Langsung ke konten utama

Postingan

Menjadi Harapan

                   Anak adalah harapan orangtua. Orangtua selalu memiliki harapan yang lebih kepada anaknya. Walaupun orangtua tidak pernah membicarakan kepada kita secara langsung, namun orangtua pasti memiliki harapan-harapan itu. Itulah mengapa orangtua selalu mengusahakan apa yang terbaik untuk anaknya. Itulah mengapa orangtua selalu memanjatkan doa-doanya setiap saat. Mereka memang tidak meminta kita selalu yang menjadi nomor satu, tetapi setidaknya mereka berharap anaknya melebihi mereka. Oleh karena itu, say a akan menuliskan latar belakang pendidikan, kontribusi yang suda h saya berikan, dan rencana study serta kontribusi ke depan.            Menjadi harapan, juga merupakan salah satu alasan saya mengapa saya berada di sini. Dulu, ketika baru lulus SMA dengan pemikiran polos saya, saya berpikir bahwa kuliah hanyalah sebagai sarana s...

Yuk Bangkit !

Yuk bangkit Kalahkan diri sendiri Walaupun berat Walaupun berjalan terseok-seok Yuk lawan itu semua ! Demi membawa kebermanfaatan untuk banyak orang Demi membuat bangga  orang-orang tersayang Demi memanfaatkan ilmu yang sudah didapat untuk kebaikan Yuk Berkarya ! apapun itu.. Tak peduli besar atau kecil Karena itu bukan ukuran Yang penting Keikhlasan dan niatan untuk menciptakan karya itu jauh lebih berarti Berkaryalah ! Kau akan melihat luasnya dunia Kau akan melihat dunia yang belum pernah kau lihat sebelumnya Yuk Berkomitmen ! karena semangat saja tidak cukup Untuk perjalanan yang sangat panjang ini Untuk perjuangan yang entah kapan akan berakhir Tapi yakinlah Jika sesuatu itu dimulai dengan niatan yang baik Pasti akan berakhir dengan hal yang baik pula Bismillahirrohmanirohim. Kembali bangkit dengan semangat baru, dengan niatan yang lebih tulus, dengan komitmen yang lebih bisa dipercaya. Destin pasti bisa !! Yes, u can "Dengan kesunguhan, sesua...

Manfaatkan Waktumu atau Kau Akan Menyesal

                             Memasuki semester baru seperti memasuki dimensi waktu yang baru. Dimana banyak hal yang hrus dikerjakan namun waktu yang tersedia masih sama seperti yang sebelum-sebelumnya. Masih 24 jam sehari. Awal-awal memang keteteran, sering merasa waktu yang disediakan itu sangat kurang. oke, setelah ditelusuri, ternyata ada 1 hal mengapa saya beranggapan seperti itu, yaitu "lalai".        Terkadang, kebanyakan dari kita sering menunda-nunda pekerjaan yang seharusnya bisa dikerjaan sekarang. Berbagai alasan klasik muncul "Ah, deadlinennya masih lama ikih, ah masih mager nih gue, cape nugas mulu, sumbernya belum ketemu2, dll". Itulah sebab dimana kita terus merasa kekurangan waktu. Ternyata kita sendiri yang menyia-nyiakannya. Padahal, kita seharusnya masih bisa memanfaatkan waktu itu untuk men...