Langsung ke konten utama

Menurunkan Ego

Saat semalam pulang dari dinas di RS, Depok sedang hujan deras. Saya dan teman saya memutuskan untuk menerjang hujan karena ingin segera sampai kosan. Namun, saat di stasiun saya melihat ada ibu-ibu sedang menawarkan dagangnnya yaitu payung dan jas hujan kepada orang orang yang sedang di stasiun. Ibu itu terlihat bersemangat sekali, mungkin didukung oleh suasana hujan deras yang mungkin orang banyak yang membutuhkan paying ataupun jas hujan. Namun saya lihat tidak banyak orang yang membelinya. Kebanyakan orang lebih memilih untuk menuggu hujan reda- yang entah kapan.
Bapak bapak ojek juga terlihat sibuk mengantarkan para pelangannya menuju runah dengan menerjang hujan.

Kejadian ini juga serupa dengan saat pagi-pagi mau berangkat praktik, hujan deras tiba tiba mengguyur Depok. Saya khawatir takut tidak ada ojek yang mau mengantarkan saya. Namun setelah saya coba akhirnya ada bapak bapak ojek yang mau mengantarkan saya di tengah derasnya hujan. Selama perjalanan saya mendoakan bapak ini semoga rezekinya dilancarkan dan diberi keberkahan karena sudah menolong saya untuk tetap praktik dan tidak terlambat.

Ketika saya sedang naik angkot, saya seringkali melihat banyak anak anak di perempatan lampu merah sedang mencari nafkah. Menyanyikan lagu demi lagu demi mendapatkan uang. Namun tidak banyak yang peduli. Ada juga bapak bapak asongan yang menjajakan dagangannya di tengah teriknya matahari. 

Saat hari selasa praktik saya juga diberi dinasihatin oleh pembimbing saya untuk lebih bertanggung jawab saat praktik. Pulang dan datsng sesuai jam kehadiran, bersikap baik selama praktik dsb. Pembimbing saya mengatakan walaupun kalian lelah tetapi kalian harus tetap bisa bertanggung jawab jangan hanya mengejar target saja. Jika kalian mengejar target saja kalian tidak akan mendapat apa apa. Belajar untuk menurunkan ego.

Ah ya,menurunkan ego. Cerita tentang ibu yang berjualan payung, anak anak yang mengamen, bapak ojek, bapak pedagang asongan adalah cetita tentang menurunkan ego. Meskisaat hujan orang orang ingin segera sampai rumah atau saat panas terik banyak yang memilih untuk meneduh, mereka semua tidak. Mereka menurunkan ego mereka untuk pulang karena jika mereka pulang mungkin kebutuhan rumah tangga mereka tidak terpenuhi.
Belajar menurunkan ego memang sulit karena sebagai manusia pasti memiliki keinginan. Namun jika ego tidak diturunkan akan lebih banyak mudhorotnya.
Saya salut kepada orang orang tersebut. Oranv orang yang melawan arus kehidupan dan mencari arus mereka sendiri.
Semoga kita semua dapat belajar dari realita tersebut. Belajar untuk menurunkan ego.

Depok, 13 Maret 2020

Komentar