Langsung ke konten utama

Ramadhan Day 20 : Simple Things, Big Happines

low-angle photo of pink and orange balloons
sumber : unsplash.com


Jika kamu tahu, aku adalah seorang perempuan yang mudah sekali dibuat bahagia. Aku bukan perempuan yang bahagia ketika ada materi. Tapi seringkali aku membuat definisi bahagia terlalu muluk. Aku bahkan mencari kebahagiaan di luar diriku. Padahal, bahagia itu harus dihadirkan dari dalam diri, bukan dicari di luar diri.  Aku mengingat saat masih kecil , ketika bahagia begitu sederhananya. Diajak main air pun sudah bahagia. Saat bahagia ditentukan dari dalam diri, bukan lagi karena orang lain. Tetapi sekarang setidaknya, hal itu membuatku semakin sadar bahwa diri kita berhak untuk bahagia, meski di luar sana mungkin keadaanya sedang tidak sesuai dengan harapan. Untuk menghindari kefuturan, mari kita list 21 hal simpel yang bisa membuatku bahagia :
1.  Berada di rumah berkumpul dengan keluarga
2. Jam tidur teratur
.3. Bangun pagi ! Selepas sahur dan subuh tidak tidur lagi
4. Menyapu dan mengepel rumah setiap hari
5. Menjaili adikku wkwkw
6. Menulis. Walaupun random dan tidak jelas.
7. Membaca buku di kamar dalam keadaan sunyi dan sepi
8. Membaca tumblrnya orang-orang keren
9. Bisa istiqomah belajar IELTS
10 Ditanya kabar, kenapa, gimana, dan berbagai pertanyaan terbuka lainnya
11.  Diberi semangat meski hanya 1 yang bisa jadi semangat
12.  Diberi nasihat dan diajak berdiskusi apapun dengan cara yang tidak menggurui. Aku juga bahagia diceritakan sebuah kisah lalu aku bisa belajar dari situ.
13.  Diskusi dengan teman 1 tim. Dengan berdiskusi aku merasa tidak gabut dan berguna.
14.  Chatting saling bertukar kabar dengan sobat-sobat di FIK huhu kangen euy !
15.  Melakukan upgrade diri lainnya !
16.  Didengarkan saat aku sedang butuh tempat untuk bercerita
17.  Mendengarkan cerita orang lain
18.  Ternyata ketemu dan ngobrol sama pasien juga membuatku bahagia. Apalagi melihat mereka pulang ke rumah. Ada rasa bahagia yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.
19.  Melihat foto-foto lama dan mengingat kejadian-kejadian di balik foto itu. Itu seperti menilik tabungan kebahagiaan.
20.  Diajak makan es krim perpusat, jusnya mas galih, sate fasilkom, es buah lusy, dan mi ayam fkm haha.
21.  Naik bikun sendirian keliling UI, jalan-jalan ke perpusat, ke toko buku meskipun kadang ga beli
Oiya satu lagi aku akan lebih bahagia, jika ada yang tidak sekedar datang, tetapi hadir utuh.
Tanpa sadar, ternyata banyak hal simpel yang ternyata bisa membuatku bahagia. Lebih tepatnya aku bisa bahagia karena aku menghadirkan kebahagiaan. Aku baru sadar, bahagia yang sesungguhnya adalah bukan karena orang lain, meski orang lain terlibat tetapi munculnya berbagai perasaan adalah hasil dari persepsi kita sendiri. Maka, mulai hari ini aku memutuskan untuk tidak lagi ada drama-drama lucu dalam hidup yang membuatku semakin tidak bahagia. Aku memutuskan untuk berusaha bahagia walaupun dalam keadaan tersakitpun. Aku harus tetap bisa bahagia, bukan berpura-pura bahagia. Kadang pura-pura itu juga penting sih, lama-lama juga bakal lupa kalau kita lagi berpura-pura haha. Tetapi aku tidak suka kepura-puraan. Mari berdamai dengan berbagai perasaan. Berusaha untuk menerima dan mengikhlaskannya. Berusaha untuk tetap selalu menghadirkan kebahagiaan bagaimanapun keadaanya. 
Perasaanmu itu berharga. Tetapi hidupmu jauh lebih berharga. Maka, yang perlu kau jaga adalah dirimu sendiri. 

Rumah, 13 Mei 2020
20 Ramadhan 1441 H


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramadhan Day 22 : Ke Kota

Tidak ada yang bisa duduk tenang. Hujan deras menghimpun cemas di pintu stasiun. Kereta seharusnya datang 5 menit yang lalu. Terkadang, satu menit menunggu terasa lebih merugikan daripada seumur hidup berlalu sia-sia. Seorang pemuda menyalami seorang bapak yang kupikir adalah orangtuanya. Sang bapak melambaikan tangan. Bersedih. Senyum getirnya memunculkan keriput. Si pemuda membalas dengan lambaian yang sama. Tetapi sumringah. Senyum bahagianya memunculkan rona merah. Seolah ia sedang berpura-pura lupa bahwa pria berkeriput itu telah menua. Begitu pun mimpi-mimpi yang menunggunya di kota. Demikian pikirnya, barangkali. Berjarak satu sama lain bukanlah pilihan sulit bagi sebagian orang. Jauh dan dekat hanya soal hitungan kilometer. Berbagai moda melipat jarak bagai kertas. Tetapi seringkali, jarak tidak bekerja seperti itu. Ia mengganti peta dalam pikiranmu dengan ilusi. Jauh dekat bukan lagi dihitung melalui kilometer. Meski ia disampingmu, tapi seringkali ia terasa jauh. Sejauh ...

Ramadhan Day 25 : Tantangan Itu Biasa, Menyelesaikannya itu Istimewa

FIK UI 2015 wisuda. dokumentasi pribadi Pernah tidak dalam hidupmu kamu membuat keputusan yang menurutmu paling menantang ? Aku pernah yaitu saat memutuskan aku mengikuti profesi ners. Bagiku itu adalah keputusan besar yang membentuk diriku di hari ini. Setahun yang lalu, di saat yang sama aku sedang sibuk merevisi proposal skripsiku dan merayu dosen pembimbing agar aku bisa sidang akhir Mei. Singkat cerita aku bisa sidang di akhir Mei. Aku merasa aku menang. Aku berhasil melewati salah 1 fase terberatku, yaitu skripsi. Namun setelah itu muncul pertanyaan baru lagi, what's next ? Bagi mahasiswa keperawatan, wisuda sarjana bukanlah akhir dari masa perkuliahan. Justru ini awal kehidupan yang sesungguhnya. Setelah menimbang berbagai pertimbangan, aku akhirnya memutuskan untuk mengikuti profesi, karena jalan mimpiku yang selanjutnya memang harus dilalui melalui profesi. Iya, aku harus mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR) agar aku dapat bekerja sebagai praktisi. Untuk mend...

Ramadhan Day 19 : tidak berjudul

Aku tidak menjamin bisa seperti mereka. Karena I life with myself.  Tetapi setidaknya aku sedang berproses untuk bertumbuh setiap harinya. Meski hanya 1 mm. Aku juga tidak yakin, pertumbuhanku setiap hari bisa membuatku layak. Tetapi aku yakin, apa yang aku lakukan hari ini tidak ada yang sia-sia. Apa yang aku lakukan hari ini semoga bisa mengubah masa depanku, walaupun hanya sedikit. Sesuatu yang sangat aku khawatirkan. Rumah, 12 Mei 2020 19 Ramadhan 1441 H