Apa
yang kamu pikirkan tentang masa lalu ? Memalukan ? Menyakitkan ? Membahagiakan
? atau mengecewakan ?
Pernah
di satu masa aku berpikir bahwa apa apa yang tidak mengenakan di masa lalu
ingin aku buang jauh-jauh. Rasanya ingin membuang luka itu. Luka yang hanya
membuatku sakit berkepanjangan. Pernah suatu waktu, aku jatuh berkali kali dan
tidak tahu caranya bangkit. Aku pernah merasa tidak bisa ikhlas atas apa-apa
yang menimpaku saat itu. Hingga waktu terus berjalan meninggalkan masa itu, aku
baru sadar.
Ternyata
apa – apa yang terjadi di masa lalu membuatku menjadi hari ini. Membuatku menjadi
lebih kuat dari yang dulu, lebih tegas, lebih bijaksana, dan menjadi lebih
memahami tentang ‘ilmu hidup’. Jika ada yang mengatakan waktu akan menyembuhkan
luka, bagiku itu tidak sepenuhnya benar.
Untuk menyembuhkan sebuah luka apapun itu, selain membutuhkan waktu yang tidak
sebentar juga dibutuhkan hati yang lapang, pikiran yang jernih. Ya meskipun
harus nangis berkali-kali dan pikiran masih denial terhadap apa yang
menimpaku. Pernah juga benci sebenci-bencinya terhadap orang yang membuat luka
itu. Pernah ingin menskip saat ini dan langsung saja melompat ke masa
depan. Betapa dangkalnya pemikiranku saat itu. Betapa sempitnya hatiku saat
itu.
Justru
dengan menjalani proses itu, dengan perlahan merawat lukanya setiap hari dengan
sabar lama-lama luka itu sembuh. Kalau luka itu dibiarkan ternganga begitu saja
dan tidak segera dirawat, luka tersebut akan mengalami infeksi, lalu bernanah,
semakin nyeri, dan ya fase penyembuhannya akan semakin lama. Sehingga jika kita
terluka segera rawat lukanya : dengan memaafkan, latih hati untuk segera
ikhlas, dan segera moveon untuk memperbaiki kesalahan. Memang itu proses yang
tidak mudah dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar juga menguras energi yang
tidak sedikit (bagiku).
Setiap
orang di hari ini telah tumbuh dari masa lalu yang berbeda beda. Sifat dan
karakter yang ada pada seseorang di hari ini bisa terbentuk dari masa lalu itu.
Pengalaman emosi itu memang harus dirasakan secara langsung. Rasanya dibuat
bahagia, dikecewakan, dikhawatirkan, dsb akan sangat berarti untuk kita saat
ini. Pengalaman itu juga bisa menjadi bekal kita sebagai orang tua kelak,
ketika anak-anak bertanya tentang pengalaman emosi kita sudah mengetahui
jawabannya karena kita pernah mengalami dan belajar dari sana.
Masa
lalu itu tidak untuk dikenang, apalagi dirindukan. Tetapi untuk diambil pelajarannya.
Iya,
ternyata seseorang bisa bertumbuh dari luka yang menimpanya. Selamat merawat
luka !
Rumah,
25 April 2020
2
Ramadhan 1441 H


Komentar
Posting Komentar