Langsung ke konten utama

Dijatuhkan untuk Dibangkitkan

 Perjalanan hidup manusia terkadang tidak terprediksi. Kita menginginkan jalan A, ternyata belum tentu diizinkan dengan cara kita dijatuhkan. Lalu membuat kita berpikir, mencari jalan lain, yang ternyata jalan itu adalah jalan yang paling ideal untuk mencapai tujuan. Walaupun awalnya kita mengeluh, merasa dunia tidak adil, merasa jatuh, tetapi ternyata kebaikanNya ternyata lebih indah. Ya, Dia begitu baik sampai sampai kita tidak pernah bisa menghitung nikmat yang kita peroleh setiap hari. Maka, bersyukurlah kita menjadi manusia yang pandai bersyukur meski kita sedang di titik terendah.
Beberapa hari yang lalu, saya berdiskusi dengan seorang teman membahas tentang "jalan hidup" seseorang. Dari pengalaman pribadi teman saya, teman saya pernah ditolak beberapa kali judul skripsinya bahkan ada salah satu judul yang sudah selesai dari bab 1-4. Saat itu, teman saya kondisinya sangat terpuruk, jatuh, dan tidak tahu harus bagaimana. Tetapi saat itu pula, hebatnya dia adalah dia langsung mencari judul lain lalu membuat proposal skripsi bab 1-4 dalam waktu 1 minggu. Setiap malam pekerjaannya adalah begadang. Lalu, setelah itu pula teman saya langsung seminar proposal. Teman saya ini memilih tempat penelitian di Gombong. Nah, tantangannya adalah di masalah perizinan karena harus antar provinsi. Teman saya harus izin ke Kesbangpol Bandung, lalu ke kesbangpol Jateng, baru mengurus ke Kebumen. Saat itu teman saya juga kaget karena perizinannya ternyata sepanjang itu. Namun ajaibnya, teman saya dilancarkan perizinannya. Total waktu untuk perizinan 2 minggu. Hal ini adalah waktu yang normal untuk mengurus perizinan. Saat ini teman saya sudah mengambil data untuk uji validitas dan besok sudah bisa mulai untuk mengambil data yang sesungguhnya.

Beberapa hari yang lalu juga, teman saya yang lain juga bercerita bahwa skripsiannya datanya tidak ada di puskesmas sedangkan dia harus mengambil data primer. Putus asalah dia, bingung harus bagaimana. Tapi, pembimbingnya super baik dan mau membantu sehingga setidaknya teman saya ini menemukan jalan terang. Sebelumnya dia juga pernah bermasalah saat akan magang. Intinya tempat yang dia tuju untuk magang sulit banget birokrasinya sehingga dia tidak jadi magang disitu. Tapi, malah dia jadi magang di dalam kampus yang dimana letaknya lebih dekat dengan kosan sehingga dapat menghemat biaya.

Saya juga, saat itu saya harus mengurus perizinan untuk studi pendahuluan sebelum seminar proposal. Saya harus izin ke dinkes yang dimana biasanya membutuhkan waktu minimal 1 minggu. Saya sudah was was karena saya ingin cepat seminar proposal. Saya hampir 2 hari sekali datang ke dinkes namun surat belum jadi juga. Nah di kedatangan saya yang ke sekian kalinya, Alhamdulilah surat jadi dan saya bisa langsung mengurus ke kesbangpol yang bisa ditunggu. Setelah itu saya langsung menuju ke puskesmas untuk mengantarkan surat. Alhamdulilah setelah itu saya bisa meminta data pendahuluan dari puskesmas. Namun setelah saya seminar proposal saya mikir lagi apakah jika ambil data saya harus mengurus dari awal lagi, jika iya pasti membutuhkan waktu yang lama untuk izin. Namun ternyata setelah saya ke kesbangpol ternyata surat bisa langsung diperpanjang dan saya bisa langsung mengambil data. Alhamdulilah....saya sangat bersyukur. Sehingga saya tidak buang-buang waktu hanya untuk mengurus perizinan. Mungkin inilah hikmah dari saya mengurus surat untuk studi pendahuluan yang cukup lama, namun bisa hanya diperpanjang saat saya mengambil data yang sesungguhnya. Allah Maha Baik :")

