Dua hari ini saya menemani adik-adik kelas SMA saya yang sedang lomba olimpiade biologi di UI. Selama dua hari itu saya justru mendapat banyak pelajaran dari mereka. Dalam perlombaan ini, terbagi menjadi 3 babak, yaitu semifinal, final, dan grand final. Babak semi final diikuti oleh 30 tim dan nantinya hanya akan diambil 15 tim untuk masuk ke babak final. Saat babak semi final, anak-anak melakukan perjalanan dari pos 1 ke pos yang lain untuk menjawab soal. Saat sudah selesai, adik-adik langsung bercerita bahwa mereka sedikit tidak pede dengan jawaban-jawaban tadi. Mereka sudah pasrah apakah akan masuk ke final atau tidak. Ketika pengumuman, MC membacakan 15 tim yang lolos ke babak final. MC membacakan finalis dari urutan ke 15. Setelah ditunggu-tunggu hingga urutan ke 10, nama SMA saya belum dipanggil juga. Adik-adik pun sudah ketar-ketir kayaknya gamasuk deh. Tapi ternyata, hal yang tak disangka-sangka terjadi, ternyata SMA saya berada di urutan nomor 4. Sesuatu yang di luar dugaan. Adik-adik pun merasa heran kok bisa ya padahal tadi soalnya susah-susah. "Ya itu memang tandanya kalian bisa, bukan faktor beruntung saja." kata guru saya. Memang, keberuntungan akan datang pada mereka yang tak lelah berusaha.
Pada awal datang ke ruangan. adik-adik bercerita bahwa mereka sempat minder melihat saingan, namun saat sudah mulai lomba mereka semakin enjoy dan tidak merasa minder lagi, bahkan mereka membuktikan bahwa mereka bisa. Hal ini membuktikan bahwa, asal daerah kita tidak menentukan keberhasilan kita.
Di babak final, adik-adik mengerjakan praktikum dan juga presentasi kasus. Setelah selesai semuanya, dibacakan kembali 5 tim yang akan masuk ke babak grand final. SMA saya tidak masuk ke babak grand final. Saya takut karena anak-anak akan down karena udah jauh-jauh dari Kebumen ke Depok untuk mengikuti lomba namun ternyata tidak menang. Justru mereka malah mengatakan menjadi bertambah pengalaman mereka dan menjadi semakin bersemangat untuk tahun depan ikut lagi :)) Mereka juga kekeh agar hasil akhirnya tidak diberitahukan kepada siapapun karena mereka takut akan judgement dari teman-temannya karena tidak menang. Salah satu adik ada yang berkata "males aja ngasih tau ke temen temen karena sebagian besar dari mereka hanya menilai dari hasil akhir, tidak menilai dari proses". Ah ya, semakin salut sama adik-adikku ini karena selain mereka bekerja keras, mereka juga termasuk orang yang menghargai proses.
Karakter itulah yang penting kalian tumbuhkan dek. Tetap semangat ya !
Saya belajar banyak dari kalian :")
Depok, 11 November 2018
Komentar
Posting Komentar