Langsung ke konten utama

Dunia dalam Satu Negara sebagai Bentuk Toleransi Multikultural di United Kingdom



        
source : www.parliament.uk
           United Kingdom merupakan salah satu negara maju di dunia yang banyak di kunjungi oleh imigran dari berbagai belahan dunia. UK terdiri dari empat negara bagian, yakni England, Scotland, Wales dan Northern Ireland. Setiap negara bagian memiliki sejarah, identitas, dan budaya tersendiri. Namun mereka juga memiliki banyak persamaan. Salah satu ciri khas dari UK yaitu memiliki keanekaragaman dan masyarakat yang multikultural. Hal ini disebabkan karena orang-orang yang ada di Inggris berasal dari beragam budaya dan latar belakang etnik yang berbeda. Sehingga Inggris disebut sebagai “world in one country”.
            World in one country merupakan sebuah keadaan dimana terdapat banyak sekali budaya yang ada di dalam satu kota atau disebut juga multikultural. Sedangkan masyakarat multikultural merupakan masyarakat yang terdapat pada sebuah wilayah yang memiliki banyak perbedaan etnik, lalu mereka didorong untuk memahami etnik yang ada pada wilayah mereka dan menerima perbedaan etnik tersebut. Menariknya multikultural juga merupakan salah satu bentuk revolusi human-right (Kymlicka, 2012).  Hal ini berarti, dengan adanya multikultural seharusnya tidak membuat satu etnik merasa lebih unggul dibanding yang lain, tidak merasa etniknya lebih memiliki hak daripada yang lain, dan sebagainya. Tetapi seharusnya menjadikan masyarakat lebih toleransi dan terbuka. Namun tidak semua masyarakat bersikap dan berpikiran sama untuk toleransi. Terkadang ada juga yang tidak toleran dan cenderung menolak. Sehingga dibutuhkan sebuah kebijakan mengenai multikultural yang ada di UK.
            Kebijakan multikultural di UK mempunya tujuan untuk mempromosikan toleransi dan menghormati terhadap orang yang berbeda kultur. Kebijakan ini dibuat berdasarkan dari dukungan komunitas dan kegiatan kultural mereka, monitoring perbedaan di tempat kerja, mendorong image positif di dalam media dan publik, dan memodifikasi layanan publik seperti sekolah, ruamh sakit, tempat makan) (Vertovec, 2006). Oleh karena itu dibuatlah kebijakan terkait multikultural, diantaranya yaitu:
1.      Terdapat legislatif atau parlemen multikultural pada tingkat pusat maupun regional.
2.      Pengadopsian multikultural oleh kurikulum sekolah
3.      Pembebasan dalam berpakaian sesuai dengan etniknya masing-masing
4.      Pendanaan untuk organisasi grup etnik untuk mendukung aktivitas kultural
5.      Pendanaan untuk pendidikan dengan bilingual (Kymlicka, 2012)
Berikut merupakan beberapa perubahan di Inggris akibat dari banyaknya imigran yang menjadikan multikultural.
Imigran baru dan Emergenci dari Super-diversity
            Dalam sepauluh tahun terakhir imigrsi dan perubahan keragaman jenis masyarakat di UK berubah drastis. Sejak tahun 1990 dicatat bahwa terddapat jaringan imigrasi dan mengubah keragaman bangsa asli Inggris. Imigrasi ini disebabkan oleh banyak hal, namun yang paling menonjol adalah Inggris merupakan negara dengan performa ekonomi yang bagus (termasuk rendahnya pengangguran dan kurangnya pekerjaan di beberapa sektor) (Vertovec, 2006). Akibatnya di Inggris terdapat orang yang berasal dri 179 negara.
Bahasa
            Akibat dari banyaknya orang dari berbagai negara, multibahasa pun tumbuh dalam berbagai sektor seperti pada ilmuan sosial dan pembuat kebijakan. Sampai sekarang, terdapat 300 bahasa yang ada di London. Keadaan ini berdasar pada survey yang kurang dari 896.743 sekolah anak berfokus pada bahsa yang mereka ucapkan di rumah. Lalu keadaan ini juga mengubah kebijakan pemerintah Inggris, bahwa mereka telah menciptakan alih bahasa dari berbagai sektor. Contohnya provider telepon di Inggris telah ditranslate ke dalam 150 bahasa yang disambungkan kepada petugas kesehatan dan klien.
Agama  
            Agama yang berada di Inggris dipengaruhi oleh imigran yang datang ke sana. Mereka datang dengan membawa kepercayaan mereka masing-masing.
Saluran migrasi dan status imigrasi
            Bertepatan dengan kenaikan angkat imigrasi di UK pada tahun 1990, di sana terdapat kenaikan angka migrasi dan jenis migrasinya. Beberapa alasan besar mengapa orang-orang ingin datang ke UK adalah untuk bekerja, kuliah, dan penduduk baru. Pada tahun 1993 sampai dengan 2003 angka peerja asing di UK mengalami peningkatan menjadi 62%.  Selain itu, pelajaran juga banyak yang datang untuk berkuliah. Seperti yang kita tahu, banyak universitas di UK yang menempati papan atas ranking univeristas. Hal ini merepresentasikan bahwa universitas tersebut juga kualitas ilmunya sangat baik. Hal ini menyebabkan peljar dari berbagai negara ingin menutut ilmu di sana. Pada tahun 2002, angka pelajar asing di UK mencapai 369.000. Di UK juga banyak beberapa masyarakat yang datang untuk menjadi penduduk tetap (Vertovec, 2006).
            Dengan adanya beberapa perubahan multikultural di UK, mempengaruhi karakter masyarakat UK dalam berinteraksi dengan orang lain. Mereka cenderung lebih toleransi, ramah, dan berpikiran terbuka. Masyarakat UK lebih toleransi terhadap etnik dan agama lain, hal ini dibuktikan oleh salah satu kisah yang dituliskan oleh salah satu mahasiswa Indonesia yang berkuliah S3 di UK. Mahasiswa tersebut mengatakan bahwa di dalam dunia profesional dan akademis biasanya lebih terbuka terhadap perbedaan identitas etnik maupun agama. Hal ini dibuktikan bahwa mereka sangat ramah terhadap orang yang berbeda agama dan etnik. Selain itu, dan  juga banyak tempat jual makanan halal.
            UK merupakan negara dengan imigran dari berbagai negara. Hal tersebut menyebabkan UK menjadi negara yang multikultural. Namun hal tersebut bukanlah menajdi seuatu hambatan bagi UK, justru menjadikan masyrakat di UK menjadi lebih toleransi, ramah, berpikiran terbuka, berdamai dan tetap berbuat baik kepada siapapun tanpa memandang etnis, ras, agama, atau latar belakang identitas lain. UK mengajarkan kepada saya bahwa walau banyak imigran, tetapi tetap harus mempertahankan budaya asal, berbaur tanpa harus melebur, dan memandang perbedaan tidak sebagai masalah melainkan sebagai anugerah yang didapat. UK, dunia dalam satu negara, dan dunia tidak lebih baik tanpa adanya tolernasi.