Dari ketiga cerita tersebut, syaa hanya ingin berbagi bahwa jalan yang harus kita tempuh terkadang pada awalnya tidak nyaman, bahkan membuat ragu, dan membuat jatuh. Namun, ternyata jalan itulah yang memang jalan terbaik untuk menuju tujuan kita. Sehingga saya mulai menanamkan mindset kepada diri saya sendiri bahwa saya tidak boleh suudzon terlebih dahulu terhadap jalan yang kita tempuh saat ini. Percayalah, Allah's time is perfect, Dia Maha Baik. Melalui jalan yang tidak nyaman itulah, Dia menunjukkan jalan yang lurus untuk kita tempuh menuju ke tujuan kita :)

Jadi, kalau sekarang mau mengeluh rasanya malu, karena Allah memang begitu baik. Mulai dari saya bertemu dengan dokter yang super baik, ibu-ibu kader yang dengan senang hati membantu saya, ibu PJ posbindu yang juga membantu saya, sampai dengan semua pegawai puskesmas yang super ramah :") 

Kunci untuk mencapai tujuan adalah dengan terus berjalan walaupun di tengah jalan mungkin kamu terjatuh tapi cepatlah bangkit dan teruskan perjalanan.

Depok, 7 Mei 2019 21.35 pm
#tulisanramadhan
#Day2



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramadhan Day 22 : Ke Kota

Tidak ada yang bisa duduk tenang. Hujan deras menghimpun cemas di pintu stasiun. Kereta seharusnya datang 5 menit yang lalu. Terkadang, satu menit menunggu terasa lebih merugikan daripada seumur hidup berlalu sia-sia. Seorang pemuda menyalami seorang bapak yang kupikir adalah orangtuanya. Sang bapak melambaikan tangan. Bersedih. Senyum getirnya memunculkan keriput. Si pemuda membalas dengan lambaian yang sama. Tetapi sumringah. Senyum bahagianya memunculkan rona merah. Seolah ia sedang berpura-pura lupa bahwa pria berkeriput itu telah menua. Begitu pun mimpi-mimpi yang menunggunya di kota. Demikian pikirnya, barangkali. Berjarak satu sama lain bukanlah pilihan sulit bagi sebagian orang. Jauh dan dekat hanya soal hitungan kilometer. Berbagai moda melipat jarak bagai kertas. Tetapi seringkali, jarak tidak bekerja seperti itu. Ia mengganti peta dalam pikiranmu dengan ilusi. Jauh dekat bukan lagi dihitung melalui kilometer. Meski ia disampingmu, tapi seringkali ia terasa jauh. Sejauh ...

Ramadhan Day 25 : Tantangan Itu Biasa, Menyelesaikannya itu Istimewa

FIK UI 2015 wisuda. dokumentasi pribadi Pernah tidak dalam hidupmu kamu membuat keputusan yang menurutmu paling menantang ? Aku pernah yaitu saat memutuskan aku mengikuti profesi ners. Bagiku itu adalah keputusan besar yang membentuk diriku di hari ini. Setahun yang lalu, di saat yang sama aku sedang sibuk merevisi proposal skripsiku dan merayu dosen pembimbing agar aku bisa sidang akhir Mei. Singkat cerita aku bisa sidang di akhir Mei. Aku merasa aku menang. Aku berhasil melewati salah 1 fase terberatku, yaitu skripsi. Namun setelah itu muncul pertanyaan baru lagi, what's next ? Bagi mahasiswa keperawatan, wisuda sarjana bukanlah akhir dari masa perkuliahan. Justru ini awal kehidupan yang sesungguhnya. Setelah menimbang berbagai pertimbangan, aku akhirnya memutuskan untuk mengikuti profesi, karena jalan mimpiku yang selanjutnya memang harus dilalui melalui profesi. Iya, aku harus mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR) agar aku dapat bekerja sebagai praktisi. Untuk mend...

Ramadhan Day 19 : tidak berjudul

Aku tidak menjamin bisa seperti mereka. Karena I life with myself.  Tetapi setidaknya aku sedang berproses untuk bertumbuh setiap harinya. Meski hanya 1 mm. Aku juga tidak yakin, pertumbuhanku setiap hari bisa membuatku layak. Tetapi aku yakin, apa yang aku lakukan hari ini tidak ada yang sia-sia. Apa yang aku lakukan hari ini semoga bisa mengubah masa depanku, walaupun hanya sedikit. Sesuatu yang sangat aku khawatirkan. Rumah, 12 Mei 2020 19 Ramadhan 1441 H