Langsung ke konten utama

(Djok)Jakarta

Membuka beberapa folder lama, tetiba jadi flashback.
Pernah sejatuh cinta ini pada kota ini. Kota yang katamu, kota romantis. Kota yang katamu, kota yang selalu kamu rindukan setelah rumah.
Tentang orang-orangnya yang ramah, suasana kotanya yang ramai tetapi tidak terlalu membuat stres, tentang makanannya yang murah-murah, tempat-tempat wisata yang recommended, dan lain-lainnya.
Saat baru awal-awal pindah ke Depok, aku justru ingin ke Yogyakarta. Tapi engga hehe karena aku sudah sejatuh cinta itu juga pada UI.
Yogyakarta adalah semangat, yang pernah membara.
Cita-cita yang sempat ingin diwujudkan dalam nyata.
Setiap liburan, aku hampir selalu menyempatkan ke kota ini. Walaupun hanya sekedar untuk menikmati udaranya saja.
Tetapi sejujurnya, ketika aku di Jakarta atau di Depok, masih saja selalu membanding-bandingkan dengan Jogja.
Jogja itu kota, tetapi budayanya masih kental sekali.
Jakarta itu kota, tapi......
Depok juga kota, tapi......
'Terima kasih Yogyakarta, pernah menjadi semangat dan inspirasi.
Kini sudah aku putuskan, aku sudah menganggap Depok sebagai rumah.
Kini Jakarta juga tidak hanya sekedar panas dan macet, kini Jakarta juga rumah..sebagai saksi perjuangan 1 tahun ke belakang. Kini, Depok dan Jakarta memiliki cerita, tidak hanya sekedar 2 yang kota saling berdekatan namun saling asing.


pulang ke kotamu, dengan setangkup haru dalam rindu
masih seperti dulu, tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna
terhanyut aku dalam nostalgia, saat kita sedang luangkan waktu
nikmati bersama, suasana Jogja - Kla Project, Yogyakarta
Yogya, Januari 2016
Terimakasih hasna, fida, dan edo
Rumah, 27 Juni 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramadhan Day 22 : Ke Kota

Tidak ada yang bisa duduk tenang. Hujan deras menghimpun cemas di pintu stasiun. Kereta seharusnya datang 5 menit yang lalu. Terkadang, satu menit menunggu terasa lebih merugikan daripada seumur hidup berlalu sia-sia. Seorang pemuda menyalami seorang bapak yang kupikir adalah orangtuanya. Sang bapak melambaikan tangan. Bersedih. Senyum getirnya memunculkan keriput. Si pemuda membalas dengan lambaian yang sama. Tetapi sumringah. Senyum bahagianya memunculkan rona merah. Seolah ia sedang berpura-pura lupa bahwa pria berkeriput itu telah menua. Begitu pun mimpi-mimpi yang menunggunya di kota. Demikian pikirnya, barangkali. Berjarak satu sama lain bukanlah pilihan sulit bagi sebagian orang. Jauh dan dekat hanya soal hitungan kilometer. Berbagai moda melipat jarak bagai kertas. Tetapi seringkali, jarak tidak bekerja seperti itu. Ia mengganti peta dalam pikiranmu dengan ilusi. Jauh dekat bukan lagi dihitung melalui kilometer. Meski ia disampingmu, tapi seringkali ia terasa jauh. Sejauh ...

Ramadhan Day 25 : Tantangan Itu Biasa, Menyelesaikannya itu Istimewa

FIK UI 2015 wisuda. dokumentasi pribadi Pernah tidak dalam hidupmu kamu membuat keputusan yang menurutmu paling menantang ? Aku pernah yaitu saat memutuskan aku mengikuti profesi ners. Bagiku itu adalah keputusan besar yang membentuk diriku di hari ini. Setahun yang lalu, di saat yang sama aku sedang sibuk merevisi proposal skripsiku dan merayu dosen pembimbing agar aku bisa sidang akhir Mei. Singkat cerita aku bisa sidang di akhir Mei. Aku merasa aku menang. Aku berhasil melewati salah 1 fase terberatku, yaitu skripsi. Namun setelah itu muncul pertanyaan baru lagi, what's next ? Bagi mahasiswa keperawatan, wisuda sarjana bukanlah akhir dari masa perkuliahan. Justru ini awal kehidupan yang sesungguhnya. Setelah menimbang berbagai pertimbangan, aku akhirnya memutuskan untuk mengikuti profesi, karena jalan mimpiku yang selanjutnya memang harus dilalui melalui profesi. Iya, aku harus mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR) agar aku dapat bekerja sebagai praktisi. Untuk mend...

Ramadhan Day 9 : Dear Me,

sumber : unsplash.com Ada kalanya aku ingin menjadi aku yang masih berumur 10 tahun. Saat itu aku masih kelas 5 SD. Saat segalanya begitu menyenangkan. Saat segalanya begitu sederhana. Saat raga dan jiwa tak perlu saling tentang. Saat mulut dan hati tak perlu saling berpura-pura. Saat aku sedang suka-sukanya membaca buku pelajaran, apalagi buku pelajaran Bahasa Indonesia. Aku suka, karena di sana banyak cerita. Dengan membaca cerita, aku seperti jalan-jalan. Aku senang saat pelajaran IPA, terutama tentang tumbuh-tumbuhan. Saat itu, aku menjadi rajin meminjam buku ensiklopedia di perpus tentang bonsai, tanaman-tanaman yang tumbuh di dunia, dan juga hewan-hewan. Oh ya aku ingat, aku juga penasaran dengan planet-planet dan luar angkasa. Lantas aku meminjam buku ensiklopedia tentang itu. Dari buku itulah aku kenal dengan yang namanya negara-negara luar dan tanaman-tanaman yang tumbuh di sana. Aku juga jadi mengetahui tentang tata surya. Tak hanya itu, aku juga suka dengan pelajaran I...