| sumber : unsplash.com |
Aku
tahu akhir-akhir ini kamu sedang diliputi kekhawatiran tentang masa depan :
karir, jodoh, keluarga, kematian, dan kehidupan akhirat. Aku tahu kamu sedang
berusaha untuk meredam kekhawatiran itu dengan melakukan segenap usaha dan doa.
Untuk cita-citamu, kamu berusaha untuk menyelesaikan tugas akhirmu, kamu juga
sedang melakukan beberapa hal lain yang menunjang masa depanmu itu. Untuk
keluarga, kamu sedang menikmati kebersamaannya. Sebuah nikmat yang belum tentu
semua orang lain miliki. Kamu berusaha untuk menikmati detik demi detiknya.
Karena kamu tidak tahu, sampai kapan kebersamaan ini akan berlangsung. Suatu
hari, mungkin kebersamaan ini akan kamu rindukan. Saat kamu tidak lagi berada
di rumah ini, saat kamu mungkin sudah pergi ke rumah yang lain. So, nikmati dan
berbakti kepada orangtua saat ini akan menjadi tabungan kebahagiaan untuk masa
depan. Kamu akan rindu setiap jengkal kenangan berada di rumah, terutama
nasihat-nasihat mereka tentang hidup. Untuk kematian dan kehidupan akhirat, ya
kamu sedang berusaha untuk menjadi sebaik-baiknya hamba versi dirimu. Kamu
sedang berusaha untuk memperbaiki dirimu. Meninggalkan jauh-jauh hal yang bernama
masa lalu. Untuk masalah jodoh, ah sudah aku tau kamu sedang tidak ingin membahasnya sekarang. Dan kamu tidak
perlu khawatir, karena kehidupanmu sudah terjamin dan sudah diatur. Tugasmu
hanya berusaha dan berdoa.
Untuk
kali ini cobalah untuk tidak memikirkan dan mengkhawatirkan macam-macam. Cobalah
untuk fokus saja terhadap apa yang sedang dilakukan saat ini. Toh apa yang kamu
lakukan hari ini juga untuk masa depanmu kan.
Tetapi
tidak apa-apa juga jika sekarang kamu merasa tidak baik-baik saja. Kamu memang
tidak harus selalu baik-baik saja, kan hatimu bukan batu. Hidup memang begitu,tidak
selamanya seperti yang kita mau. Tetapi yang terjadi kepadamu, semuanya yang
terbaik. Walaupun kadang ada masanya kecewa sekali. Sampai tidak tahu lagi mau
marah ke siapa. Marah ke Tuhan ? Kok kurang ajar. Akhirnya Cuma ngadu dan
ngadu. Tapi diam-diam kamu berdoa. Memohon agar kuat menghadapi ini semua.
Memohon banyak sekali, tapi intinya agar rasa kecewa ini diangkat, dicabut
seakar-akarnya. Permohonan yang kamu lantangkan saat senyap. Rasanya Tuhan saja
yang mengerti, tidak perlu orang lain. Kamu sudah cukup lelah dan tidak lagi mau kecewa dengan respon orang
lain. Di saat semua nampak tidak ada yang mau mendengar, Tuhan dengan yang
tanpa dimintapun sudah mendengar. Tuhan mungkin sedang ingin menunjukkan, kalau
kita ini makhluk yang lemah. Yang tidak ada apa-apanya tanpa bantuanNya. Tuhan
mungkin sedang rindu, dijadikannya nomer satu. Dijadikan segala-galanya. Tuhan
mungkin sedang rindu. Selama ini kita terlalu jauh, selama ini kita tidak
benar-banr bicara dengan hati, selama ini kita sibuk dengan urusan kita
sendiri. Dibalik rasa khawatir, resah, dan kecewa ini, Tuhan ingin kita mendekat.
Tidak
perlu khawatir.
Tidak
perlu resah.
Tidak
perlu memikirkan macam-macam.
“Ingat
ada Aku..ingat ada Aku” – Allah
Rumah,
14 Mei 2020
21
Ramadhan 1441 H

Komentar
Posting Komentar