Shadow economy masih
menjadi hal yang asing bagi masyarakat awam. Apa itu shadow economy ? Itu adalah ekonomi yang berjalan di ruang hitam. Black market, underground economy. Ekonomi
jenis ini sangat jarang dibahas di lingkungan publik, ya karena ekonomi jenis
ini tidak terlihat namun nyata adanya. Banyak bisnis besar di negeri ini
dikuasi oleh orang-orang shadow economy.
Ya, segala jenis bisnis, tak peduli haram atau halal. Tak peduli merugikan
orang lain atau tidak. Ada perubahan ranah bisnis dari shadow economy dahulu dengan sekarang. Jika kita berbicara tentang
perjudian, prostitusi, perdagangan narkoba, itu adalah masa lalu shadow economy. Sedangkan shadow
economy masa kini berkiprah dalam hal pencucian uang, perdagangan senjata,
transportasi, properti, minyak bumi, valas, pasar modal, retail, teknologi
mutakhur, hingga penemuan di dunia medis. Semua hal tersebut dikendalikan oleh shadow economy. Mereka tidak dikenali masyakarat,
tidak diliput di media massa. Kekuasan dan kekayaan adalah tujuan dari shadow economy. Walaupun kekuasaan sudah
luas, tetap saja tidak pernah puas untuk memperluas lagi. Walaupun sudah kaya
harta, juga tetap puas, ingin yang lebih lagi. Itulah mengapa keluarga shadow economy walaupun sudah memiliki
segalanya tetapi hidupnya tidak pernah tentram, ya karena mereka khawatir jika
tiba-tiba apa yang mereka miliki diambil alih atau diserang oleh orang lain. Mereka
sangat tamak, tidak tahu tujuan hidup, tidak tahu kemana hendak pergi. Tetapi,
apakah semua orang-orang yang berada di dalam shadow economy demikian ? apakah tidak ada setitik cahaya pun untuk
membuat orang-orang yang ada di dalam shadow
economy menemukan tujuan hidupnya ?
![]() |
| diunduh dari www.bukurepublika.co.id |
Identitas
Buku :
Judul
buku : Pergi
Pengarang : Tere Liye
Penerbit : Republika
Kota
terbit : Jakarta
Ukuran
buku : 13.5 x 20.5 cm
Jumlah
halaman: 455 halaman
Ringkasan
Buku
Bujang
namanya. Pemuda tangguh nan cerdas asal Sumatera yang sekarang menjadi kekuatan
utama keluarga Tong. Bujang menjadi Tauke Besar menggantikan Tauke Besar yang
dahulu karena wafat. Walaupun sudah bertahun-tahun Bujang bergabung dengan
keluarga Tong, namun baru kali ini dia memimpin keluarga Tong. Memimpin
keluarga ini untuk tetap berjaya dengan tidak membuat konflik dengan kalurga
manapun. Ada delapan keluarga penguasa shadow
economy di Asia Pasifik. Mereka adalah: Keluarga Tong, Keluarga Lin di
Makau, El Pacho di Meksiko, satu di Miami Florida, satu di Tokyo, satu di
Beijing, satu di Moskow, dan satu lagi kepala seluruh keluarga, Master Dragon
di Hongkong. Semuanya memiliki wilayah teritorial masing-masing. Aturan main
dari semua keluarga ini yang terpenting adalah tidak saling mengganggu dan
tetap pada wilayah teritorial masing-masing. Namun bisnis tetaplah bisnis,
dipermukaan terlihat aman-aman saja, di dalamnya selalu ada gejolak. Termasuk
gejolak yang terjadi pada keluarga Tong. Setelah pengkhianatan dari Basyir yang
berusaha merebut kekuasaan keluarga Tong, sekarang dari Keluarga Lin yang
berusaha merecoki keluarga Tong. Kabarnya, Master Dragonlah yang menyuruh
keluarga Lim untuk merecoki keluarga Tong karena Master Dragon tidak suka
dengan keluarga Tong yang semakin meraksaksa di Asia Pasifik. Akibatnya terjadi
pertempuran antara keluarga Tong dan Master Dragon yang dibantu dengan keluarga
