Ternyata ikhlas itu tidak mudah. Apalagi untuk hal-hal yang tidak menyenangkan, menurut kita.
Misalnya, ketika bekerja ikhlas untuk melayani orang lain dengan segala kebawelannya. Kita harus tetap ikhlas untuk tetap berbuat baik kepada orang tersebut, tetap menjelaskan dengan santun, dan ya pokoknya tetap memberikan yang terbaik seolah kita 'gapapa' dibaweli seperti itu. Misalnya lagi, mengikhlaskan sesuatu yang memang bukan atau belum menjadi hak kita. Memang sulit, tapi bukan berarti tidak mungkin.
Ternyata, pelajaran ikhlas itu memang harus dijalani, tidak bisa hanya sekedar teori.
Karena ikhlas tidak hanya sekedar ucapan "aku ikhlas", tapi juga melibatkan hati. Hati yang lapang untuk menerima, hati yang terus berprasangka baik, dan hati yang terus bersyukur dalam segala kondisi.
Dan untuk bisa memiliki hati yang seperti itu pun, menurutku harus menjalani segala "ujiannya".
Depoj, 29 November 2020
Komentar
Posting Komentar