Langsung ke konten utama

Menemukan IKIGAI

Pernah bingung ga sebenarnya apa yang kamu mau dari hidup ini ? Pernah bingung sama diri sendiri juga ga sebenarnya passionnya dimana ?


Semalam aku diskusi dengan beberapa teman dan kakak tingkat FIK UI. Tema diskusi kali ini adalah tentang kehidupan pasca kampus yang belum banyak aku ketahui. Banyak dari kita termasuk aku sendiri aku passionnya dimana dan di bidang apa aku ingin berkontribusi sampai aku tua nanti.

Pertanyaan itu masih belum menemukan jawabannya hingga hari ini. Sebenarnya sudah ada gambaran sih, namun aku perlu memastikannya lagi.
Nah semalam salah satu kating sharing tentang konsep IKIGAI. Pasti sudah pada tau kan ya apa itu IKIGAI. IKIGAI adalah nilai hidup yang lahir dari kebiasaan orang Jepang. Itulah yang membuat 
mereka lebih semangat untuk menjalani hari-hari mereka. Nah ini konsepnya.
Konsep ikigai
Dari gambar tersebut dapat dilihat ya ada beberapa irisan lingkaran. 
1. Passion
Passion merupakan irisan dari what you love dan what you are good at yang artinya passion itu merupakan sesuatu yang kamu suka dan kamu punya performa yang baik di sana. Passion juga dapat dikatakan sebagai sesuatu yang  kamu suka dan kamu tidak bosan untuk mengerjakannya.
2. Profession
Profession merupakan irisan dari what you are good at dan what you can be paid for. Jadi setelah mengetahui apa kemampuanmu dan kamu diberi bayaran, maka passionmu bisa disebut dengan profesimu.
3. Vocation
Ketika kamu melakukan sesuatu untuk kebutuhan banyak orang dan sesuai dengan kebutuhan banyak orang, maka hal tersebut disebut vocation atau keahlian.
4. Mission
Ketika apa yang kamu suka dan ternyata hal tersebut dibutuhkan oleh banyak orang, maka kamu sedang memiliki mission. 

Kemudian bagainana cara kita tahu IKIGAI kita ?
Nah semalem salah satu kating sharing tentang pengalamannya.
Hal pertama yang harus dilakukan adalah ambil pulpen dan kertas, tuliskan hal-hal yang kamu suka saat ini dan yang dahulu. 
Kemudian tentukan goal hidupmu. Sebagai muslim tentu tujuan hidup kita adalah untuk beribadah. Nah konteks ibadah di sini ada ibadah ritual, sosial, dan juga untuk diri sendiri. Untuk menentukan goal, bisa juga dengan menjawab pertanyaan, aku hidup untuk apa ? apa yang ingin kamu raih ? kontribusi apa yang ingin kamu berikan ?
Setelah tahu tujuan hidup kita, maka connect the dots tentang hal-hal yang kamu suka. Lalu temukan benang merahnya.
Kemudian berpikir lagi, kira kira pekerjaan/profesi apa yang sesuai dengan passion kita.

Memang ya, tidak ada yang lebih dari melakukan sesuatu yang datangnya dari dalam hati. Sesuatu yang datang dari hati akan sampai ke hati. Maka, mengenali diri sendiri, mengetahui tujuan hidup, dan mengetahui kemampuan kita adalah sebuah hal penting agar kita tidak terombang ambing oleh arus kehidupan. Orang lain banyak yang ke sana, kita ikut. Orang lain banyak yang ka sini, kita ikut. Padahal kan kemampuanmu dan orang lain tidak sama. Mungkin orang lain cocok ada di sana, tetapi kamu engga. Kamu bukan semua orang dan semua orang bukan kamu.
Selain itu, juga tidak perlu menghakimi keputusan orang lain. Karena kita tidak tahu persis bagaimana latar belakang yang menjadikan seseorang memutuskan hal tersebut. Misal ada yang memilih resign demi untuk membersamai tumbuh kembang anaknya. Setiap orang juga punya value masing-masing untuk mendasari bagaimana dia membuat keputusan dan menjalani kehidupan. Ada orang yang memegang teguh nilai-nilai keluarga, ada juga yang memegang teguh nilai agama, sosial, kejujuran, dsb. 
Di titik ini aku bener-bener sadar, setiap tindak tanduk dan keputusan yang dibuat seseorang benar-benar dipengaruhi oleh banyak hal. Aku juga sadar bahwa setiap orang belum tentu bisa memahami kondisi kita dan ya udah sih tidak masalah. Yang penting kita bisa melakukan peran kita dengan baik dan mencapai tujuan kita. 
Setiap orang punya IKIGAI nya masing-masing.  Setiap kita pada akhirnya akan jalan ke tujuan masing-masing. Tidak perlu dibanding-bandingkan aku lebih baik atau kamu lebih buruk. Jalanku benar atau jalanmu salah. Tidak perlu. Daripada sibuk membandingkan, bagaimana jika kita sharing saja ? Bagaimana pengalamanmu melewati perjalananmu, pelajaran apa yang kamu dapatkan, perubahan apa yang nampak sebagai efek dari yang kamu lakukan. Aku pikir seperti itu lebih bijak.