Daftar Pustaka

Kymlicka, Q. (2012). Multiculturalism: Success, Failure, and the Future. Washington: Migration Policy Institute.
Vertovec, S. (2006). The Emergence of Super-Diversity in Britain. Oxford: University of Oxford.


           

           

             
           

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramadhan Day 22 : Ke Kota

Tidak ada yang bisa duduk tenang. Hujan deras menghimpun cemas di pintu stasiun. Kereta seharusnya datang 5 menit yang lalu. Terkadang, satu menit menunggu terasa lebih merugikan daripada seumur hidup berlalu sia-sia. Seorang pemuda menyalami seorang bapak yang kupikir adalah orangtuanya. Sang bapak melambaikan tangan. Bersedih. Senyum getirnya memunculkan keriput. Si pemuda membalas dengan lambaian yang sama. Tetapi sumringah. Senyum bahagianya memunculkan rona merah. Seolah ia sedang berpura-pura lupa bahwa pria berkeriput itu telah menua. Begitu pun mimpi-mimpi yang menunggunya di kota. Demikian pikirnya, barangkali. Berjarak satu sama lain bukanlah pilihan sulit bagi sebagian orang. Jauh dan dekat hanya soal hitungan kilometer. Berbagai moda melipat jarak bagai kertas. Tetapi seringkali, jarak tidak bekerja seperti itu. Ia mengganti peta dalam pikiranmu dengan ilusi. Jauh dekat bukan lagi dihitung melalui kilometer. Meski ia disampingmu, tapi seringkali ia terasa jauh. Sejauh ...

Ramadhan Day 25 : Tantangan Itu Biasa, Menyelesaikannya itu Istimewa

FIK UI 2015 wisuda. dokumentasi pribadi Pernah tidak dalam hidupmu kamu membuat keputusan yang menurutmu paling menantang ? Aku pernah yaitu saat memutuskan aku mengikuti profesi ners. Bagiku itu adalah keputusan besar yang membentuk diriku di hari ini. Setahun yang lalu, di saat yang sama aku sedang sibuk merevisi proposal skripsiku dan merayu dosen pembimbing agar aku bisa sidang akhir Mei. Singkat cerita aku bisa sidang di akhir Mei. Aku merasa aku menang. Aku berhasil melewati salah 1 fase terberatku, yaitu skripsi. Namun setelah itu muncul pertanyaan baru lagi, what's next ? Bagi mahasiswa keperawatan, wisuda sarjana bukanlah akhir dari masa perkuliahan. Justru ini awal kehidupan yang sesungguhnya. Setelah menimbang berbagai pertimbangan, aku akhirnya memutuskan untuk mengikuti profesi, karena jalan mimpiku yang selanjutnya memang harus dilalui melalui profesi. Iya, aku harus mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR) agar aku dapat bekerja sebagai praktisi. Untuk mend...

Ramadhan Day 19 : tidak berjudul

Aku tidak menjamin bisa seperti mereka. Karena I life with myself.  Tetapi setidaknya aku sedang berproses untuk bertumbuh setiap harinya. Meski hanya 1 mm. Aku juga tidak yakin, pertumbuhanku setiap hari bisa membuatku layak. Tetapi aku yakin, apa yang aku lakukan hari ini tidak ada yang sia-sia. Apa yang aku lakukan hari ini semoga bisa mengubah masa depanku, walaupun hanya sedikit. Sesuatu yang sangat aku khawatirkan. Rumah, 12 Mei 2020 19 Ramadhan 1441 H