Sebulan ini menghadapi berbagai jenis manusia. Ada yang kooperatif ada juga yang engga. Ada yang membuat hati bahagia, ada juga yang membuat hati kesal dan kecewa, dan masih banyak lagi dengan keunikan mereka. Salah satu hal yang didapat adalah kecakapan berkomunikasi dan menata emosi. Memang, terkadang melelahkan menghadapi berbagai jenis orang, setiap hari. Tetapi itu melatihku untuk bersabar, sabar, sabar, dan tetep legowo. "Kelak sabar dan ikhlas itu akan menjadi pelajaran yang berharga di kemudian hari"- kata seseorang. Bagiku, untuk bisa sabar ya harus menghadapi ujian agar kita terus mengasah kesabaran kita. Untuk bisa ikhlas juga harus menghadapi ujian agar terus mengasah keikhlasan kita dalam berbuat. Untuk bisa legowo ya juga harus menghadapi ujian agar terus mengasah kita untuk tetap legowo di setiap kondisi, agar tetap kuat hati dan mentalnya. Menurutku pelajaran-pelajaran seperti itu tidak bisa didapatkan secara instan. Jika ada orang yang bisa seperti itu, berati dia telah mengorbankan waktunya dan dirinya untuk menjalani proses menjadi orang yang demikian. Iya ya, pembentukan karakter tidak bisa satu dua hari, tapi bertahun-tahun, seumur hidup kita. Kali ini aku bersyukur, setiap hari harus berhadapan dengan berbagai karakter orang karena secara tidak langsung aku sedang ditempa untuk menjadi lebih sabar, lebih ikhlas, lebih legowo, dan lebih kuat mentalnya. Sebuah proses yang menyakitkan tapi, worth it karena membentuk karakter dan menjadi pelajaran berharga. Untuk bertumbuh, memang harus engga nyaman dulu kan ?
Terus barusan telfon sama bapak, bapak tiba-tiba bilang "Menjadi kepala keluarga itu harus bisa mengayomi anggotanya. Meskipun harus berkorban perasaan. Yang penting anggotanya tetap nyaman dan percaya. Seperti harus tetap menyekolahkan anak sampai selesai kuliah, meskipun jauh dan butuh biaya tapi kan itu semua demi anak. Seperti harus terbuka satu sama lain, jujur, tanggung jawab. Karakter-karakter itu yang membuat anggotanya percaya bahwa seorang kepala keluarganya benar-benar bertanggung jawab dan serius. Nanti kalau kamu sudah menjadi orangtua akan mengalaminya sendiri. Tentang berkorban perasaan, tentang mengalah untuk menang. Jadi dalam rumah tangga itu ga bisa saling ngeyel dan egois, tapi harus saling menurunkan ego dan mengalah agar tidak terjadi benturan. Dengan begitu, semoga mendapat keberkahan."
Pelajaran dalam hidup ini memang tidak pernah sederhana.
Depok, 7 Desember 2020


Komentar
Posting Komentar