Langsung ke konten utama

Postingan

Throw Back--> Wawancara ke seorang dosen KMB

          Pada hari Jumat, 9 Oktober 2015 kelompok mabim 6 & 20 mewawancarai salah satu dosen FIK UI yang bernama Bapak Muhamad Adam. Beliau lahir di Makassar pada tanggal 30 Maret 1984. Beliau menempuh pendidikan S1 keperawatan di Unhas dan S2 di UI. Di Unhas, Ilmu Keperawatan bukanlah sebuah fakultas melainkan program studi di bawah fakultas kedokteran. Motivasi beliau memilih keilmuwan keperawatan khususnya medikal bedah karena kecocokan dan kesukaan beliau di bidang tersebut. Lalu motivasi beliau untuk menjadi dosen karena panggilan. Beliau mengatakan bahwa memang di awal-awal kuliah beliau merasa canggung karena di keperawatan kebanyakan perempuan.   Akan tetapi, beliau selalu teringat dengan motivasi beliau untuk kuliah, yaitu untuk membanggakan orang tua.             Berdasarkan pengalaman beliau, kami mendapatkan gambaran tentang profesi keperawatan. Keperawatan di...

Semakin Tau, Semakin Cinta

Dulu mungkin hanya sekedar suka, tapi kini aku menyebutnya sebagai cinta. Karena rasa cinta akan tumbuh jika terus dipupuk dan ditekuni. Karena rasa cinta yang akan menjadi sumber semangat untuk menjalankan sesuatu yang dicintainya. Dan cinta tidak dapat disebut cinta jika tanpa sebuah perjuangan dan pembuktian Inilah yang aku rasakan ketika aku semakin mendalami dunia keperawatan. Yang dulunya waktu masih SMA masih biasa-biasa saja suka nya dan mungkin malah tidak tertarik sama sekali, tapi lama-kelamaan menjadi cinta kepada dunia keperawatan. Setelah aku menyelami lebih dalam benar-benar unpredictable , dunia ini sangat luas kawan. "Caring is the essence of nursing"-Florence Nightingale Hal pertama yang aku pelajari tentang perawat dalam mata kuliah Konsep Dasar Keperawatan adalah caring . Iya, caring adalah sebagai pondasi bagi seorang perawat untuk bertindak. Caring adalah sebuah sikap peduli terhadap klien. Lalu mengenai kebutuhan dasar manusia. Menurut ...

Terima kasih Kota Khatulistiwa

         Ini adalah perjalanan sekaligus pengalaman kami pertama kali lomba KTI ketika menjadi mahasiswa. Dimulai dari bulan Mei 2016 saat ada informasi lomba mengenai TMSC (Tanjungpura Medical Scientific Competition) kami langsung bersemangat untuk mencari ide. Waktu itu ada beberapa kendala, karena tema dan subtemanya condong ke ranah ilmu kedokteran dan farmasi. tapi hal itu tidak membuat kami mundur. Pada akhirnya, setelah diskusi kami menemukan sebuah ide yang kata kunciya "diare, balita, bahan alam". Setelah menyusun ide, kami langsung menyusun apa apa yang perlu dicari dan menyusun deadline. Kami juga kaget karena sitasinya harus memakai vancouver, dimana sitasi tersebut tidak biasa kami gunakan karena kami terbiasa menggunakan APA style. Oke..kami harus berlajar mengenai penulisan sitasi. Kebetulan, saat pengerjaan itu kami sedang liburan 3 bulan dan kami bertiga anak daerah semua, sehingga untuk mendapatkan tanda tangan dosen pembimbi...

New Term, New Shine, New Spirit !

         Semester tiga sudah di depan mata. Sambutlah ia dengan perasaan bahagia. Jalan di depan memang semakin terjal. Semakin ke atas angin semakin kencang. Semakin dekat dengan matahari semakin panas. Namun walaupun begitu tetap bertahanlah untuk sebuah mimpi suci masa depan.     Di sini bukan tempat untuk bermain-main, bukan pula tempat untuk bersenang-senang dan bukan tempat untuk melakukan hal yang tidak penting. Di sini tempatmu untuk berjuang. Sekarang waktunya untuk menanam. Sekarang waktunya untuk berbenah untuk menjadi manusia yang lebih baik.     Godaan memang selalu ada. Tapi, bagaimana sikapmu untuk menghadapi godaan itu, itu hakmu.  Tetap teguh dengan tujuan ataukah goyah karena godaan. Jangan pernah mengeluh..jangan pernah menyerah.. Banyak para pendahulumu yang mampu melewati jalan berliku ini. Menjadi perawat yang muslimah, berkarakter, dan cerdas adalah salah satu cita-citaku. Berpendidikan setin...

Indonesia Sudah Merdeka Bung !

                                   Set e lah hampir setahun tinggal di sebuah kota, banyak pelajaran yang saya dapatkan di luar disiplin ilmu yang saya pelajari. Hal pertama yang saya dapatkan adalah compassion and respect to other. Iya termasuk para pengamen, pedagang asongan, pengemis, bahkan pencopet sekalipun. Disitu, saya merasa menjadi manusia yang paling beruntung karena saya bisa mengenyam pendidikan. Mengapa ? Karena masih banyak anak-anak yang tidak bisa mengenyam pendidikan .Saya sering sekali melihat anak-anak kecil menjualkan barang dagangannya entah itu tisu, jananan kecil, minuman dan lain-lain. Ketika di angkutan umum saya juga sering menemui anak-anak yang mengamen. Saya seringkali berpikir “Bagaimana nasib mereka ke depannya ?”            Negeri ini sudah merdeka. Ana...

Nurse Is My Life

Berbicara tentang mimpi,harapan dan masa depan adalah sesuatu yang tidak bisa ditebak.   Tidak ada seorang pun yang tahu. Semua adalah rahasia Sang Kuasa. Sebagai manusia,kita hanya bisa berusaha mencari jalan. Keputusan akhir tetap berada di tangan Tuhan. Perkenalkan saya Destin Kurniawati. Saya berasal dari SMAN 1 Gombong,Kebumen. Selama ini mungkin kehidupan saya biasa-biasa saja,tidak ada yang mencuat dan lebih sering bertemu dengan kegagalan. Walaupun begitu,saya mempunyai sebuah mimpi. Setelah lulus SMA nanti saya ingin berkuliah yang prodinya berhubungan dengan kesehatan. Dan saya memilih UI sebagai dermaga saya menimba ilmu nanti. Saya memilih ilmu kesehatan karena menurut saya kesehatan adalah bagian yang penting dalam kehidupan manusia. Saya lebih memilih keperawatan karena nantinya ilmunya akan bermanfaat untuk orang banyak dan tentunya sesuai dengan kapasitas otak saya. Selain dari diri saya sendiri, orangtua saya juga menyarankan saya untuk masuk ilmu keperawa...