Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

Ramadhan Day 7 : Ketika Semua Berubah

sumber : unsplash.com Hidup adalah tentang pergantian peran. Sekarang kita menjadi anak, esok kita menjadi orangtua, dan esoknya lagi kita menjadi nenek/kakek, dan kemudian meninggal. Kata bapak, tugas orangtua itu salah satunya membuat anaknya bisa berdiri di atas kakinya sendiri. Agar nanti jika mereka sudah tiada, anaknya mampu melanjutkan hidupnya sendiri. Oh ya, tak lupa diberikan bakal ilmu, karena bekal itu akan berguna selamanya. Hidup ini singkat ya. Hanya berganti-ganti peran saja dan setiap perubahan peran memiliki tantangan sendiri. Aku pernah belajar tentang perkembangan manusia berdasarkan kondisi psikososialnya. Erikson mengatakan bahwa setiap tahapan ada tugas perkembangan yang harus dilalui. Tugas perkembangan ini sama setiap orang, namun bagaimana melaluinya tentu berbeda. Ada yang berhasil melaluinya dengan baik, ada yang parsial, ada juga yang tidak dapat melaluinya dengan baik ( unsuccessful). Berhasil atau tidaknya seseorang melewati setiap tugas perkemb...

Ramadhan Day 6 : Menjadi Nyata Di Antara Maya

sumber : unsplash.com Teknologi dapat mempermudah hidup manusia, tetapi di sisi lain dapat memperbudak manusia (?) Terkadang, aku ingin kembali ke masa-masa 5 tahun yang lalu dimana aku tidak begitu aktif bersosial media. Saat itu, aku tidak mengerti apa itu instagram, line, linkedin, dan sebagainya. Aku hanya mengerti facebook, twitter, dan whatsapp, pun aku tidak terlalu aktif menggunakannya. Saat itu, aku juga merasa lebih aktif berkomunikasi secara nyata daripada komunikasi melalui dunia maya.   Namun, semua berubah setelah negara api menyerang. Kehidupan kuliah mengubah segalanya. Aku dituntut untuk dapat berkomunikasi secara online setiap saat. Berbagai grup kuliah, organisasi, dan paguyuban mulai aku masuki. Iya, setiap saat karena saat maba tugas ospek dapat datang begitu saja. Begitu juga dengan info-info perkuliahan. Tiba-tiba ganti jadwal, tiba-tiba ada tugas tambahan, tiba-tiba deadline tugas dimajukan, dan lain sebagainya. Begitu juga di PERHIMAK UI, banyak ju...

Ramadhan Day 5 : Badai Kegagalan

sumber : unsplash.com Kala itu aku sedang semangat-semangatnya mengejar cita-citaku. Aku sudah membuat peta kemana aku melangkah. Aku juga sudah membuat rancangan seperti apa duniaku akan kubangun. Perbekalanku sudah siap.   Aku   persiapkan tubuh yang sehat, rohani yang kuat, dan pikiran yang jernih agar aku dapat mewujudkan cita-citaku itu. Perlahan aku mulai berjalan sambil membawa peta. Setelah sekian lama berjalan, ada yang aneh. Jalan ini tampak sunyi, aku menjadi satu-satunya yang menelusuri jalan ini. Tetapi aku tidak peduli, tujuanku ada di depan sana dan aku akan membangun duniaku di sana. Aku harus segera bergegas menujunya. Dan aku semakin menikmati jalan yang sunyi ini. Sesekali aku bernyanyi sebuah lagu “Dibalik Gunung” Seandainya kau tahu bahwa kau sungguh berharga Kau bisa jadi apa saja asal kau berupaya Seandainya kau tau apa doa ayah dan bunda Tak mungkin sampai tega mematahkan isinya Teruslah bergerak hingga rasa lelah Sendiri kelelahan...

Ramadhan Day 4 : Aspek Positif Pada Diri Sendiri

sumber: unsplash.com Manusia itu seperti bunga. Bermacam-macam jenisnya dan punya keunikan sendiri-sendiri Hidup di dunia yang semakin modern, terkadang membuat manusia lupa untuk hidup sebagai manusia yang lengkap dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Hidup di dunia yang semakin banyak tuntutan, membuat kebanyakan orang exhausted karena selalu menuntut dirinya terus menerus. Tentang nilai cumlaude, pergi kesana kemari, pekerjaan dengan gaji tinggi, dan sebagainya. Tidak salah sih, hanya saja jika idealisme tersebut tidak tercapai apakah sudah memikirkan efek sampingnya terhadap diri kita ? apakah sudah siap menerima hasilnya ? Tidak apa-apa memiliki idealisme tinggi, justru itu sebagai motivasi tetapi juga harus diiringi pikiran yang realistis dan juga hati yang lapang untuk menerima ketetapan takdir yang diberikan. Aku belajar tentang keperawatan jiwa di perkuliahan, yang merupakan salah satu cabang keilmuan di keperawatan. Keperawatan jiwa berisi tentang kesehatan...

