Aku pernah belajar darimu perihal nawaitu melakukan sesuatu.
Saat itu, kamu pernah bilang, "aku tu heran sama orang-orang yang sering upload di story cuma buat nunjukin kegiatan mereka. Lagi ngerjain tugas upload di story, lagi makan di sini upload, dsb. Buat apa gitu, apakah semua sesuatu yang kita lakukan hanya untuk agar dilihat orang lain ?"
Kamu, yang selama ini kebanyakan kata orang, adalah orang yang menyebalkan tiba-tiba begitu bijak.
Lalu, kamu melanjutkan lagi celotehanmu,"Heran aja si sama orang yang kayagitu Apakah mereka upload apa-apa yang tidak penting agar terlihat keren, agar mendapatkan pengakuan orang lain ? Kadang, banyak orang yang malah tidak menjadi diri mereka sendiri. Upload ini itu di sosmed ternyata pada kenyataanya tidak demikian."
Aku yang sedari tadi memerhatikanmu dengan seksama kata per kata, hanya mengangguk tanda setuju.
"Terkadang kita juga harus bodoamat dengan penilaian orang lain, apalagi menilai sesuatu hanya dari luarannya saja. Kaya aku misalnya, yang dicap begini begitu sama mereka, aku cuek saja. Toh mereka memang tidak tahu aku sebenarnya seperti apa. Mereka hanya menilai luarku saja." katamu lagi.
"Tetapi kalau penilaian mereka benar bagaimana?"kataku
"Tetapi mereka tidak mengerti alasan dibaliknya, mereka tidak mengerti" Katamu
"Oke baiklah kamu memang terlalu cuek. Tapi kenapa kamu tiba-tiba bijak begini ?" tanyaku antusias
"Aku ngga bijak. aku hanya berkata realita." jawabmu dengan datarnya -,-
Ya, begitulah kehidupan. Terkadang kita upload ini itu hanya untuk memamerkan kepada orang lain kalau kita begini begitu, hanya untuk mendapatkan pengakuan orang lain. Tetapi sebenarnya hal tersebut tidak terlalu diperlukan, karena dampak negatifnya lebih besar daripada positifnya. Kita terkadang menajdi tidak menjadi diri sendiri, bahkan yang paling parah yaitu bisa membelokkan niat kita untuk melakukan sesuatu. Jadi, upload dan share lah sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Hal-hal yang positif. Hal-hal yang dapat membuat orang memiliki banyak hal, bukan hal-hal yang membuat orang lain tidak memiliki apa-apa.
Pun perihal judgment dari orang lain. Terkadang orang lain melihat sesuatu pada diri oranglain hanya di satu sisi saja. Padahal semua orang memiliki banyak sisi yang memang sengaja tidak mereka lihatkan atau hanya bisa dilihat oleh orang-orang yang peka, orang-orang yang tidak menilai orang berdasarkan judgment dan kata orang. karena tak selamanya kata orang itu benar. Dan kamu, ternyata tak seburuk kata orang lain. Kamu, memiliki sisi lain yang tak dilihat oleh oranglain karena kamu ternyata pandai menyembunyikannya. Ah ya, sekali lagi aku belajar banyak darimu.
Terima kasih sudah mengajariku pelajaran baru.
Depok, 5 Oktober 2018

Komentar
Posting Komentar