Langsung ke konten utama

Postingan

Kalau mau berhasil ya harus menghadapi itu semua (profesi dan lalala yeyeye nya). Kalau gamau menghadapi itu semua ya cukup sampai sini . Semangat !!!!!!
Seiring berjalannya waktu, bertambahnya umur, dan bertambahnya pemahaman hidup, pemahaman saya terhadap cinta mencintai seseorang telah berubah.  Dulu, saya memaknai cinta sebagai perasaan yang harus diungkapkan dan harus memiliki. Namun sekarang tidak sesederhana itu. Perasaan ini terlalu murah jika mudah diungkapkan tanpa adanya tindakan yang serius. Terlalu indah jika harus untuk main-main. Terlalu berharga jika hanya untuk memiliki sesuatu yang tidak bertujuan.  Saya paham, walaupun perasaan itu rumit, namun perlu dijaga karena perasaan itu sangat berharga. Yang perasaan itu perlu memiliki tujuan jika hendak diungkapkan. Saya belajar, bahwa menjaga tidak semudah itu. Tetapi saya juga belajar tentang kesabaran, tidak tergesa-gesa. Saya belajar, bahwa menunggu itu tidak semembosankan itu. Banyak hal yang bisa dilakukan. Belajar, berkarya, termasuk bersiap. Mencintai juga belajar mengikhlaskan. Sebagai manusia, saya tidak mengetahui kemana dan dengan siapa l...

Mengejar Mei

“Skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai”-Anies Baswedan Setelah menjalani skripsi yang penuh dengan tantangan, ternyata skripsi tidak semenyeramkan yang ada dalam bayangan atau yang kakak tingkat katakan hehe. Jadi selow aja bagi kalian yang akan menjalani fase skripsi ini, nda usah mikir yang aneh-aneh dulu. Jalani aja. Petualangan skripsi saya dimulai di penghujung semester 7 saat saya masih menjalani praktik klinik stase anak. Sekitar bulan Desember awal kami se-angkatan ada orientasi tentang perskripsian oleh koordinator prodi S1. Skripsi di fakultas saya pada kurikulum saya (karena mulai tahun 2017 kurikulum berganti) dimulai full di semester 8 sehingga kami hanya mempunyai waktu kurang lebih 6 bulan untuk mengerjakan. Oke, saya mulai dengan proses pemilihan departemen peminatan skripsi. Departemen Peminatan Fakultas saya memiliki 6 departemen peminatan yaitu departemen dasar keperawatan dan keperawatan dasar (DKKD), keperawatan medikal bedah (KMB), keperawatan an...
SELAMAT ! Pokoknya selamat Selamat berjuang (kembali) Selamat menempuh jalan yang baru Selamat merasakan kehidupan yang sesungguhnya Jarak ! Terima kasih telah menjaga kami Bahkan pada sesuatu yang belum pasti Meski sesungguhnya ada harapan di dalam hati

Sedang tidak Bersemangat

Untukmu yang sedang tidak bersemangat, Ingat ingat Bahwa waktu kita terbatas, Kemampuan kita terbatas, dan kesempatan kita terbatas Ingat ingat Bahwa semakin menunda Semakin kita tidak melakukan apa apa Bukankan itu semakin jauh dari tujuan kita ? Aku tahu Kita pun sebagai manusia berhak merasa lelah Kita berhak merasa ingin berhenti Itu wajar Tapi Jika dipikirkan lebih dalam lagi Semua itu adalah tantangan ! Kita harus bisa menaklukan Yuk, ingat lagi tujuan kita Ingat lagi nilai-nilai hidup kita dan ingat lagi deadlinennya hehehe Depok, 7 Mei 2019

Dijatuhkan untuk Dibangkitkan

 Perjalanan hidup manusia terkadang tidak terprediksi. Kita menginginkan jalan A, ternyata belum tentu diizinkan dengan cara kita dijatuhkan. Lalu membuat kita berpikir, mencari jalan lain, yang ternyata jalan itu adalah jalan yang paling ideal untuk mencapai tujuan. Walaupun awalnya kita mengeluh, merasa dunia tidak adil, merasa jatuh, tetapi ternyata kebaikanNya ternyata lebih indah. Ya, Dia begitu baik sampai sampai kita tidak pernah bisa menghitung nikmat yang kita peroleh setiap hari. Maka, bersyukurlah kita menjadi manusia yang pandai bersyukur meski kita sedang di titik terendah. Beberapa hari yang lalu, saya berdiskusi dengan seorang teman membahas tentang "jalan hidup" seseorang. Dari pengalaman pribadi teman saya, teman saya pernah ditolak beberapa kali judul skripsinya bahkan ada salah satu judul yang sudah selesai dari bab 1-4. Saat itu, teman saya kondisinya sangat terpuruk, jatuh, dan tidak tahu harus bagaimana. Tetapi saat itu pula, hebatnya dia adalah dia la...