Ramadhan Day 3 : Aku Tidak Suka Jika....

sumber : unsplash.com Aku pernah mendengar bahwa apa-apa yang terjadi di dunia ini bersifat netral. Yang membuatnya menjadi memiliki emosi adalah persepsi kita sendiri dan setiap orang mempunyai respon berbeda-beda. Termasuk aku. Aku pernah di’kritik’ oleh kakak tingkat yang saat itu satu departemen denganku. Beliau berkata begini, “des kalo lo lagi marah ternyata meledak gitu ya”. Aku Cuma menjawab “iya ka, aku emang gitu. Sebenarnya tergantung dari apa yang membuatku marah sih.”. seorang teman yang lain juga pernah berkata, “destin mah orangnya gabisa bohong. Pasti ekspresinya keliatan kalau lagi ga jujur”. Haha satu temanku ini memang sangat peka ! mungkin karena hampir setiap hari bareng. Di kelas, di kantin, di semua sudut kampus. Kalau dipikir-pikir benar juga yang dikatakan mereka. Walaupun serapat apapun aku menyembunyikannya, wajahku gabisa bohong. Akan kelihatan dari caraku berbicara dan berekspresi. Entahlah aku tidak suka saja jika ada yang mengusikku dengan hal...

Ramadhan Day 2 : Tumbuh Dari Luka

Apa yang kamu pikirkan tentang masa lalu ? Memalukan ? Menyakitkan ? Membahagiakan ? atau mengecewakan ? Pernah di satu masa aku berpikir bahwa apa apa yang tidak mengenakan di masa lalu ingin aku buang jauh-jauh. Rasanya ingin membuang luka itu. Luka yang hanya membuatku sakit berkepanjangan. Pernah suatu waktu, aku jatuh berkali kali dan tidak tahu caranya bangkit. Aku pernah merasa tidak bisa ikhlas atas apa-apa yang menimpaku saat itu. Hingga waktu terus berjalan meninggalkan masa itu, aku baru sadar. Ternyata apa – apa yang terjadi di masa lalu membuatku menjadi hari ini. Membuatku menjadi lebih kuat dari yang dulu, lebih tegas, lebih bijaksana, dan menjadi lebih memahami tentang ‘ilmu hidup’. Jika ada yang mengatakan waktu akan menyembuhkan luka, bagiku itu tidak sepenuhnya   benar. Untuk menyembuhkan sebuah luka apapun itu, selain membutuhkan waktu yang tidak sebentar juga dibutuhkan hati yang lapang, pikiran yang jernih. Ya meskipun harus nangis berkali-kali dan pik...

Ramadhan Day 1 : Mengapresiasi Diri Sendiri

sumber : pinterest.com Setiap Ramadhan memberikan kesan yang berbeda untukku. Tetapi ada kesan yang sama, yaitu berjuang. Entah itu berjuang masuk perguruan tinggi atau berjuang untuk bisa segera menjadi alumni. Keduanya merupakan lika-liku yang sangat meresahkan tetapi ternyata kamu masih mau menjalaninya sampai hari ini ! Cerita bermula dari tahun 2015. Sebuah tahun perjuangan yang memberikan banyak sekali pelajaran. Ramadhan 2015 jatuh pada bulan Juni. Saat itu aku masih berjuang kesana kemari untuk melakukan tes masuk perguruan tinggi. Ingat sekali saat aku harus bolak balik ke Solo entah berapa kali. Aku juga masih ingat betapa kecewanya aku saat membuka pengumuman SBMPTN tetapi yang muncul adalah kata “Maaf...”. Tapi aku bahagia dengan kejutan hasil SIMAK UI yang saat itu aku buka pengumumannya tepat sebelum berbuka puasa. Aku membuka pengumuman dengan bergumam dalam hati “Ah paling tidak diterima. SBM aja gagal”. Tetapi setelah aku membuka sebuah laman yang bertuliskan...