Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

Ketidakpastian

Berada di sebuah keadaan yang tidak pasti seperti ini, ketidakpastian itu sendiri adalah jawabannya. Rasanya ingin sekali bertanya bagaimana nasib kami ke depannya, tetapi urung untuk menanyakannya. Rasanya ingin memastikan semua pihak tuntuk memberikan kepastian kepada kami Jawabannya pasti tidak jauh dari 'belum dapat dipastikan' Aku tahu, semua pihak sedang menyiapkan yang terbaik. Semua pihak sedang berusaha untuk memberikan kepastian, namun apa daya, kondisi lah yang membuat semuanya serba tidak pasti. Bahkan lebih parahnya pilihannya seperti hanya ada 2 : maju ke medan perang yang membahayakan itu atau tidak sama sekali. Pilihan yang sulit. Disisi lain ingin segera mengakhiri, tetapi di sisi lain diri ini belum sepenuhnya siap menanggung konsekuensinya. Aapakah tidak ada pilihan lain selain itu ? Ada, tetapi belum pasti. Jadi begini ya rasanya digantung Tidak enak, tidak nyaman, tidak tenang. Semoga lekas pulih. sabar sedikit lagi
Pelajaran terpenting hari ini adalah Berusaha mendengarkan diri sendiri dan bercerita ke diri sendiri. Karena tidak ada penghakiman dan tidak perlu merepotkan orang lain atau menjadi membuat orang lain merasa tidak nyaman.
Ternyata kepo ke beberapa kampus yang tidak menjadi incaran pertama, asik juga ya ! Berasa keliling dunia. Semakin membuka pikiranku tentang beragamnya ilmu yang ditawarkan tiap univ. Dan ternyata mata kuliah yang ditawarkan menarik menarik semua huhu Program prgramnya juga. Ada yang ada program magangnya, ada yang joint degree MSN dan MPH misalnya, ada juga joint degree master + doctoral dalam waktu 5 tahun! Hemat umur ini wkwk Tapi di sisi lain jadi semakin bingung. Padahal awalnya pengen banget di univ X di UK. Sekarang agak sedikit tergoyahkan ! Haha Bismillah saja ya, daftarin saja semuanya. Belum tau kan mana yang akan jadi jodoh. Tapi yang pertama kudu lurusin niat dulu. Cita citaku sederhana : pengen jadi orang yang bermanfaat buat banyak orang, yang dengan ilmuku bisa jadi amal jariyah buatku kelak. Sukses dunia dan akhirat. Makanya ini lagi usaha buat merealisasikan itu semua. Semangat ! Insha Allah ada jalan.
Pelajaran terpenting hari ini adalah jangan merusak penjagaan hati orang lain. Jangan mengungkap apa yang selama ini dijaga erat-erat sebagai rahasia oleh seseorang. Jangan mengusik, sebab sudah begitu erat selama ini ia menjaganya sebagai rahasia. Tidak ada hak sama sekali bagi kita untuk mengungkapnya, kemudian menjadikannya sebagai sebuah perbincangan dan candaan. Hargai dan hormati apa yang dijaga orang lain, hatinya, perasaannya, dan rahasianya. Meski kita sangat ingin bertanya dan mengetahuinya .

Ramadhan Day 30 : I Heal Myself

sumber : unsplash.com Apalah daya bila perjuangan ini tidak mampu menandingi perjuangan orang lain untuk mendapatkanmu. Ketika aku sudah berusaha memperjuangkanmu dengan perjuangan terbaik, ternyata ada yang memperjuangkanmu lebih baik lagi - Ramadhan Terima kasih telah membersamai menulis perjalanan rasa selama 30 hari kemarin. Bagaimana rasanya ? Alhamdulilah, luar biasa. Setelah menulis 30 hari untuk terapi, ternyata membuat lebih lega dan ya feel better.  Dari perjalanan rasa itu aku belajar, merenungi, dan berefleksi bahwa sebaik-baiknya memaafkan adalah dengan mengikhlaskan bukan melupakan. Ikhlas yang seikhlas ikhlasnya. Aku juga belajar untuk bisa menerima diri sendiri dan juga orang lain. Karena sejauh mana aku bisa menerima orang lain dapat dilihat dari sejauh mana aku bisa menerima diri sendiri. Aku belajar untuk menyelesaikan diriku sendiri. Di hari ke 30 ini aku berharap 11 bulan ke depan suasananya tetap sama seperti Ramadhan. Kebiasaan baik yang sudah ...

