Tak terasa sudah 4 bulan mengerjakan skripsi. Rasanya sudah nano-nano hehe. Skripsi ini mengajarkan banyak hal, selain hal secara akademis. Yang paling terasa adalah menjadikan saya seseorang yang lebih berani menghadapi tantangan, menjadikan saya seseorang yang tidak cemen.
Sejauh ini, tantangan dalam skripsi benar-benar dirasakan saat pengambilan data. Masalah perizinan sudah selesai, namun untuk koordinasi dengan pihak-pihak terkait membutuhkan waktu. Istilahnya harus pintar melobi. Saya sudah 3 kali mengmabil data, 2 kali di posbindu dan 1 kali di puskesmas. Alhamdulilah sudah mendapatkan 12 responden, masih kurang 18 responden lagi. Ketika pengambilan data pun tidak semua calon responden mau untuk menjadi responden. Saya tentu tidak boleh memaksa mereka karena mereka harus menjadi responden dengan sukarela. Selama 3 kali pengmabilan data ini saya bertemu dengan bermacam-macam orang. Ada yang dengan sangat welcome menjadi responden saya, yang benar-benar mau membantu saya. Ada juga yang tidak mau. Saya memang harus bersabar menghadapi bermacam-macam orang, ya setiap orang itu unik hehe.
Anggaplah proses pengambilan data ini sebagai ajang untuk menjadi 'rajawali bermata tajam', yang berani, yang jeli dalam menghitung resiko, serta dapat menaklukan tantangan-tantangan. Jika mau mengeluh, rasanya malu karena sampai detik ini Allah selalu pertemukan saya dengan orang-orang baik. Dengan mba mba administrasi pukesmas yang baik, dokter yang siap sedia membantu dan memberikan saran, ibu-ibu PJ posbindu yang di puskesmas, juga kader-kader di posbindu yang mengizinkan saya nebeng mengambil data. Saya tidak tahu bagaimana jadinya tanpa mereka. Bersyukur ditemukan dengan orang-orang sebaik mereka yang mau membantu saya sampai hari ini. Oh ya, bahkan dari responden-responden saya ada yang mendoakan saya agar proses skripsi berjalan dengan lancar (aaamiiiin).
Ketika saya mau menyerah pun saya ingat, jika saya menyerah berarti saya kalah. Menyerah tidak akan menyelesaikan semua ini. Satu-satunya jalan untuk menyelesaikan adalah dengan terus menjalaninya. Ya meski lambat terseok-seok satu hari dapat 2 orang, 8 orang tetap syuuri.
Kita harus memiliki growth mindset bahwa segala sesuatu jika diusahakan pasti akan tercapai walaupun membutuhkan waktu.
Satu harapan saya, semoga penelitian ini menjadi hal yang bermanfaat untuk pendidikan, praktisi, juga masyarakat.
"Tugas akhir adalah masterpiece kita selama kuliah. Kerjakan sepenuh hati dan jangan pernah menyerah".
#mengejarmei
Depok, 22 April 2019


Komentar
Posting Komentar