Tahun 2019 ternyata sudah berakhir, yang artinya tahun 2020 sudah dimulai. Menilik perjuangan satu tahun kebelakang rasanya nano-nano sekali. Tahun 2019 adalah tahun perjuangan menyelesaikan misi kelas S(arjana) dan memulai misi kelas P(rofesi). Awal tahun 2019 lalu, niatan utama adalah bisa sidang skripsi akhir Mei. Setelah menjalani prosesnya yang hy%4&632, target tersebut terpenuhi tepat di hari terakhir para dosen akan cuti lebaran. 2019 juga tahun pertama kalinya menginjakkan kaki di negeri sebrang, meski hanya beberapa hari saja. Namun satu mimpi lagi telah tercoret. Tahun 2019 juga lebih banyak buku yang dihabiskan sebagai nutrisi otak.
Tahun 2019 juga sebagai ajang menempa diri di kehidupan clinical lyfe yang bisa dikatakan 2 kali lebih menyenangkan dibandingkan dengan academic lyfe. Ajang belajarnya destin untuk menjadi pribadi yang tangguh, kuat, tidak cengeng, dan banyak lagi.
Di tahun ini pula saya belajar tentang bersabar, terutama kepada perasaan sendiri. Kita tidak bisa menerka perasaan orang lain hanya karena dia baik atau peduli atau apapun ke kita. Hingga terkadang, perempuan terjebak dalam angan-angannya sendiri. Padahal sononya biasa aja misalnya. Ah ya, memang perempuan itu drama queen.
Kali ini sudah ya, jangan jadi drama queen drama queen lagi. Fokus fokus ! Masih banyak target yang harus diupayakan.
Yang sefrekuensi akan bertemu juga kan ?
Ya, siapa tahu kita akan bertemu di belahan bumi yang lain hehe
Oke, sampai jumpa ya !
Sampai bertemu di kekerenan kita masing-masing.
Aku, resign jadi drama queen
Depok, 1 Januari 2020

Komentar
Posting Komentar