Aku belum menghadapi dunia pasca kampus, tapi aku berpikir bahwa tidak bisa nanti kita asal bekerja. Karena pekerjaan yang datangnya tidak dari hati hanya akan sia-sia. Percuma jika yang dikejar hanya uang. Segalanya memang butuh uang tapi uang bukan segalanya. Ada hal penting yang perlu dicapai : kebahagiaan dan kepuasan dirimu terhadap apa yang kamu kerjakan.

Doakan ya, semoga destin segera menemukan IKIGAI nya dan bisa bermanfaat untuk banyak orang. It is more than enough for me.

Fun fact : ternyata setelah diskusi sama orang, aku jadi punya ide buat nulis :D

Rumah, 6 Juni 2020



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramadhan Day 22 : Ke Kota

Tidak ada yang bisa duduk tenang. Hujan deras menghimpun cemas di pintu stasiun. Kereta seharusnya datang 5 menit yang lalu. Terkadang, satu menit menunggu terasa lebih merugikan daripada seumur hidup berlalu sia-sia. Seorang pemuda menyalami seorang bapak yang kupikir adalah orangtuanya. Sang bapak melambaikan tangan. Bersedih. Senyum getirnya memunculkan keriput. Si pemuda membalas dengan lambaian yang sama. Tetapi sumringah. Senyum bahagianya memunculkan rona merah. Seolah ia sedang berpura-pura lupa bahwa pria berkeriput itu telah menua. Begitu pun mimpi-mimpi yang menunggunya di kota. Demikian pikirnya, barangkali. Berjarak satu sama lain bukanlah pilihan sulit bagi sebagian orang. Jauh dan dekat hanya soal hitungan kilometer. Berbagai moda melipat jarak bagai kertas. Tetapi seringkali, jarak tidak bekerja seperti itu. Ia mengganti peta dalam pikiranmu dengan ilusi. Jauh dekat bukan lagi dihitung melalui kilometer. Meski ia disampingmu, tapi seringkali ia terasa jauh. Sejauh ...

Ramadhan Day 25 : Tantangan Itu Biasa, Menyelesaikannya itu Istimewa

FIK UI 2015 wisuda. dokumentasi pribadi Pernah tidak dalam hidupmu kamu membuat keputusan yang menurutmu paling menantang ? Aku pernah yaitu saat memutuskan aku mengikuti profesi ners. Bagiku itu adalah keputusan besar yang membentuk diriku di hari ini. Setahun yang lalu, di saat yang sama aku sedang sibuk merevisi proposal skripsiku dan merayu dosen pembimbing agar aku bisa sidang akhir Mei. Singkat cerita aku bisa sidang di akhir Mei. Aku merasa aku menang. Aku berhasil melewati salah 1 fase terberatku, yaitu skripsi. Namun setelah itu muncul pertanyaan baru lagi, what's next ? Bagi mahasiswa keperawatan, wisuda sarjana bukanlah akhir dari masa perkuliahan. Justru ini awal kehidupan yang sesungguhnya. Setelah menimbang berbagai pertimbangan, aku akhirnya memutuskan untuk mengikuti profesi, karena jalan mimpiku yang selanjutnya memang harus dilalui melalui profesi. Iya, aku harus mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR) agar aku dapat bekerja sebagai praktisi. Untuk mend...

Ramadhan Day 19 : tidak berjudul

Aku tidak menjamin bisa seperti mereka. Karena I life with myself.  Tetapi setidaknya aku sedang berproses untuk bertumbuh setiap harinya. Meski hanya 1 mm. Aku juga tidak yakin, pertumbuhanku setiap hari bisa membuatku layak. Tetapi aku yakin, apa yang aku lakukan hari ini tidak ada yang sia-sia. Apa yang aku lakukan hari ini semoga bisa mengubah masa depanku, walaupun hanya sedikit. Sesuatu yang sangat aku khawatirkan. Rumah, 12 Mei 2020 19 Ramadhan 1441 H