Ramadhan Day 29 : Membulatkan Tekad

sumber : unsplash.com Tekad itu seperti bahan bakar yang terus memberikan energi kepada seseorang untuk mencapai apa yang menjadi tujuannya. Sesuatu yang terus membuat kaki berjalan meski terseok-seok dan banyak tantangan. Maka, sebelum mencapai sesuatu perihal membulatkan tekad adalah hal penting.  Itulah makna tekad menurutku. Aku pernah learning by doing  tentang membulatkan tekad. Namun jika dipikir-pikir aku belajar jika sudah di tahun terakhir aku sekolah. Tetapi hal itu ternyata berhasil membuat karakter 'pantang menyerah' dalam diriku. Pertam,  aku belajar untuk membulatkan tekad adalah saat SMA kelas 11 Pada saat itu tahun 2014 aku mulai mengenal UI . Mulai sejak itu pula aku mulai mencari tahu tentang UI, seperti jurusan-jurusan + mata kuliahnya, jalur masuk, biaya kuliah, kehidupan mahasiswanya, dan juga PERHIMAK UI. Oh aku bahkan melihat video-video wisuda UI di youtube. Sehingga UI memang sudah sangat melekat di hati dan juga kepala. Mulai sejak ...
Aku belajar bahwa rasa sakit yang terjadi dalam hidup, tidak serta merta bisa mengubah kita menjadi manusia yang jahat. Kita selalu punya pilihan. Diri kita memiliki antivirus yang menjaga. Bukan menjaga kita dari rasa sakit, karena hidup tak pernah lepas dari pengalaman pahit dan menyakitkan. Melainkan menjaga kita dari sikap sikap yang bisa merusak hidup kita dan orang lain. Antivirus itu bernama cinta - Avenoir

Ramadhan Day 28 : kamu itu keren !

Setiap kamu istimewa. Setiap kamu punya peran. Setiap kamu lahir dengan potensi yang dilengkapi dengan visi. Menjadi apapun itu boleh, asal bermanfaat dan halal. Meski mungkin peranmu tak sekeren menurut orang orang. Tapi kan kita memang berperan bukan karena 'kata orang'. Kejujuran hati adalah hal penting. Berperan karena jujur dari hati bukan karena untuk sensasi. Dear kamu, yang sedang jatuh dan tertunduk. Percayalah kamu berharga. Kamu punya arti. Kamu ada di bumi ini tidak sekedar "numpang lewat". Orang orang yang mengagumimu akan pergi meninggalkanmu jika mengetahui kekuranganmu Tetapi orang orang yang tulus sayang padamu akan selalu ada untukmu. Dear kamu, yang kuat. Rumah, 21 Mei 2020 28 Ramadhan 1441 H

Ramadhan Day 27 : Aliran Rasa : Am I Left Behind ?

sumber : unsplash.com   Ada kalanya aku merasa tertinggal di belakang, saat yang lain sudah mulai berlari. Aku masih sibuk saja mempersiapkan bekal di garis start.  Ada kalanya aku ingin menyusul mereka, tetapi langkah kakiku kelelahan jika harus berkejaran dengan orang lain. Ada kalanya aku ingin seperti mereka, yang fokus sama mimpi-mimpiny, yang fokus dengan apa yang dikerjakan, yang bekerja keras, yang idenya brilian,  dan yang seperti  tidak punya rasa lelah. Ingin sekali. Aku selalu saja begini, merasa tertinggal di belakang. Aku juga sering merasa I am not better enogh dari yang lain. Kenapa orang lain bisa aku tidak ? Aku berpikir, oh mungkin usahaku kurang, mungkin aku kurang banyak lagi membaca, mungkin aku memang harus usaha esktra. Aku juga berpikir, oh iya setiap orang kan punya timing nya masing-masing. Aku, kamu, mereka. Semua sudah punya waktunya sendiri. Tidak ada lebih lambat ataupun lebih cepat. Tujuan kita kan memang b...

