Langsung ke konten utama

Postingan

Perempuan cuma butuh kepastian. Bukan ucapan yang tak kunjung ada bukti. Ataupun janji yang tidak ditepati. Meski sekarang di rumahmu sedang turun hujan deras. Tapi ingat, hujan bisa reda. Dan ketika reda, untuk menjadikannya kembali hujan, perlu waktu. Hujan, bukan permainan yang dilewatkan.
Tanpa kamu minta, aku selalu di sini. Di tempat yang sama.  Aku tidak akan pergi kemana mana. Sekalipun mungkin di luar sana banyak yang lebih menarik. Tapi buat apa ? Aku akan bertahan semampuku. Sebisa aku bisa bertahan. Sebisa aku bisa bersabar. Meski, apa yang aku usahakan pun belum tentu berbuah manis. Jika menunggu menurutmu adalah pekerjaan sia sia dan bukan perjuangan, bagiku itu perjuangan yang berarti. Itu artinya, aku harus memutar otak selama itu aku harus melakukan apa saja agar waktuku berarti, aku juga harus merelakan waktuku terbuang, aku juga harus rela jika apa yang aku usahakan ternyata tidak sesuai dengan harapan. Dan yang membuatku mau tidak mau harus melakukannya dari nol lagi. Bagiku, itu perjuangan berat. Karena, setauku, Menunggu adalah bersabar. Dan sabar itu harusnya tidak terbatas kan ? Dan aku, sedang diuji oleh "ketidak terbatasan" itu Depok, 18 mei 2021
 Pagi ini langit depok mendung. Sampai sore pun awan awan mendung masih stay di langit Depok. Hingga aku pulang, tiba tiba hujan deras sekali. Aku stres karena sudah ditengah jalan. Tidak ada tempat berteduh. Mau gamau, aku harus menerjang hujan ini. Ternyata, menerjang hujan tidak semenakutkan itu. Aku bahagia, karena bisa hujan hujanan. Kali ini aku merasa menang dan jujur, karena aku berhasil membuktikan bahwa aku menyukai hujan dan berani hujan hujanan di bawahnya. Tidak terus menerus menghindarinya. Kemarin kemarin, aku mengaku suka hujan, tapi lebih suka hanya melihat dari tepi jendela. Tanpa berani merasakan rintiknya. Ternyata, kesukaanku itu hanya bohong. Aku bohong kepada diriku sendiri kalau aku suka hujan. Dan hari ini, aku sudah membuktikannya. Aku suka hujan, Dan aku berani merasakan rintik demi rintik yang jatuh dari langit. Meski aku tahu, hujan bisa membuatku sakit berkepanjangan karena hawa dingin yang menembus kulit, mengalir ke seluruh tubuh, mengendalik...
"Sepertinya hidup memang  begini. Harus berkali kali merasakan patah, untuk pada akhirnya memahami. Bahwa untuk mencintai orang lain, harus mencintai diri sendiri terlebih dahulu. Dan, jangan menggantungkan kebahagiaan pada orang lain, atau berharap menjadi sumber kebahagiaan bagi orang lain. Supaya kita inget, bahwa bahagia adalah tanggung jawab kita sendiri"
"Kamu boleh mengejar apa yang belum kamu punya, tapi kamu juga bisa kehilangan sesuatu yang pernah kamu miliki" - imperfect "Salah satunya adalah ?" "Aku"

Ramdhan Day 12

Semenjak mulai 'mengenal' dunia rumah sakit, aku sering menyaksikan pasien - pasien yang menghembuskan napas terakhirnya dan mendapat kabar bahwa pasien - pasien yang beberapa hari yang lalu dirawat ternyata sudah tiada.  Tiga hari yang lalu saat dinas sore, aku baru saja menerima pasien yang akan rencana operasi besar. Persiapannya begitu banyak dan rumit. Baru kali ini aku menjumpai pasien dengan persiapan operasi yang serumit ini. Aku mencoba menenangkan diri, mencoba memahami apa yang harus aku lakukan terlebih dahulu. Hal pertama yang aku lakukan adalah pemeriksaan EKG (elektrokardiogram) untuk konsul toleransi operasi ke spesialis jantung. Kemudian melakukan pengukuran tanda-tanda vital pasien. Setelah itu, ada dokter spesialis paru visit dan aku menemani visitnya. Setelah dokter selesai visit, kemudian aku melihat SOAP beliau dan melaporkannya ke DPJP sekaligus konfirmasi terkait persediaan darah yang dibutuhkan untuk operasi. Long story short, saat sudah jam operan mala...