Di masa belum merdeka finansial lebih baik investasi ilmu, buku, dan pengalaman ga sih dibanding investasi beli skincare yang ternyata harganya lebih mahal :( Seringkali melihat beberapa teman yang membuat story tentang skincare dan aku tau itu harganya mahal, apalagi di kehidupan kampus dulu. Beuhhh. Apalah aku yang masih ikhlas mengeluarkan uang untuk beli buku wkwk Kan yang penting isi kepala bukan looknya, meski pada beberapa orang memang penting. Satu satu lah. Isi kepala dan karakter dulu benerin, baru covernya. Toh nanti pun ketika bertambah usia yang ga bakal bisa ilang itu ilmu dan karakter, bukan cover. Jadi mikir, ternyata orang orang yang lebih dihargai oleh dunia : seperti Nabi Muhammad yang menyebarkan agama islam, para penerima nobel, ilmuwan ilmuwan keren, penulis buku, dan sebagainya ya karena karyanya bukan covernya. Tapi memang antara cover dan isi tidak bisa dipisahkan. Tapi ya diprioritaskan saja, mana yang lebih urgent untuk diimprove. Kalo aku sih tetep, isi...