Ramadhan Day 26 : Memasak Sambil Dinasihati

sumber : unsplash.com Sore itu aku sedang membantu ibuku memasak. Aku sedang mengiris bawang merah tipis-tipis. Tiba-tiba bapak datang ke dapur. Memang bapak ini suka menemani kami memasak, walaupun cuma nglihatin. Seperti biasa, dapur menjadi tempat yang hangat juga untuk mengobrol dan memberikan nasihat. Kelak suasana ini mungkin akan aku rindukan. Memasak sambil diberikan nasihat.  "Des besok kalau sudah punya rezeki sendiri, jangan lupa untuk sedekah. Itu sebuah tanda kita bersyukur dan untuk membersihkan harta kita atas hak-hak orang lain. Kalau ada orang yang mendapatkan rezeki kemudian mengatakan bersyukur tetapi tidak sedekah, berarti rasa syukurnya baru di mulut saja, belum sampai hati. Karena orang yang bersyukur karena mendapatkan rezeki adalah dengan bersedekah." bapak memberikan nasihatnya Aku hanya menjawab, "Iya pak" Tiba-tiba ibu menimpali, "Des besok-besok kalau mau beli bawang merah yang besar-besar ya, walaupun sedikit mahal tetap...

Ramadhan Day 25 : Tantangan Itu Biasa, Menyelesaikannya itu Istimewa

FIK UI 2015 wisuda. dokumentasi pribadi Pernah tidak dalam hidupmu kamu membuat keputusan yang menurutmu paling menantang ? Aku pernah yaitu saat memutuskan aku mengikuti profesi ners. Bagiku itu adalah keputusan besar yang membentuk diriku di hari ini. Setahun yang lalu, di saat yang sama aku sedang sibuk merevisi proposal skripsiku dan merayu dosen pembimbing agar aku bisa sidang akhir Mei. Singkat cerita aku bisa sidang di akhir Mei. Aku merasa aku menang. Aku berhasil melewati salah 1 fase terberatku, yaitu skripsi. Namun setelah itu muncul pertanyaan baru lagi, what's next ? Bagi mahasiswa keperawatan, wisuda sarjana bukanlah akhir dari masa perkuliahan. Justru ini awal kehidupan yang sesungguhnya. Setelah menimbang berbagai pertimbangan, aku akhirnya memutuskan untuk mengikuti profesi, karena jalan mimpiku yang selanjutnya memang harus dilalui melalui profesi. Iya, aku harus mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR) agar aku dapat bekerja sebagai praktisi. Untuk mend...

Ramadhan Day 24 : Alhamdulilah, For Everything

sumber : unsplash.com Alhamdulilah sekarang sudah melewati hari ke 23 ramadhan, yang berarti ramadhan hanya 7 hari lagi. Terus jadi ngaca, 23 hari kemarin sudah maksimal belum yah ? :( Tetapi sudah jangan disesali, jika masih kurang maksimalkan sisa hari-hari ramadhan ini dan jika sudah bagus tingkatkan lagi ! Semoga ramadhan kali ini membawa keberkahan untuk hidup kita sampai kita bertemu ramadhan lagi tahun depan, insha Allah jika diberi umur panjang. Wahai diri, sudah bersyukur belum hari ini ? Bagaimana kabarmu ? Nampaknya hari ini kamu lebih semangat dibanding hari-hari biasanya. Untuk mempertahankan semangatamu ini, coba kita list 5 hal yang perlu kamu syukuri agar kamu fokus ke hal-hal yang sudah kamu dapatkan. Dan agar kamu dijauhkan dari kefuturan. 1. Masih bisa bangun. Salah satu hal yang aku syukuri adalah masih bisa bangun pagi. Masih diberi kesempatan untuk hidup, yang artinya aku masih bisa memperbaiki diri dan juga menambah 'bekal' untuk kehidupan na...

Ramadhan Day 23 : Sudah, Aku Memaafkanmu

sumber : unsplash.com Sore ini langit mendung, awan hitam berarak di atas rumahku. Aku pikir akan seperti sore-sore biasanya, sudah mendung namun tidak jadi hujan, Oh bahkan mentari kembali tersenyum dari balik awan. Menyebalkan. Awan mendung hanya membuat panik manusia bumi. Hanya membuat harapan kosong bagi tanah gersang untuk segera mendapatkan air. Tak tahukah kamu awan mendung, banyak yang telah berharap padamu tetapi kamu justru seperti memainkannya ?  Tetapi nampaknya sore ini awan mendung berbeda. Awan mendungmu kini menurunkan hujan deras, harapan bagi makhluk di bumi termasuk tanah gersang. Kini kamu menepati janjimu. Walaupun kamu sempat seperti hanya membuat harapan kosong, tetapi pada akhirnya kamu menepatinya. Congrats ! Makhluk bumi bahagia, walaupun dibalik bahagianya mereka harus menghapuskan sebuah perasaan kecewanya padamu - SELESAI Memaafkan telah menjadi PR besarmu saat ini. Maksudku, memaafkan orang lain. Berapa banyak, orang yang bersinggungan deng...

