"Setiap manusia sudah diberikan jalan hidup masing-masing oleh Allah dimana kita bisa bermanfaat. Tugas kita adalah mengetuk semua pintu yang ada. Tetap berusaha dan berdoa. Jika banyak jalan yang terbuka, tetap minta petunjuk juga ke Allah agar ditunjukkan yang terbaik. Bisa jadi jalan hidupmu berbeda dengan temanmu karena ya memang jalan hidupmu di sana. Kamu lebih bisa bermanfaat di sana." - Ns. Nahla Jovial Nisa, S.Kep
Tidak ada yang bisa duduk tenang. Hujan deras menghimpun cemas di pintu stasiun. Kereta seharusnya datang 5 menit yang lalu. Terkadang, satu menit menunggu terasa lebih merugikan daripada seumur hidup berlalu sia-sia. Seorang pemuda menyalami seorang bapak yang kupikir adalah orangtuanya. Sang bapak melambaikan tangan. Bersedih. Senyum getirnya memunculkan keriput. Si pemuda membalas dengan lambaian yang sama. Tetapi sumringah. Senyum bahagianya memunculkan rona merah. Seolah ia sedang berpura-pura lupa bahwa pria berkeriput itu telah menua. Begitu pun mimpi-mimpi yang menunggunya di kota. Demikian pikirnya, barangkali. Berjarak satu sama lain bukanlah pilihan sulit bagi sebagian orang. Jauh dan dekat hanya soal hitungan kilometer. Berbagai moda melipat jarak bagai kertas. Tetapi seringkali, jarak tidak bekerja seperti itu. Ia mengganti peta dalam pikiranmu dengan ilusi. Jauh dekat bukan lagi dihitung melalui kilometer. Meski ia disampingmu, tapi seringkali ia terasa jauh. Sejauh ...
Komentar
Posting Komentar