Anak
adalah harapan orangtua. Orangtua selalu memiliki harapan yang lebih kepada
anaknya. Walaupun orangtua tidak pernah membicarakan kepada kita secara
langsung, namun orangtua pasti memiliki harapan-harapan itu. Itulah mengapa
orangtua selalu mengusahakan apa yang terbaik untuk anaknya. Itulah mengapa
orangtua selalu memanjatkan doa-doanya setiap saat. Mereka memang tidak meminta
kita selalu yang menjadi nomor satu, tetapi setidaknya mereka berharap anaknya
melebihi mereka. Oleh karena itu, saya akan menuliskan latar belakang pendidikan, kontribusi yang sudah saya berikan, dan rencana study serta kontribusi ke depan.
Menjadi harapan, juga merupakan
salah satu alasan saya mengapa saya berada di sini. Dulu, ketika baru lulus SMA
dengan pemikiran polos saya, saya berpikir bahwa kuliah hanyalah sebagai sarana
saya mewujudkan mimpi diri saya sendiri dan membuat orangtua bahagia. Akan tetapi,
seiring berjalannya waktu dengan semakin banyak bekal yang didapat di sini saya
berpikiran lain. Dengan melihat fenomena banyaknya orang di desa saya yang
tiba-tiba terkena penyakit gagal ginjal kronik dan baru ketahuan setelah parah,
tiba-tiba terkena diabetes melitus, tiba-tiba meninggal karena serangan
jantung, dan lain-lain membuat hati saya tersentuh. Ditambah lagi saya membaca
berita bahwa kabupaten tempat kelahiran saya, merupakan kabupaten dengan
penderita HIV AIDS tertinggi ke empat se Jawa Tengah. Saya semakin berpikir,
apa yang salah ? Apa yang harus diperbaiki ? faktor apa yang berpengaruh
terhadap kejadian tersebut ? pertanyaan-pertanyaan tersebut masih
terngiang-ngiang di kepala saya sampai sekarang.
Pertanyaan-pertanyaan yang
mengantarkan saya pada sebuah pemikiran baru. Bahwa saya bukanlah hanya menjadi
harapan untuk diri saya sendiri dan keluarga, namun masyarakat di sana pun
menantimu untuk menolong mereka. Lalu, kontribusi apa yang sudah saya lakukan
untuk mereka ? mungkin belum banyak. Untuk saat ini, saya masih membenahi diri
saya dengan terus menuntut sebanyak-banyaknya ilmu di sini. Selain itu, saya
pernah melakukan sebuah kegiatan dari Paguyuban yang bernama “Bakti Desa” di
salah satu desa di kabupaten tempat saya lahir. Dalam kegiatan bakti desa
tersebut dilakukan banyak kegiatan, salah satunya adalah cek kesehatan. Saya membantu
petugas puskesmas untuk melakukan anamnesa dan mengecek tekanan darah. Rata-rata
orang yang sudah tua di desa tersebut bertekanan darah tinggi, bermasalah
dengan otot dan sendi mereka, dan bermasalah dengan saluran pernapasan mereka. Untuk
anak-anak banyak yang terkena diare, flu, dan batuk. Setelah diamati memang
benar, rata-rata orang di desa itu hanya akan berobat jika hanya ada pengobatan
gratis. Fenomena ini juga membuat hati saya miris.
Dengan fenomena fenomena yang
terjadi, saya menjadi tahu kontribusi apa yang akan saya lakukan ke depannya. Yang
pertama, saya ingin tugas akhir kuliah saya ingin meneliti faktor-faktor apa
saja yang berpengaruh terhadap kejadian HIV AIDS di kabupaten kelahiran saya. Dengan
penelitian tersebut, nantinya akan menjadi bekal saya untuk melakukan
intervensi untuk mengurangi kejadian HIV AIDS. Yang kedua, setelah lulus ners
yaitu di tahun 2020, saya memiliki dua rencana. a) saya langsung melanjutkan S2
di UK jika saya berhasil mendapatkan beasiswa di tahun 2020. b) Jika saya gagal
mendapatkan beasiswa di tahun 2020, saya akan bekerja dan mencari pengalaman
terlebih dahulu. Saya ingin mengikuti sebuah program Pencerah Nusantara untuk
menolong masyarakat di daerah-daerah yang masih tertinggal dan sebagai salah
satu wujud pengabdian saya kepada Indonesia. Selain itu, dengan berpengalaman
di pencerah nusantara harapannya saya akan menjadi pribadi yang lebih tangguh,
bisa menahan ego, lebih peduli, lebih peka terhadap lingkunga, dan sebagai wujud terima kasih saya kepada pemberi beasiswa yang berasal dari perusahaan negara yaitu beasiswa baznaz pertamina.
Setelah
itu, barulah di tahun 2022 saya kembali mendaftar beasiswa dan mendaftar ke
kampus tujuan saya yang berada di UK. Tujuan saya untuk sekolah lagi adalah
untuk mendapatkan lebih banyak ilmu yang nantinya bisa saya gunakan untuk
memperbaiki kesehatan di tempat kelahiran saya. Saya ingin di UK juga karena
saya ingin mengambil ilmu dari sumber terbaiknya secara langsung. Di sana, saya
ingin mengambil konsentrasi public health
nursing. Dengan mengambil konsentrasi ilmu itu, nantinya saya bisa
mengupayakan tindakan preventif, promotif, dan bisa ikut serta berperan dalam
pembuatan kebijakan di dinkes. Mencegah lebih baik dari pada mengobati kan ?
selain itu, ke depannya saya ingin membuat sebuah “homecare/klinik Public Health”
untuk masyarakat di kabupaten kelahiran saya. Dengan adanya klinik tersebut
saya berharap, masyarakat bisa mengecek kesehatan mereka setiap saat, bisa
konsultasi mengenai kesehatan mereka, bisa langsung mencegah penyakit yang baru
muncul, dan lain-lain yang intinya dapat memberikan kebermanfaatan kepada
mereka. Karena saya berprinsip, sebaik-baik orang adalah yang bermanfaat bagi
orang lain.
Mungkin
hanya hal-hal sederhana yang dapat saya lakukan sebagai wujud kontribusi saya. Namun,
saya berharap hal-hal sederhana itu dapat memberikan makna untuk banyak orang
terutam untuk keluarga saya. Saya ingin menjadi matahari untuk banyak orang
yang dapat memberikan secercah cahaya harapan untuk mereka yang membutuhkan. Teringat
perkataan salah seorang dosen, “Perawat yang baik bukanlah perawat yang
memiliki banyak pasien saja, tetapi yang mampu membuat lingkungan sekitarnya
sehat”.
Depok,
9 Oktober 2017
Destin
Kurniawati
Mahasiswa
FIK UI 2015

Komentar
Posting Komentar