Ramadhan Day 22 : Ke Kota

Tidak ada yang bisa duduk tenang. Hujan deras menghimpun cemas di pintu stasiun. Kereta seharusnya datang 5 menit yang lalu. Terkadang, satu menit menunggu terasa lebih merugikan daripada seumur hidup berlalu sia-sia. Seorang pemuda menyalami seorang bapak yang kupikir adalah orangtuanya. Sang bapak melambaikan tangan. Bersedih. Senyum getirnya memunculkan keriput. Si pemuda membalas dengan lambaian yang sama. Tetapi sumringah. Senyum bahagianya memunculkan rona merah. Seolah ia sedang berpura-pura lupa bahwa pria berkeriput itu telah menua. Begitu pun mimpi-mimpi yang menunggunya di kota. Demikian pikirnya, barangkali. Berjarak satu sama lain bukanlah pilihan sulit bagi sebagian orang. Jauh dan dekat hanya soal hitungan kilometer. Berbagai moda melipat jarak bagai kertas. Tetapi seringkali, jarak tidak bekerja seperti itu. Ia mengganti peta dalam pikiranmu dengan ilusi. Jauh dekat bukan lagi dihitung melalui kilometer. Meski ia disampingmu, tapi seringkali ia terasa jauh. Sejauh ...

Ramadhan Day 21 : You're not (always) okay

sumber : unsplash.com Aku tahu akhir-akhir ini kamu sedang diliputi kekhawatiran tentang masa depan : karir, jodoh, keluarga, kematian, dan kehidupan akhirat. Aku tahu kamu sedang berusaha untuk meredam kekhawatiran itu dengan melakukan segenap usaha dan doa. Untuk cita-citamu, kamu berusaha untuk menyelesaikan tugas akhirmu, kamu juga sedang melakukan beberapa hal lain yang menunjang masa depanmu itu. Untuk keluarga, kamu sedang menikmati kebersamaannya. Sebuah nikmat yang belum tentu semua orang lain miliki. Kamu berusaha untuk menikmati detik demi detiknya. Karena kamu tidak tahu, sampai kapan kebersamaan ini akan berlangsung. Suatu hari, mungkin kebersamaan ini akan kamu rindukan. Saat kamu tidak lagi berada di rumah ini, saat kamu mungkin sudah pergi ke rumah yang lain. So, nikmati dan berbakti kepada orangtua saat ini akan menjadi tabungan kebahagiaan untuk masa depan. Kamu akan rindu setiap jengkal kenangan berada di rumah, terutama nasihat-nasihat mereka tentang hidup. ...

Ramadhan Day 20 : Simple Things, Big Happines

sumber : unsplash.com Jika kamu tahu, aku adalah seorang perempuan yang mudah sekali dibuat bahagia. Aku bukan perempuan yang bahagia ketika ada materi. Tapi seringkali aku membuat definisi bahagia terlalu muluk. Aku bahkan mencari kebahagiaan di luar diriku. Padahal, bahagia itu harus dihadirkan dari dalam diri, bukan dicari di luar diri.  Aku mengingat saat masih kecil , ketika bahagia begitu sederhananya. Diajak main air pun sudah bahagia. Saat bahagia ditentukan dari dalam diri, bukan lagi karena orang lain. Tetapi sekarang setidaknya, hal itu membuatku semakin sadar bahwa diri kita berhak untuk bahagia, meski di luar sana mungkin keadaanya sedang tidak sesuai dengan harapan. Untuk menghindari kefuturan, mari kita list 21 hal simpel yang bisa membuatku bahagia : 1.    Berada di rumah berkumpul dengan keluarga 2.  Jam tidur teratur .3.  Bangun pagi ! Selepas sahur dan subuh tidak tidur lagi 4.  Menyapu dan mengepel rumah setiap hari ...

