Langsung ke konten utama

Ramadhan Day 21 : You're not (always) okay

grayscale photo of woman right hand on glass
sumber : unsplash.com

Aku tahu akhir-akhir ini kamu sedang diliputi kekhawatiran tentang masa depan : karir, jodoh, keluarga, kematian, dan kehidupan akhirat. Aku tahu kamu sedang berusaha untuk meredam kekhawatiran itu dengan melakukan segenap usaha dan doa. Untuk cita-citamu, kamu berusaha untuk menyelesaikan tugas akhirmu, kamu juga sedang melakukan beberapa hal lain yang menunjang masa depanmu itu. Untuk keluarga, kamu sedang menikmati kebersamaannya. Sebuah nikmat yang belum tentu semua orang lain miliki. Kamu berusaha untuk menikmati detik demi detiknya. Karena kamu tidak tahu, sampai kapan kebersamaan ini akan berlangsung. Suatu hari, mungkin kebersamaan ini akan kamu rindukan. Saat kamu tidak lagi berada di rumah ini, saat kamu mungkin sudah pergi ke rumah yang lain. So, nikmati dan berbakti kepada orangtua saat ini akan menjadi tabungan kebahagiaan untuk masa depan. Kamu akan rindu setiap jengkal kenangan berada di rumah, terutama nasihat-nasihat mereka tentang hidup. Untuk kematian dan kehidupan akhirat, ya kamu sedang berusaha untuk menjadi sebaik-baiknya hamba versi dirimu. Kamu sedang berusaha untuk memperbaiki dirimu. Meninggalkan jauh-jauh hal yang bernama masa lalu. Untuk masalah jodoh, ah sudah aku tau kamu sedang tidak  ingin membahasnya sekarang. Dan kamu tidak perlu khawatir, karena kehidupanmu sudah terjamin dan sudah diatur. Tugasmu hanya berusaha dan berdoa.
Untuk kali ini cobalah untuk tidak memikirkan dan mengkhawatirkan macam-macam. Cobalah untuk fokus saja terhadap apa yang sedang dilakukan saat ini. Toh apa yang kamu lakukan hari ini juga untuk masa depanmu kan.
Tetapi tidak apa-apa juga jika sekarang kamu merasa tidak baik-baik saja. Kamu memang tidak harus selalu baik-baik saja, kan hatimu bukan batu. Hidup memang begitu,tidak selamanya seperti yang kita mau. Tetapi yang terjadi kepadamu, semuanya yang terbaik. Walaupun kadang ada masanya kecewa sekali. Sampai tidak tahu lagi mau marah ke siapa. Marah ke Tuhan ? Kok kurang ajar. Akhirnya Cuma ngadu dan ngadu. Tapi diam-diam kamu berdoa. Memohon agar kuat menghadapi ini semua. Memohon banyak sekali, tapi intinya agar rasa kecewa ini diangkat, dicabut seakar-akarnya. Permohonan yang kamu lantangkan saat senyap. Rasanya Tuhan saja yang mengerti, tidak perlu orang lain. Kamu sudah cukup lelah  dan tidak lagi mau kecewa dengan respon orang lain. Di saat semua nampak tidak ada yang mau mendengar, Tuhan dengan yang tanpa dimintapun sudah mendengar. Tuhan mungkin sedang ingin menunjukkan, kalau kita ini makhluk yang lemah. Yang tidak ada apa-apanya tanpa bantuanNya. Tuhan mungkin sedang rindu, dijadikannya nomer satu. Dijadikan segala-galanya. Tuhan mungkin sedang rindu. Selama ini kita terlalu jauh, selama ini kita tidak benar-banr bicara dengan hati, selama ini kita sibuk dengan urusan kita sendiri. Dibalik rasa khawatir, resah, dan kecewa ini, Tuhan ingin kita mendekat.
Tidak perlu khawatir.
Tidak perlu resah.
Tidak perlu memikirkan macam-macam.
“Ingat ada Aku..ingat ada Aku” – Allah

Rumah, 14 Mei 2020
21 Ramadhan 1441 H


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramadhan Day 22 : Ke Kota

Tidak ada yang bisa duduk tenang. Hujan deras menghimpun cemas di pintu stasiun. Kereta seharusnya datang 5 menit yang lalu. Terkadang, satu menit menunggu terasa lebih merugikan daripada seumur hidup berlalu sia-sia. Seorang pemuda menyalami seorang bapak yang kupikir adalah orangtuanya. Sang bapak melambaikan tangan. Bersedih. Senyum getirnya memunculkan keriput. Si pemuda membalas dengan lambaian yang sama. Tetapi sumringah. Senyum bahagianya memunculkan rona merah. Seolah ia sedang berpura-pura lupa bahwa pria berkeriput itu telah menua. Begitu pun mimpi-mimpi yang menunggunya di kota. Demikian pikirnya, barangkali. Berjarak satu sama lain bukanlah pilihan sulit bagi sebagian orang. Jauh dan dekat hanya soal hitungan kilometer. Berbagai moda melipat jarak bagai kertas. Tetapi seringkali, jarak tidak bekerja seperti itu. Ia mengganti peta dalam pikiranmu dengan ilusi. Jauh dekat bukan lagi dihitung melalui kilometer. Meski ia disampingmu, tapi seringkali ia terasa jauh. Sejauh ...

Ramadhan Day 25 : Tantangan Itu Biasa, Menyelesaikannya itu Istimewa

FIK UI 2015 wisuda. dokumentasi pribadi Pernah tidak dalam hidupmu kamu membuat keputusan yang menurutmu paling menantang ? Aku pernah yaitu saat memutuskan aku mengikuti profesi ners. Bagiku itu adalah keputusan besar yang membentuk diriku di hari ini. Setahun yang lalu, di saat yang sama aku sedang sibuk merevisi proposal skripsiku dan merayu dosen pembimbing agar aku bisa sidang akhir Mei. Singkat cerita aku bisa sidang di akhir Mei. Aku merasa aku menang. Aku berhasil melewati salah 1 fase terberatku, yaitu skripsi. Namun setelah itu muncul pertanyaan baru lagi, what's next ? Bagi mahasiswa keperawatan, wisuda sarjana bukanlah akhir dari masa perkuliahan. Justru ini awal kehidupan yang sesungguhnya. Setelah menimbang berbagai pertimbangan, aku akhirnya memutuskan untuk mengikuti profesi, karena jalan mimpiku yang selanjutnya memang harus dilalui melalui profesi. Iya, aku harus mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR) agar aku dapat bekerja sebagai praktisi. Untuk mend...

Ramadhan Day 19 : tidak berjudul

Aku tidak menjamin bisa seperti mereka. Karena I life with myself.  Tetapi setidaknya aku sedang berproses untuk bertumbuh setiap harinya. Meski hanya 1 mm. Aku juga tidak yakin, pertumbuhanku setiap hari bisa membuatku layak. Tetapi aku yakin, apa yang aku lakukan hari ini tidak ada yang sia-sia. Apa yang aku lakukan hari ini semoga bisa mengubah masa depanku, walaupun hanya sedikit. Sesuatu yang sangat aku khawatirkan. Rumah, 12 Mei 2020 19 Ramadhan 1441 H