Langsung ke konten utama

Ramadhan Day 24 : Alhamdulilah, For Everything

Today I am Grateful book
sumber : unsplash.com
Alhamdulilah sekarang sudah melewati hari ke 23 ramadhan, yang berarti ramadhan hanya 7 hari lagi. Terus jadi ngaca, 23 hari kemarin sudah maksimal belum yah ? :(
Tetapi sudah jangan disesali, jika masih kurang maksimalkan sisa hari-hari ramadhan ini dan jika sudah bagus tingkatkan lagi ! Semoga ramadhan kali ini membawa keberkahan untuk hidup kita sampai kita bertemu ramadhan lagi tahun depan, insha Allah jika diberi umur panjang.

Wahai diri, sudah bersyukur belum hari ini ? Bagaimana kabarmu ? Nampaknya hari ini kamu lebih semangat dibanding hari-hari biasanya. Untuk mempertahankan semangatamu ini, coba kita list 5 hal yang perlu kamu syukuri agar kamu fokus ke hal-hal yang sudah kamu dapatkan. Dan agar kamu dijauhkan dari kefuturan.
1. Masih bisa bangun. Salah satu hal yang aku syukuri adalah masih bisa bangun pagi. Masih diberi kesempatan untuk hidup, yang artinya aku masih bisa memperbaiki diri dan juga menambah 'bekal' untuk kehidupan nanti. Salah satu cara bersyukur adalah dengan memaksimalkan apa yang disyukuri itu. Dengan masih bisa bangun aku masih bisa melakukan banyak hal hari ini yang juga hal itu adalah hal-hal yang aku syukuri juga. Aku adalah morning person yang jika melakukan sesuatu fokus di pagi hari. Sehingga aku manfaatkan waktu pagi hari sebagai waktu produktif. Sebisa mungkin mengerjakan sesuatu dan belajar  yang berat-berat di pagi hari. Itu adalah salah satu bentuk syukurku masih bisa bangun pagi.
2. Belajar IELTS. Aku memang sudah membuat jadwal belajar rutin IELTS mandiri. Hari minggu adalah jadwalku untuk latihan soal semua bagian mulai dari listening sampai speaking. Alhamdulilah hari ini sudah terlaksana. Walaupun hasilnya masih jauh dari target tidak apa-apa, semuanya berproses. Aku jadi ingat sebuah cerita toko yang buka 24 jam. Jika sebuah toko buka 24 jam maka toko tersebut akan lebih banyak mendapatkan keuntungan. Tentu jika barang-barang di toko tersebut kualitasnya juga bagus sehingga pelanggan banyak yang suka dengan barang-barang di toko tersebut. Beda kan sama toko yang bukanya misal hanya 12 jam saja, walaupun barang-barangnya bagus tetapi jika bukanya hanya 12 jam pasti keuntungannya akan lebih banyak yang buka 24 jam. Begitu pula dengan toko yang buka hanya 12 jam dan barangnya tidak terlalu bagus. Pasti akan kalah dengan toko yang buka lebih lama dan kualitas barangnya bagus. Dari hal ini aku belajar bahwa untuk mengupgrade diri memang dibutuhkan jam terbang untuk belajar dan juga persiapan diri yang baik.
Dengan semakin banyak jam yang digunakan untuk belajar dan keadaan kita saat belajar juga bagus (fresh, konsen, sehat) maka diri kita semakin cepat terupgrade. Semoga dengan proses yang sedikit demi sedikit ini, akan membuahkan hasil. 
3. Berbakti kepada orangtua. Libur di rumah adalah hal yang sangat membahagiakan. Walaupun liburan ini ada tanggung jawabyang harus dikerjakan yaitu TA ! kamu kapan selesainya sih TA :(
Tetapi dengan berada di rumah aku bisa belajar memperbaiki baktiku kepada mereka. Dengan membantunya melakukan pekerjaan rumah misalnya. Iya dengan hal-hal sederhana seperti itu.
Dan aku bahagia ! 
4. Tubuh lebih sehat. Hi, blog beberapa hari kemarin aku tidak enak badan. Aku merasa sangat tidak produktif. Bahkan untuk melihat layar HP saja pusing wkwk. Tetapi tidak apa-apa, pertanda aku harus istirahat. Jadilah 3 hari kemarin aku istirahat dan hanya tidur-tiduran sambil berdoa semoga aku lekas sehat lagi dan bisa melakukan hal-hal yang biasa aku lakukan. Aku baru sadar, baru sakit demam saja badan sudah tidak enak. Apalagi jika sakit yang lebih parah dari ini. Walaupun aku calon perawat, tetapi memang saat sakit ya sama saja ngeluh-ngeluhnya. Selalu butuh orang lain untuk menenangkan dan menyembuhkan. Kesehatan mahal harganya ya. Sekalinya sakit, sudah tidak bisa melakukan apa-apa. Makan tak enak, tidur tak nyenyak. Maka, bersyukurlah jika sampai hari ini masih diberi kesehatan, Syukurnya dengan menjaga tubuh tetap sehat. Dengan pola hidup yang sehat dan tidak mendzolimi 
Pola hidup sehat itu meliputi 
a. Makan makanan yang bergizi. Aku pernah membaca sebuah buku, makanan yang baik tidak hanya yang halal tapi juga thayyib, yaitu yang bermanfaat bagi tubuh, yang membuat tubuh menjadi sehat Jadi dalam memilih makanan selain yang halal juga thayyib ya. #ntms kurang-kurangin mecin wkwk
b. Istirahat yang cukup. Tubuh kita seperti mesin yang juga butuh istirahat biar ga panas. Jika merasa lelah ya istirahat bentar, lalu mulai lagi. Jangan terlalu memaksakan sampai lupa diri ternyata udah mendzolimi tubuh sendiri dengan terlalu memaksanya bekerja terlalu keras misalnya. Itu prinsipku sih haha. Mungkin ini juga alasan kenapa aku tidak suka begadang. Aku sedang menerapkan pola hidup sehat. 
c. Manajemen stres. Stres juga bisa menjadi sumber sakit fisik. Sehingga manajemen stres yang baik juga dapat membuat tubuh menjadi sehat. Jika ada masalah slowdown aja haha. 
d. Olahraga. Olahraga bisa jalan kaki, sepedaaan, peregangan, jogging, main badminton, dsb minimal dilakukan 20-30 menit tiap minggunya. Syukur-syukur bisa dilakukan 3-5 kali. Bisa lebih bugar badannya.
Jadi mencegah memang lebih baik daripada mengobati ya ! Jaga kesehatan karena sakit itu tidak enak.
5. Mengikuti sesi scholarship camp dari SALAM UI. Sesi hari ini membahas tentang tips wawancara yang diisi oleh kak Maryam muthiah karimah alumni elektro UI dan alumni dari beasiswa USAID.