Lim. Namun sebelum menyerang Master Dragon, keluarga Tong melakukan konsolidasi
dengan beberapa keluarga lain yaitu keluarga dari Moskow dan Jepang, untuk
menyerang Master Dragon. Keluarga Tong juga meminta bantuan dari si kembar Yuki
Kiko cucu guru Bushi, Salonga sang petembak peluru handal dari Filipina, dan White
TNI dari Amerika yang sekarang menetap di Hongkong. Sebelum menyerang keluarga
Dragon, konsolidasi tiga keluarga menghabiskan keluarga pendukung Master Dragon
yaitu keluarga di Makau, Meksiko, dan Beijing. Konsolidasi tiga keluarga Tong dengan
mudah menghabiskan keluarga lain. Sasaran selanjutnya adalah Master Dragon. Konsolidasi
tiga keluarga masuk ke dalam markas Master Dragon melalui tiga jalur penyerangan,
yaitu melalui bawah, atas, dan samping yang langsung menuju ke jantung markas Master
Dragon. Penyerangan terlihat mudah, hingga ada yang mengabari bahwa semua ini hanyalah muslihat Master
Dragon. Master Dragon telah mengirimkan banyak tentaranya ke tiga markas konsolidasi.
Sedangkan jumlah pasukan di markas mereka tidak banyak karena sebagian besar ikut
serta dalam penyerangan Master Dragon. Ketika penyerangan sudah berada di
Jantung Markas Master Dragon, ruangan hanya gelap. Lalu tiba-tiba muncul Master
Dragon dari bawah yang diindungi oleh 40 Pendekar Naga, tukang pukul terbaik
dan juga banyak sekali drone
berterbangan yang siap meledak. Tidak ada lagi yang bisa dilakukan oleh konsolidasi
tiga keluarga, mereka berada dalam posisi terjepit. Namun pada akhirnya pasukan
mereka tetap menyerang dan juga muncul dua orang yang membantu konsolidasi tiga
keluarga ini, mereka ada Diego, kakak tiri Bujang yang merupakan anak dari
istri pertama ayah Bujang, dan Basyir dan pasukannya, tukang pukul keluarga
Tong yang pernah berkhianat namun sekarang kembali membela keluarga Tong.
Dengan Bantuan mereka, mereka berhasil mengalahkan Master Dragon. Setelah itu,
ada pertanyaan besar yang membuat Bujang sang Tauke Besar merenung. Tentang
adzan, tentang sholat, tentang akan dibawa kemana keluarga Tong setelah ini,
pertanyaan dari Tuanku Imam, kakak dari ibunya Bujang. Keluarga Tong telah sukses,
telah mendapatkan kekuasaan yang luas. Kurang apalagi ? apakah belum puas ?
lalu kemanakah Bujang akan membawa keluarga Tong ?. Pada akhirnya, Bujang
memutuskan berhenti menjadi Tauke Besar, lalu memberikan gelar Tauke Besar kepada
Basyir. Ia sudah tidak menjadi keluarga Tong, ia ingin pergi ke tujuannya.
Kelebihan
Novel
Pergi sangat ringan untuk dibaca sehingga pembaca tidak mudah bosan. Bahasanya
tidak berbelit-belit serta mampu menjelaskan tentang shadow economy secara lugas. Novel ini juga mampu membuat pembaca seperti
masuk ke dalam alur cerita novel karena pendeskripsian dan kalimat-kalimatnya
mampu membuat pikiran pembaca berimajinasi. Selain gaya bahasanya yang bagus
dan mudah dimengerti, novel ini juga memberikan banyak sekali pelajaran antara
lain tentang kesetiaan untuk saling membantu, dan tentang penemuan tujuan hidup
setelah sekian lama mencari kehidupan dunia yang tidak pernah puas hingga tak
tahu lagi apa yang dicari.
Kekurangan
Endingnya
menggantung, karena tidak dijelaskan secara jelas kemana selanjutnya Bujang
akan pergi. Hingga makna pergi di sini bisa berbeda-beda sesuai dengan persepsi
pembaca.

Komentar
Posting Komentar