Langsung ke konten utama

Orang-orang Baik

Jika diingat-ingat, banyak mimpiku yang terwujud karena campur tangan banyak orang.
Jika dipikir-pikir lagi, dibalik dunia yang katanya mengerikan ini, ternyata masih banyak orang-orang baik
Aku tidak tahu bagaimana nasibku jika tanpa bantuan mereka
Terkdang, hal-hal ini lupa untuk aku syukuri
Bahwa kehadiran orang-orang baik di sekitar kita adakah rezeki yang belum tentu didapatkan oleh orang lain
Teringat saat masa skripsi dulu, 110 responden orang baik telah ikut berkontribusi dalam proses kelulusanku
Belum lagi peran ibu-ibu kader, dokter, perawat, pegawai TU puskesmas yang sering aku repotkan, pegawai kesbangpol, adek-adek yang lagi magang di dinkes yang pernah aku komplainkan terkait copyan surat, dan juga teman-temanku yang juga aku repotkan untuk membantuku mengambil data dan mengajariku SPSS.
Juga teman-teman di SSC, alumni ikasago yang turut serta membantu salah 1 mimpiku yang sempat aku tuliskan saat akan lulus SMA, yaitu membantu adik-adik kelas untuk mewujudkan mimpinya sebelum aku lulus sarjana.
Saat ini pun, di saat aku sedang mengerjakan TA ners, banyak orang-orang baik yang turut serta membantu.
Setelah pusing mencari pasien, ditolak beberapa kali, akhirnya hari ini mendapat 2 pasien tambahan dan Alhamdulilah kooperatif semua. Pasien-pasien itu dicarikan oleh kakak residen. Terima kasih banyak kak!

Dalam hidup, ada banyak harapan kita yang terwujud dengan bantuan banyak orang.
Tanpa mereka, mungkin harapan-harapan kita hanya menjadi seonggok harapan
Kamu tahu engga apa namanya jika ada orang-orang yang dengan tulus membantumu ?
Itu namanya, kamu sedang menerima pengorbanan.
Jangan disia-siakan!

Selamat memberi dan menerima kebaikan !
jika P maka Q, tidak berarti jika Q maka P tetapi berarti jika ~Q maka ~P

Rumah, 27 Juni 2020


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramadhan Day 22 : Ke Kota

Tidak ada yang bisa duduk tenang. Hujan deras menghimpun cemas di pintu stasiun. Kereta seharusnya datang 5 menit yang lalu. Terkadang, satu menit menunggu terasa lebih merugikan daripada seumur hidup berlalu sia-sia. Seorang pemuda menyalami seorang bapak yang kupikir adalah orangtuanya. Sang bapak melambaikan tangan. Bersedih. Senyum getirnya memunculkan keriput. Si pemuda membalas dengan lambaian yang sama. Tetapi sumringah. Senyum bahagianya memunculkan rona merah. Seolah ia sedang berpura-pura lupa bahwa pria berkeriput itu telah menua. Begitu pun mimpi-mimpi yang menunggunya di kota. Demikian pikirnya, barangkali. Berjarak satu sama lain bukanlah pilihan sulit bagi sebagian orang. Jauh dan dekat hanya soal hitungan kilometer. Berbagai moda melipat jarak bagai kertas. Tetapi seringkali, jarak tidak bekerja seperti itu. Ia mengganti peta dalam pikiranmu dengan ilusi. Jauh dekat bukan lagi dihitung melalui kilometer. Meski ia disampingmu, tapi seringkali ia terasa jauh. Sejauh ...

Ramadhan Day 25 : Tantangan Itu Biasa, Menyelesaikannya itu Istimewa

FIK UI 2015 wisuda. dokumentasi pribadi Pernah tidak dalam hidupmu kamu membuat keputusan yang menurutmu paling menantang ? Aku pernah yaitu saat memutuskan aku mengikuti profesi ners. Bagiku itu adalah keputusan besar yang membentuk diriku di hari ini. Setahun yang lalu, di saat yang sama aku sedang sibuk merevisi proposal skripsiku dan merayu dosen pembimbing agar aku bisa sidang akhir Mei. Singkat cerita aku bisa sidang di akhir Mei. Aku merasa aku menang. Aku berhasil melewati salah 1 fase terberatku, yaitu skripsi. Namun setelah itu muncul pertanyaan baru lagi, what's next ? Bagi mahasiswa keperawatan, wisuda sarjana bukanlah akhir dari masa perkuliahan. Justru ini awal kehidupan yang sesungguhnya. Setelah menimbang berbagai pertimbangan, aku akhirnya memutuskan untuk mengikuti profesi, karena jalan mimpiku yang selanjutnya memang harus dilalui melalui profesi. Iya, aku harus mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR) agar aku dapat bekerja sebagai praktisi. Untuk mend...

Ramadhan Day 9 : Dear Me,

sumber : unsplash.com Ada kalanya aku ingin menjadi aku yang masih berumur 10 tahun. Saat itu aku masih kelas 5 SD. Saat segalanya begitu menyenangkan. Saat segalanya begitu sederhana. Saat raga dan jiwa tak perlu saling tentang. Saat mulut dan hati tak perlu saling berpura-pura. Saat aku sedang suka-sukanya membaca buku pelajaran, apalagi buku pelajaran Bahasa Indonesia. Aku suka, karena di sana banyak cerita. Dengan membaca cerita, aku seperti jalan-jalan. Aku senang saat pelajaran IPA, terutama tentang tumbuh-tumbuhan. Saat itu, aku menjadi rajin meminjam buku ensiklopedia di perpus tentang bonsai, tanaman-tanaman yang tumbuh di dunia, dan juga hewan-hewan. Oh ya aku ingat, aku juga penasaran dengan planet-planet dan luar angkasa. Lantas aku meminjam buku ensiklopedia tentang itu. Dari buku itulah aku kenal dengan yang namanya negara-negara luar dan tanaman-tanaman yang tumbuh di sana. Aku juga jadi mengetahui tentang tata surya. Tak hanya itu, aku juga suka dengan pelajaran I...