Kayanya aku harus rajin-rajin ngejournal seperti ini ya agar ingat hari ini apa yang sudah direncakan, dilakukan, dan apa evaluasinya. Selain itu menjadi banyak bersyukur tentang nikmat yang sudah Allah berikan sampai detik ini. Hmm ide yang bagus !

Oke, aku sudahi percurhatan ini. Jangan lupa bangun pagi !

Rumah, 17 Mei 2020
24 Ramadhan 1441 H

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramadhan Day 22 : Ke Kota

Tidak ada yang bisa duduk tenang. Hujan deras menghimpun cemas di pintu stasiun. Kereta seharusnya datang 5 menit yang lalu. Terkadang, satu menit menunggu terasa lebih merugikan daripada seumur hidup berlalu sia-sia. Seorang pemuda menyalami seorang bapak yang kupikir adalah orangtuanya. Sang bapak melambaikan tangan. Bersedih. Senyum getirnya memunculkan keriput. Si pemuda membalas dengan lambaian yang sama. Tetapi sumringah. Senyum bahagianya memunculkan rona merah. Seolah ia sedang berpura-pura lupa bahwa pria berkeriput itu telah menua. Begitu pun mimpi-mimpi yang menunggunya di kota. Demikian pikirnya, barangkali. Berjarak satu sama lain bukanlah pilihan sulit bagi sebagian orang. Jauh dan dekat hanya soal hitungan kilometer. Berbagai moda melipat jarak bagai kertas. Tetapi seringkali, jarak tidak bekerja seperti itu. Ia mengganti peta dalam pikiranmu dengan ilusi. Jauh dekat bukan lagi dihitung melalui kilometer. Meski ia disampingmu, tapi seringkali ia terasa jauh. Sejauh ...

Ramadhan Day 25 : Tantangan Itu Biasa, Menyelesaikannya itu Istimewa

FIK UI 2015 wisuda. dokumentasi pribadi Pernah tidak dalam hidupmu kamu membuat keputusan yang menurutmu paling menantang ? Aku pernah yaitu saat memutuskan aku mengikuti profesi ners. Bagiku itu adalah keputusan besar yang membentuk diriku di hari ini. Setahun yang lalu, di saat yang sama aku sedang sibuk merevisi proposal skripsiku dan merayu dosen pembimbing agar aku bisa sidang akhir Mei. Singkat cerita aku bisa sidang di akhir Mei. Aku merasa aku menang. Aku berhasil melewati salah 1 fase terberatku, yaitu skripsi. Namun setelah itu muncul pertanyaan baru lagi, what's next ? Bagi mahasiswa keperawatan, wisuda sarjana bukanlah akhir dari masa perkuliahan. Justru ini awal kehidupan yang sesungguhnya. Setelah menimbang berbagai pertimbangan, aku akhirnya memutuskan untuk mengikuti profesi, karena jalan mimpiku yang selanjutnya memang harus dilalui melalui profesi. Iya, aku harus mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR) agar aku dapat bekerja sebagai praktisi. Untuk mend...

Ramadhan Day 19 : tidak berjudul

Aku tidak menjamin bisa seperti mereka. Karena I life with myself.  Tetapi setidaknya aku sedang berproses untuk bertumbuh setiap harinya. Meski hanya 1 mm. Aku juga tidak yakin, pertumbuhanku setiap hari bisa membuatku layak. Tetapi aku yakin, apa yang aku lakukan hari ini tidak ada yang sia-sia. Apa yang aku lakukan hari ini semoga bisa mengubah masa depanku, walaupun hanya sedikit. Sesuatu yang sangat aku khawatirkan. Rumah, 12 Mei 2020 19 Ramadhan 1441 H