranku, sungguh random. Maklum, introvert. Kalo mikir suka kedalemen gitu.
  "Setiap manusia sudah diberikan jalan hidup masing-masing oleh Allah dimana kita bisa bermanfaat. Tugas kita adalah mengetuk semua pintu yang ada. Tetap berusaha dan berdoa. Jika banyak jalan yang terbuka, tetap minta petunjuk juga ke Allah agar ditunjukkan yang terbaik. Bisa jadi jalan hidupmu berbeda dengan temanmu karena ya memang jalan hidupmu di sana. Kamu lebih bisa bermanfaat di sana." - Ns. Nahla Jovial Nisa, S.Kep