Awal memang selalu berat. Ada rasa takut, tak percaya diri, cemas, dan pikiran-pikiran lain yang belum tentu sama dengan realita. Tapi jika dipikir-pikir ulang, kami termasuk orang yang beruntung. Kapan lagi bisa praktik gratis di rumah sakit ya kan. kapan lagi bisa ketemu pasien secara langsung dan mempraktikan apa yang sudah dapat di kelas. Tidak semua orang memiliki kesempatan itu. Kalau dipikir-pikir menjadi lebih banyak bersyukurnya daripada mengeluhnya.
Kami terapis, kami helper. Itu kalimat yang selalu ditanamkan dalam mindset kami. Karena jika dimindset kami ada mindset negatif atau takut akan sangat berpengaruh kepada sikap kami. Jadi, sebisa mungkin kami berusaha untuk melawan diri kami sendiri untuk memusnahkan pikiran negatif itu.
Kami sebagai calon tenaga kesehatan sudah ditanamkan dari awal untuk terus bisa mnjaga kehidupan seseorang. Ya, menjaga kehidupan dengan bukan asal hidup saja, namun memastikan apakah hidup orang itu berkualitas atau tidak. Contohnya saja, ketika ada orang yang berrisiko bunuh diri, kami dituntut untuk bisa menghentikan keinginan dia untuk bunuh diri. Tak hanya itu, tapi meningkatkan kualitas hidupnya juga dengan misalnya meningkatkan harga diri orang tersebut dengan cara melatih aktivitas yang masih bisa dia lakukan, sehingga rasa tak berharga dan keinginan untuk bunuh diri menurun.
Ada rasa kepuasan tersendiri jika kami berhasil untuk membuat orang lain merasa dirinya berarti, merasa berharga. Apalagi ketika pasien bisa percaya sama saya itu rasanyaaa... :"))
Semangat besok pagi praktik lagi !
Depok, 20 Mei 2018
Kami terapis, kami helper. Itu kalimat yang selalu ditanamkan dalam mindset kami. Karena jika dimindset kami ada mindset negatif atau takut akan sangat berpengaruh kepada sikap kami. Jadi, sebisa mungkin kami berusaha untuk melawan diri kami sendiri untuk memusnahkan pikiran negatif itu.
Kami sebagai calon tenaga kesehatan sudah ditanamkan dari awal untuk terus bisa mnjaga kehidupan seseorang. Ya, menjaga kehidupan dengan bukan asal hidup saja, namun memastikan apakah hidup orang itu berkualitas atau tidak. Contohnya saja, ketika ada orang yang berrisiko bunuh diri, kami dituntut untuk bisa menghentikan keinginan dia untuk bunuh diri. Tak hanya itu, tapi meningkatkan kualitas hidupnya juga dengan misalnya meningkatkan harga diri orang tersebut dengan cara melatih aktivitas yang masih bisa dia lakukan, sehingga rasa tak berharga dan keinginan untuk bunuh diri menurun.
Ada rasa kepuasan tersendiri jika kami berhasil untuk membuat orang lain merasa dirinya berarti, merasa berharga. Apalagi ketika pasien bisa percaya sama saya itu rasanyaaa... :"))
Semangat besok pagi praktik lagi !
Depok, 20 Mei 2018
Komentar
Posting Komentar