Ramadhan Day 19 : tidak berjudul

Aku tidak menjamin bisa seperti mereka. Karena I life with myself.  Tetapi setidaknya aku sedang berproses untuk bertumbuh setiap harinya. Meski hanya 1 mm. Aku juga tidak yakin, pertumbuhanku setiap hari bisa membuatku layak. Tetapi aku yakin, apa yang aku lakukan hari ini tidak ada yang sia-sia. Apa yang aku lakukan hari ini semoga bisa mengubah masa depanku, walaupun hanya sedikit. Sesuatu yang sangat aku khawatirkan. Rumah, 12 Mei 2020 19 Ramadhan 1441 H

Ramadhan Day 18 : Beyond IELTS

Akhir-akhir ini aku disibukkan oleh IELTS. Aku mencoba untuk belajar lagi setelah 2 tahun yang lalu pernah mendapatkan mata kuliah ini. Aku baru sadar ternyata banyak kurang-kurangnya. Sesederhana reading, ternyata ada hal-hal yang aku tak paham maksudnya, apalagi writing dan speaking. Grammar apa kabar ? Vocab ? Aku merasa tersentil karena masih banyak banget kurangnya. Tetapi di sisi lain aku bahagia karena masih memiliki kesempatan untuk mempelajarinya. Masa-masa ini mengingatkanku saat kelas 12 menjelang SBMPTN. Hari-hariku aku isi dengan belajar materi dan latihan soal. Pengalaman itu cukup untukku belajar menyusun strategi untuk belajar IELTS secara otodidak.  Otakku akan bekerja efektif saat di pagi hari, sehingga pagi hari selepas subuh adalah waktuku untuk memulai belajar. Awalnya aku niatkan hanya belajar 2 jam saja. 1 jam latihan soal, 1 jam lagi untuk melihat pembahasan. Namun pada akhirnya, aku bisa belajar lebih dari 2 jam karena aku masih asik untuk mengek...

Ramadhan Day 17 : Batas

sumber : unsplash.com Apa kabar selama 2 bulan ini #dirumahaja ? Kamu jangan tanyakan kabarku, aku baik-baik saja. Walaupun tidak baik-baik saja. Aku mendengar berita bahwa masa 2 bulan ini sudah sangat berdampak pada kehidupan manusia ya. Banyak sekali pekerja yang di rumahkan, sekolah diliburkan, aktivitas dibatasi, para napi dibebaskan, dan berujung pada melonjaknya kasus kriminalitas seperti pencurian. Manusia sudah cukup kelimpungan menghadapi ini, sehingga apapun dilakukan asalkan tetap bisa makan (?). Berbagai kebijakan pemerintah telah diberlakukan. Salah satunya adalah pembatasan sosial berskala besar. Pasti banyak yang tidak tahan ya dengan kebijakan tersebut yang amat sangat membatasi pergerakan. Tetapi, menurutku itu cukup efektif untuk menekan penyebaran. Bersabarlah sedikit untuk hasil yang lebih baik, daripada tidak sabar tetapi justru nanti akan lebih buruk dampaknya. Di masa ini memang sebuah ujian bagi manusia, ujian untuk menekan ego masing-masing. Sebuah ujia...

Ramadhan Day 16 : Percaya dan Mempercayakan

Masjid Kampus UGM. Dokumentasi pribadi Seringkali aku menghabiskan sore hari sambil menunggu berbuka puasa dengan mengobrol dengan bapakku. Obrolan sore ini adalah tentang ketenangan hati dan tujuan hidup. Seorang manusia dilahirkan ke dunia ini bukan berarti tanpa visi. Manusia hidup tidak hanya sekedar untuk bekerja, makan, lalu punya anak. Tetapi lebih dari itu, yaitu untuk beribadah. Ibadah di sini bermacam – macam bentuknya. Tidak hanya beribadah secara ritual, tetapi juga sosial. Tidak hanya mensholihkan diri sendiri, tetapi juga mensholihkan masyarakat. Untuk masalah ibadah ritual, sudah jelas ya setiap orang memiliki kewajiban yang sama. Untuk ibadah kepada diri sendiri ini seperti menjaga kesehatan, mandi rutin, istirahat cukup, dsb. Namun untuk konteks ibadah sosial ini setiap orang memiliki caranya sendiri. Ada yang dengan mengajar, ada yang dengan berdakwah, ada yang dengan menulis, dan sebagainya sesuai dengan kapasitas diri masing-masing. Kalau kata hamka, “Kalau ...