Beberapa jam yang lalu, aku masih bisa memelukmu erat. Merasa selalu bisa disampingmu, selalu, selamanya. Dan aku ingin. Tidak ingin aku lepaskan pelukan itu.
Beberapa jam yang lalu, aku juga yang menangis di depanmu, tidak ingin kehilangan. Walaupun aku tahu, cepat atau lambat aku akan kehilangan. Ah, lebih tepatnya kita akan saling kehilangan.
Dan kamu, masih menghiburku semua akan baik baik saja.
Kemudian, kamu tahu kabarku bahwa akan ada laki laki lain yang lebih siap darimu.
Katamu, kamu ikhlas. Katamu juga, kamu dengan senang hati mengikhlaskan. Meski aku tahu, akan pahit.
Tidak hanya di kamu, rasa pahit itu juga aku rasakan.
Semalaman, aku tidak bisa tidur. Aku hanya memikirkan kemungkinan-kemungkinan.
Jika, memang kita tidak berjodoh, bolehkah anak anak kita saja yang berjodoh ?
Komentar
Posting Komentar