Jika aku penumpang bikun dan kamu hujan yang membasahi bikun, kaca bikun adalah jarak di antara kita. Kita amat dekat, sangat dekat, bahkan aku sampai bisa merasakan airmu yang dingin. Aku sudah mengenali setiap jenis tetes air hujan yang membasahi kaca bikun. Mulai dari tetes air hujan yang lebat hingga tetes air hujan gerimis. Kedatanganmu yang sering itulah yang membuatku bisa mengenali karakteristik airmu, yang juga mengajakku menari bersamamu. Tetapi kaca itu membuat kita menjadi amat jauh, membuat kita menjadi terasing. Tapi aku bersyukur, kaca bikun telah melindungiku dari airmu yang dingin, yang jika aku kena airmu mungkin aku bisa sakit karena fisikku tidak begitu tahan dengan airmu. Aku nanti bisa hipotermia, common cold, juga headcache akibat airmu yang terlalu dingin. Hujan, kapan-kapan kalau aku sudah bisa main hujan-hujanan, ketika fisikku sudah kuat, semoga kamu datang lagi ya ! Aku tidak akan bersembunyi lagi di balik kaca bikun, aku akan menerjang airmu yang dingin, aku akan menari bersamamu, hujan.
![]() |
| Bikun = bis kuning :p |
Depok, 21 April 2019


Komentar
Posting Komentar