Sore itu, 5 Agustus
2015 adalah sore terakhir sebelum saya berangkat ke tanah perjuangan. Ada rasa
sedih yang menyeruak dada, juga ada rasa haru yang menggetarkan jiwa. Saya yang
selama ini belum pernah berpisah dengan keluarga, harus memutuskan untuk
berpisah dengan mereka. Inilah konsekuensi lain dari impian yang tercapai, perjuangan
yang tiada henti. Namun, semilir angin merasuk jiwa tatkala saya ingat petuah
dari bukunya Ahmad Fuadi tentang orang yang keutamaan orang yang merantau untuk
menuntut ilmu. Bahwa orang yang merantau akan mendapatkan hal yang lebih besar,
kelurga akan digantikan dengan keluarga juga yang ada di tanah rantau. Saya
yakin, inilah awal bagi saya untuk menjadi manusia yang lebih baik.Saya pergi,
pergi untuk kembali.
Aku pergi,untuk kembali.
Aku pergi,untuk menemukan jalan pulang.
Tak perlu khawatir,aku akan baik baik saja.
Aku pergi,untuk menuntut ilmuNya yang begitu luas.
Aku pergi,untuk berproses menjadi sebaik baiknya manusia.
Dan aku pergi untuk suatu saat akan bisa
membuat kalian tersenyum ibu,bapak.
Aku tau perjuangan ini tak akan mudah. Tapi,aku
yakin suatu saat perjuangan ini akan berbuah manis.
Akan selalu aku ingat pesanmu jadilah manusia yang
bermanfaat. Jadilah setitik cahaya untuk orang - orang sekitarmu. Sing tetep
semangat le menuntut ilmu.
Iya, memang pesan sarat makna yang aku
butuhkan.
Dan sore ini, akan menjadi sore paling indah selama
hidupku.
Kebumen 26 Agustus 2018
#30DWC#30DWCJilid14#Day5
#30DWC#30DWCJilid14#Day5

Komentar
Posting Komentar